Advertisements

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia dan Lainnya

Redaksi


Teknis Standar Pengiriman Naskah

Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media.

Kompas tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe, gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula rubrik Cerita Anak Suara Merdeka, mustahil menerima cerpen dengan tema konflik rumah tangga antara sepasang suami-istri.

Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim via file attachment.

Jangan lupa di bagian akhir naskah cantumkan nomer rekening Anda untuk pengiriman honor—jika dimuat, alamat email, dan nomer hp.

Pada subjek email untuk pengiriman cerpen ditulis CERPEN: JUDUL CERPEN .

Tulis pengantar singkat-padat-jelas pengiriman cerpen pada badan email. Dan, akan lebih baik jika dalam pengantar ditegaskan tentang lama status cerpen yang dikirim.

“Jika setelah DUA BULAN cerpen ini belum dimuat, maka akan saya kirim ke media lain….”

Selesai.

Tarik nafas dalam-dalam, ucapkan syukur karena telah menyelesaikan sebuah cerpen dan mengirimkannya ke media. Berdoalah semoga layak muat dan dikirim honornya jika dimuat. Amin.

Dan, teruslah (belajar) menulis kreatif lebih baik lagi!

 .

Selatan Jakarta, Gatsu 52-53 Lt.14

17 Januari 2012 09:29 WIB

 

BERIKUT alamat email redaksi koran yang cerpen dan cernaknya ditayangkan di lakonhidup.com Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat email redaksi dan honor pemuatan cerpen dan cernak tersebut, dimohon bantuannya untuk menuliskan pada komentar Anda. Terima kasih.

1. Kompas

opini@kompas.com

Ada konfirmasi pemuatan cerpen dari redaksi via email.

Honor cerpen Rp. 1.400.000, biasanya 2-3 hari setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

2. Republika

sekretariat@republika.co.id

Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Honor cerpen Rp. 371.000,—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair.

3. Jawa Pos

editor@jawapos.co.id

Honor cerpen Rp 925.000 – Rp. 1.000.000, ditransfer 1-2 minggu setelah cerpen dimuat.

4. Suara Merdeka

red_sumer@yahoo.com, swarasastra@gmail.com

Cerpen maksimal 9.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 300.000, hubungi redaksi untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.

5. Koran Tempo

Untuk artikel Sastra Koran Tempo Akhir Pekan bisa dikirim ke email: sastra@tempo.co.id

Honor cerpen Rp. 750.000,  ditransfer seminggu setelah pemuatan.

6. Media Indonesia

cerpenmi@mediaindonesia.com

Kriteria umum naskah 9.000 karakter. Honor pemuatan cerpen Rp. 700.000 sampai Rp. 1.000.000.

7. Tribun Jabar

cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com

Panjang naskah 7.500 karakter termasuk spasi. Honor pemuatan cerpen Rp. 300.000, dikirim seminggu setelah cerpen dimuat.

8. Kedaulatan Rakyat

jayadikastari@yahoo.com

Pengiriman naskah cerpen, panjangnya mohon dibatasi, maksimal 3.000 karakter atau sekitar 3 halaman kwarto, spasi ganda. Honor cerpen Rp. 300.000, biasanya seminggu setelah pemuatan sudah ditransfer.

9. Cerita Anak (Cernak) di Suara Merdeka

yunior_sm@yahoo.co.id

Honor Rp. 150.000.

Panjang Cernak 500-700 kata, tetapi kadang sampai 1.000 kata.

Untuk penulis di Jawa Tengah, pengambilan honor di kantor perwakilan Suara Merdeka di kota terdekat. Untuk penulis dari luar Jawa Tengah, pengambilan honor (cukup) susah karena TU/Bagian Honor Suara Merdeka tidak punya stok uang tunai. Kalau kebetulan di TU ada uang tunai, maka petugas honor bersedia mentransfer honor untuk penulis dari luar Jawa Tengah.

10. The Jakarta Post

The email for submitting stories is shortstory@thejakartapost.com

We are looking for contemporary fiction between 1.500-2.000 words by established and new authors. Stories must be original and previously unpublished in English.

Honor the publication of short stories is Rp. 950.000.

