Sepatu Jinjit Aryanti
January 15, 2017


Cerpen M. Shoim Anwar (Jawa Pos, 15 Januari 2017)

sepatu-jinjit-aryanti-ilustrasi-bagus-hariadi-jawa-pos

Sepatu Jinjit Aryanti ilustrasi Bagus Hariadi/Jawa Pos

PERMUKAAN tanah di bawah sana tampak botak-botak seperti rambut lelaki tua yang rontok. Dari jendela kamar di lantai 25, aku melihat gedung-gedung telah merebahkan bayangan. Matahari hampir paripurna dalam putarannya.

Pada gedung-gedung menjulang yang belum usai pembangunannya itu, tangga-tangga dengan katrol raksasa tak lagi bergerak, lehernya mendongak ke langit seperti kerangka pemangsa purba yang beku. Sementara bangunan-bangunan yang lebih pendek tampak seperti kotak-kotak berserakan dengan warna kelabu dan atap biru. Bangunan masih belum padat. Mobil-mobil terparkir di sekitarnya. Tak ada tanda-tanda denyut kehidupan di sana. Suasana sepi terasa dari pucuk-pucuk bangunan hingga ke bawah. (more…)

Nubuat Pemimpin Akhir Zaman
January 8, 2017


Cerpen Anindita S. Thayf (Jawa Pos, 08 Januari 2017)

nubuat-pemimpin-akhir-zaman-ilustrasi-bagus-jawa-pos

Nubuat Pemimpin Akhir Zaman ilustrasi Bagus/Jawa Pos

KETIKA istrinya sebentar lagi melahirkan, dia mendapati dirinya lebih banyak menghabiskan malam di teras, menjaga pintu—sekiranya potongan tripleks berengsel tali itu bisa disebut demikian—seakan ada yang hendak mencurinya. Dia berada di sana bukan sebagai suami siaga, melainkan kepala keluarga yang sedang banyak pikiran. Tidak bisa tidur selama berhari-hari hingga rasanya nyaris sinting. Membiarkan hujan menghipnotis dirinya sementara angin busuk sampah dekat situ mengurapi bulu-bulu hidungnya.

Di awal menikah, dia sempat memanggil istrinya “Putri Malu” sebab dialah “Sang Pangeran”. Saat itu, istana mereka berwujud gerobak tua yang mesti didorong ke sana-kemari pada siang hari dan diparkir pada malamnya. Walaupun tinggal dalam gerobak, Sang Pangeran dan Putri Malu hidup bahagia. Masa tersebut dikenangnya sebagai masa singkat yang indah. (more…)

Perempuan Bulan Perak
January 1, 2017


Cerpen Indra Tranggono (Jawa Pos, 01 Januari 2017)

perempuan-bulan-perak-ilustrasi-bagus-hariyadi-jawa-pos

Perempuan Bulan Perak ilustrasi Bagus Hariyadi/Jawa Pos

OMMY sering bercerita, dirinya selalu dikejar-kejar genderuwo. Mahluk halus berwujud raksasa itu menatap Ommy dengan mata penuh kobaran api. Lalu, raksasa itu merenggut tubuh Ommy. Tangan-tangannya mencekik leher perempuan muda itu.

Namun, Ommy bisa melepaskan diri dan berlari sekuat tenaga. Berlari kuat-kuat hingga dua kakinya menebah-nebah ranjang. Dia pun terbangun dengan penuh ketakutan. Mimpi buram itu selalu datang dalam tidurmu Ommy, sejak kamu mengalami mimpi indah. Ada bulan perak sebesar melon, yang terbuat dari cahaya, meluncur dari langit dan mendarat di atas kepalamu. Bulan itu mengikuti ke mana kamu pergi, hingga kamu tak takut lagi pada kegelapan. (more…)

Kota dalam Sarang Lebah
November 13, 2016


Cerpen Ilham Q. Moehiddin (Jawa Pos, 13 November 2016)

kota-dalam-sarang-lebah-ilustrasi-bagus-jawa-pos

Kota dalam Sarang Lebah ilustrasi Bagus/Jawa Pos

AKU dan ibu menatap pisau besar di genggaman ayah. Pisau itu kemudian bergerak membelah sebuah sarang lebah sebesar bola basket, kami terperangah menemukan sebuah kota di dalamnya.

Sebuah kota yang puluhan tahun ditinggalkan. Kota yang terbengkalai dengan gedung-gedung tua, jalan dan jembatan ringsek, dan aroma kematian. Ibu mendadak membekap mulutnya. Aku menutup hidung. Tetapi ayah memilih diam, sebelum beberapa saat kemudian ayah mengatakan sesuatu yang membuatku ingin muntah.

“Inilah makanan kita malam ini. Ibumu akan memberinya santan kelapa dan kunyit. Malam ini kita akan makan dengan perasaan bahagia.” (more…)

Duri Ibu
November 6, 2016


Cerpen Anindita S. Thayf (Jawa Pos, 06 November 2016)

duri-ibu-ilustrasi-bagus-jawa-pos

Duri Ibu ilustrasi Bagus/Jawa Pos

SERINGKALI aku merasa seolah tengah bermimpi. Ada bulan menerobos jendela dapur dan menjelma bubur. Di kali lain, seolah ada penculik yang mengambil bayiku dan menggantinya dengan Ibu.

Meskipun sekelebat, tapi rasanya sungguh nyata. Hingga gelegak air atau panas panci menyadarkanku bahwa itu hanya permainan kesadaranku yang baru separo terjaga. Ternyata, aku sedang memasak bubur dengan mata sesekali mengatup, menahan beratnya kantuk. Persis seperti saat ini. (more…)

Mayat Mengambang di Malioboro
October 30, 2016


Cerpen Indra Tranggono (Jawa Pos, 30 Oktober 2016)

mayat-mengambang-di-malioboro-ilustrasi-bagus-jawa-pos

Mayat Mengambang di Malioboro ilustrasi Bagus/Jawa Pos

DATANGLAH ke Malioboro! Anda akan menyaksikan peristiwa yang menakjubkan. Di sini waktu terasa berhenti. Mati. Dan keajaiban dari peradaban yang tenggelam pun akan menyergap Anda. Juga, makhluk-makhluk aneh yang selama ini hanya Anda percayai sebagai mitos!

Begitu bunyi teks iklan yang terpahat di layar televisi. Huruf-huruf itu menyatu dengan gambar-gambar dengan berbagai imaji. Mengaduk perasaan. Membuncahkan rasa penasaran.

***

Ada mayat mengambang di Malioboro. Seorang polisi langsung mengevakuasi dan membawa mayat itu ke pinggir. Jenis kelamin mayat itu perempuan. Dari wajahnya yang masih segar, ditaksir usianya sekitar 23 tahun. Tubuhnya langsing. Kulitnya kuning. Rambutnya pendek, agak ikal. Wajahnya manis. (more…)