Wa
February 26, 2017


Cerpen Ikhsan Hasbi (Republika, 26 Februari 2017)

Wa ilustrasi Rendra Purnama - Republika.jpeg

Wa ilustrasi Rendra Purnama/Republika

Sepetang ini Rahmat belum juga kembali. Langit seharian seperti berkabung, awan-awan bagai gelembung yang hendak meledak dan menumpahkan air kehidupan. Seorang perempuan yang mulai renta, duduk sambil memasak keripik pisang. Ia menunggu bocah 10 tahun itu pulang dari pasar. Di bolak-baliknya pisang agar matangnya merata. Minyak mendidih seperti hari-hari yang terlewati, meletup-letup dan menguarkan asap yang hangat. (more…)

Advertisements

Piring Cuil
February 19, 2017


Cerpen Khoimatun Nikmah (Republika, 19 Februari 2017)

piring-cuil-ilustrasi-rendra-purnama-republika

Piring Cuil ilustrasi Rendra Purnama/Republika

Pagi tadi, kamu menyisakan setengah sandwich. Kamu hanya menggigit dua kali. Padahal, setangkup roti tawar isi selai kacang itu sudah kubakar sesuai seleramu, sedikit gosong. Seolah kurang suka, kamu perlu mendorongnya dengan seteguk jus jeruk. Sebelum gigitan kedua terkunyah sempurna, kamu berdiri terburu-buru meninggalkan meja makan. (more…)

Amplop Susulan
February 12, 2017


Cerpen Teguh Affandi (Republika, 12 Februari 2017)

amplop-susulan-ilustrasi-rendra-purnama-republika

Amplop Susulan ilustrasi Rendra Purnama/Republika

Dada rasanya diguncang gempa, ketika tangan kiri saya masukan dan raba-raba saku celana dan benda itu masih tersimpan di dalam sana. Amplop yang semestinya saya berikan kepada Ustaz Jazuli usai memberi ceramah di masjid kompleks. Keringat sebiji-biji nangka membasahi peci, menetesi pipi, dan seketika membuat kemeja koko yang saya kenakan basah oleh keringat gugup.

“Celaka!” saya refleks menepok jidat. Saya akan disalah-salahkan oleh panitia lain, bila tahu amplop yang diamanahkan kepada saya tertukar. (more…)

Ibuku
February 5, 2017


Cerpen Kristin Fourina (Republika, 05 Februari 2017)

ibuku-ilustrasi-rendra-purnama-republika

Ibuku ilustrasi Rendra Purnama/Republika

Setiap melintasi pertigaan yang menuju ke arah Bukit Juring, aku terserang sakit kepala. Andai kata perempuan gila itu tidak berada di bawah pohon randu yang berada di pinggir jalan. Ya, jika saja ia tidak menyandarkan tubuhnya yang kumal di batang pohon randu itu, aku tak akan terserang sakit kepala sedahsyat ini. Beberapa hari lalu aku baru saja pulang dari luar kota. Dan aku menginap di rumah Mbakyu (kakak perempuan) yang berada agak jauh dari Bukit Juring. Kadang-kadang aku masih menyayangkan bencana tanah longsor yang secara tiba-tiba melahap rumah ibu kami. (more…)

Derai dan Luruh
January 29, 2017


Cerpen D Nilasyah (Republika, 29 Januari 2017)

derai-dan-luruh-ilustrasi-rendra-purnama-republika

Derai dan Luruh ilustrasi Rendra Purnama/Republika

Pohon bakau itu ternyata masih ada. Setelah puluhan tahun berlalu, cukup menandai ketuaannya jika ingin mendekati tak lagi kaki tercecah hanya sebatas mata kaki. Akarnya yang dulu menjalar beranak pinak terlihat di kebeningan ujung air laut, sekarang sudah terendam jauh di kedalaman laut. Selebihnya lenyap entah ke mana. Deretan gerobak penjaja makanan pinggir laut, empat tempat gundukan panjang bebatuan besar yang dulunya tersusun rapi sampai sekitar lima belas meter menuju laut lepas seakan sudah ditelan lautan. Apalagi sebuah gedung tua bekas zaman penjajahan belanda itu, mungkin sudah berada di dasar laut.

“Apakah yang sedang kau pikirkan sama dengan apa yang sedang kupikirkan Rai?”
tanya Luruh tanpa memandang Derai. (more…)

Paris, Salju dan Gerimis
January 22, 2017


Cerpen Irwan Kelana (Republika, 22 Januari 2017)

paris-salju-dan-gerimis-ilustrasi-rendra-purnama-republika

Paris, Salju dan Gerimis ilustrasi Rendra Purnama/Republika

Pesawat Saudi Airlines dari Jeddah tujuan Paris mendarat mulus di Bandara Charles de Gaulle. Aku tengok jam tangan, waktu menunjukkan pukul 07.30.

Pesawat terbang dari Jeddah pukul 03.10. Menjelang terbang, pramugari mengumumkan penerbangan Jeddah-Paris memakan waktu sekitar 6 jam 20 menit. Butuh waktu sekitar 1,5 jam, aku bersama 40 anggota rombongan umrah plus Paris melalui pemeriksaan imigrasi dan mengambil bagasi. Tour leader (TL) yang  juga pemilik travel, Hisyam, mengarahkan kami ke luar bandara. (more…)