 

Advertisements

643 thoughts on “Redaksi

  1. Trims untuk alamatnya,namun ada beberapa yg mau saya tanyakan:
    1. Bagaimana dgn Media Indonesia, apakah masih menerima kiriman cerpen?
    2. Sinar Harapan,beberapa bulan ini setelah saya cek lewat internet sudah tidak pernah lagi ada cerpennya? Atau apakah koran2 itu tetap membuka ruang bagi yg mengirim cerpen hanya akhir2 ini tidak ada yg kirim cerpen ke media tersebut?
    3.Batam Pos, alamatnya untuk kirim cerpen?
    4. Bagaimana cara mengecek cerpen yg dimuat di Tribun Jabar lewat internet?
    5.Jurnal Prosa, tabloid, majalah atau koran?

    Like

    1. 1. “Media Indonesia” sudah lama tidak lagi memuat cerpen.
      2. Saya pernah membaca cerpen S. Jai di “Sinar Harapan”, 29 Mei 2010. Silahkan Anda cek pada link ini http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/cemburu/ Atau Anda bisa menghubungi Sujai Marali (facebook) utk memastikan ada/tidaknya rubrik cerpen di “Sinar Harapan”
      3. Setahu saya “Batam Pos” SANGAT tidak menghargai penulis dalam masalah honorarium, makanya tidak saya cantumkan alamat email redaksinya. Saran saya, lebih baik Anda mengirim ke media lain saja 🙂
      4. Silahkan Anda cek langsung ke laman web Tibun Jabar ya!
      5. Waduh, Anda bertanya terus sih. Kan bisa tanya sama Mbah google tuh….

      Liked by 2 people

  2. Assalammualaikum wr. wb
    Yth…

    Saya senang mengetahui ada alamat redaksi secara Online, karena saya senang menulis karya tulis seperti Cerpen dan Novel maupun Puisi,, saya harap Anda dapat memberitahu saya tentang alamat redaksi yang menerima Karya-karya tulis tentunya alamat yang masih Aktif.

    Terimakasih,
    Wassalamammualaikum wr. wb

    Nurul

    Like

  3. Assalammualaikum wr. wb
    Yth…

    Bagaimana cara mengecek terbitnya Karya tersebut melalui Internet..?.,

    Terimakasih,
    Wassalamammualaikum wr. wb

    Nurul

    Like

    1. Wa ‘alaikumussalaam wr. wb,

      Beberapa koran yang sudah memiliki website permanen atau epaper, seperti “Kompas”, “Republika”, “Koran Tempo”, “Jawa Pos”, “Suara Merdeka”, “Suara Karya”, “Suara Pembaruan’, “Surabaya Pos”, “Lampung Post”, “Pikiran Rakyat”, “Jurnal Nasional”, dll. bisa dicek via address websitenya pada hari H pemuatan cerpen, yaitu hari Sabtu atau Minggu.

      Kalau masih bingung juga bagaimana cara mengeceknya, Anda bukalah laman muka google.com, kemudian ketikkan “Jawa Pos” misalnya, pilihlah address koran “Jawa Pos” yang ditampilkan paling atas dari google, maka Anda akan masuk ke “rumah online” koran “Jawa Pos”. Carilah rubrik CERPEN dari rubrik-rubrik yang ada di koran itu. Khusus untuk koran “Jawa Pos”, rubrik cerpen ada di pojok kiri paling bawah dari monitor Anda.

      Liked by 1 person

  4. Salam kenal mas Setta,
    trima kasih dengan alamat2 emailnya,

    bagaimana caranya mencantumkan biodata saat baru pertama kali mengirim cerpen jika tidak punya latar belakang pendidikan sastra tapi serius menekuni dunia cerpen dan juga tidak punya tempat bergiat atau komunitas.

    apakah perlu dijelaskan bahwa orang itu belajar otodidak atau cukup dgn nama pena saja dan nomor rekening?

    trima kasih sebelumnya.

    Like

    1. Salam kenal kembali,

      Jika saya yang menjadi redaktur, saya akan lebih fokus pada kualitas cerpen yang masuk ke redaksi daripada nama besar pengarangnya. Namun, saya nguping dari beberapa rekan penulis, ada beberapa redaktur koran yang masih suka gemerlap nama besar. Sebut saja Mas Triyanto Triwikromo (Suara Merdeka) dan Nirwan Dewanto (Koran Tempo). Tapi, tak usah gentar, kirim sajalah.

      Beri saja pengantar, semisal begini:

      “Saya dengar dari Benny Arnas (hehe, sorry Benn), Mas Nirwan gak mau muat cerpen karya penulis pemula di Koran Tempo ya? 🙂 Gak apa-apa, anggap saja saya sedang ngisi absen ngirim cerpen ke sebuah koran nasional.

      Tapi, eit, ada baiknya dibaca dulu. Dan silahkan dipertimbangkan kelayakkannya. Danke schoen….”

      Begitu. Santai sajalah, tidak dimuat ya nulis lagi yang lain dan atau ditulis ulang, dan kirim ke koran lainya setelah maksimal 3 bulan tidak ada kabar sama sekali.

      Tentang biodata singkat penulis, boleh juga dituliskan di bagian akhir naskah. Kamineri Delom, lahir di X tanggal 5 September 199y. Penikmat sastra dan pembelajar otodidak. Saat ini bekerja/kuliah di Z.

      Semoga bermanfaat. Rekan lain yang mau menambahi dipersilahkan.

      Like

  5. Trima kasih sekali lagi.

    Memang susah berkembang sastra Indonesia jika masih ada redaktur sastra yg penilaian utamanya terletak pada nama besar pengarangnya. Lebih parah lagi jika tanpa membaca cerpennya atau baca tapi tdk menyimak baik2 cerpennya tapi sudah tahu dgn nama besar penulisnya, misalnya Putu Wijaya atau Arswendo Atmowiloto,langsung muat,he..he.. (smoga yg ini tdk pernah terjadi)
    Sejelek bagaimanapun tulisannya kemungkinan besar dimuat ya..he..he…

    Mungkinkah cerpen yg dikirim Agus Noor ke Tempo atau Kompas ditolak masa-masa kini? kemungkinan besar tidak kali ye…. 🙂

    Padahal belum tentu kan seorang pemula( yg saya maksud baru pertama ngirim ke media tersebut) cerpennya itu tdk layak muat andai penilaian utama pada kualitas karya.

    Saya jadi berpikir ngirim ke Tempo atau Suara Merdeka, kecuali jika saya mungkin sudah seperti Seno GA.He..he.. 🙂

    trima kasih
    salam.

    Like

    1. Wa ‘alaikumussalaam wr. wb,

      Untuk koran Kompas, kata rekan cerpenis yang cerpennya pernah dimuat Kompas, ngantrinya bisa sampai tiga bulan. Di majalah remaja (bulanan) Story, bisa lebih lama lagi ngantrinya.

      Like

        1. Kupukupubiru saya klik link webnya kok keluar ini ya

          situs kupukupubiru.uni.cc tidak dapat diakses melalui jaringan ini karena terindikasi mengandung salah satu unsur Pornografi, Judi, Phising, SARA atau PROXY.
          Jika anda merasa situs ini tidak termasuk ke dalam kategori diatas, silahkan menghubungi aduankonten [at] depkominfo [dot] go [dot] id.

          Like

  6. slm kenal,

    jika cerpen yg kedua ( jika cerpen pertama sudah dimuat) dikirim ke media yg sama, apakah biodata masih mesti dicantumkan? atau tdk perlu krn biodata penulisnya sudah tersimpan di file redaksi?

    trims

    Like

    1. Salam kenal kembali,
      Biasanya naskah yang masuk ke redaksi (sangat) banyak. Jadi ada kemungkinan redaktur yang membaca sudah tak ingat lagi naskah siapa saja yang sudah dimuat. Kalau mau dicantumkan biodata, tulis lagi saja di bagian akhir setelah naskah.

      Like

  7. Halo semua, aku punya dua pertanyaan nih, 1. dari semua alamat email koran buat ngirim cerpen di atas kira-kira yang paling welcome dan paling menghargai penulis yang mana ya? Ada yang tahu atau bisa menebak-nebak? 2. Kalau kamu ngirim cerpen ke koran atau majalah itu, teknis ala kamunya bagaimana sih? Ada yang sudi berbagi? Terima kasih sebelumnya.

    Like

    1. Saya coba menjawab sebatas pengalaman saya.

      1. Kompas, redaktur desk sastra biasanya akan membalas kiriman cerpen kita setelah sekitar 3 bulan kemudian. Berikut petikan pengembalian cerpen saya dari Kompas:

      Jakarta, 21 September 2010

      Yth. Sdr. Setta SS

      Disertai salam dan hormat,
      Kami memberitahukan bahwa pada tanggal 15 Juni 2010 Redaksi Kompas telah menerima cerpen Anda berjudul “Wak Jasim’s Fishpond” yang dikirimkan dengan {Sarana}. Terimakasih atas partisipasi dan kepercayaan yang Anda berikan kepada Kompas.

      Namun setelah kami membaca, kami menilai cerpen tersebut tidak sesuai untuk Kompas. Maka bersama surat ini kami kirimkan kembali cerpen Anda.

      Hormat kami,
      Redaktur Desk Non Berita

      Myrna Ratna

      Republika tak ada pemberitahuan, tetapi pemuatannya cepat, 1-2 minggu langsung dimuat jika memenuhi kriteria mereka.

      Pengalaman lain, cerpen saya di Jurnal Bogor dan Berita Pagi langsung dimuat di minggu pertama setelah dikirim. Suara Pembaruan bisa sampai 6 bulan baru dimuat.

      Koran-koran lain, mungkin ada rekan lain yang mau berbagi?

      2. Contoh pengantar pengiriman dari almarhum Pak Kuntowijoyo di atas bisa dijadikan salah satu referensi. Kemudian teknis standar lainnya, naskah diketik dalam MSWord A4, TNR 12, format rtf dikirim via attachment.

      Jangan lupa di bagian akhir naskah dilengkapi nomer rekening untuk pengiriman honor jika dimuat, alamat email atau nomer Hp.

      Selamat mengirim ya! 🙂

      Like

      1. Hmm, begitu rupanya. Saya senang ternyata di dunia ini masih ada manusia yang seperti Saudara Setta yang sudi berbagi dengan senang hati.

        Terima kasih informasinya, sungguh bermanfaat dan membantu saya yang masih pemula di dunia kirim-mengirim tulisan ke media.

        Liked by 1 person

      2. Mau berbagi pengalaman saja. Jawa Pos bisa sampai 7 bulan baru dimuat. Saya kirim cerpen sekitar bulan Feb-Mar, baru dimuat Oktober. Saya sendiri sudah lupa kalau pernah mengirim.
        Semoga bermanfaat.

        Like

      3. Saya ingin bertanya kembali terkait yang diatas. disebutkan kalau republika tidak ada pemberitahuan terkait pemuatan cerpen. jika kita tbukan pembaca republika bagaimana kita tahu cerpen sudah dimuat atau tidak. dan terkait pembayaran honornya seperti apa? terimakasih 🙂

        Like

      4. Sekedar info, republika sangat tidak menghargai penulis. Tidak ada pemberitahuan pemuatan, tidak ada pemberian honorarium, padahal sudah beberapa kali ditanyakan ke redaksi via email. Bagi kawan kawan yang mau ngirim cerpen, saran saya, republika jangan dijadikan rujukan.

        Like

  8. Met kenal,
    Tanpa sengaja saya menemukan blog ini,

    Kalau kirim cerpen ke Republika, Suara Karya, Suara Merdeka dan Jawa Pos apakah harus disertai foto penulisnya?
    Yg cepat ngasi honor, siapa ya?

    Trima kasih, Selamat berkarya

    Like

    1. Met kenal kembali, Amik

      Sepengetahuan saya tidak perlu disertai foto penulisnya. Yang cepat ngasih honornya sepertinya koran nasional seperti Kompas, Koran Tempo, Republika….

      Like

      1. Assalamu Alaikum

        Salam kenal Mas Setta

        Saya mau nyampaiin aja, buat yang mau ngirim naskah ke Republika, tunggu manajemen keuangannya baik dulu deh.

        Sudah hampir dua bulan sejak cerpen saya dimuat, tapi sampai sekarang belum ada honornya. Katanya sejak dua minggu yang lalu: masih diproses di bagian keuangan.

        Saya nggak tahu apa saya aja yang melum dibayar atau penulis lain juga belum.

        Bukan berprasangka buruk, hanya mengungkapkan fakta aja kalau Republika tidak cepat membayar honor saya.

        Btw, pengasuh lakon hidup nih cewek p cowok? Bung Tova bilangnya ‘saudari’? hehe

        Like

  9. Salam hangat selalu.
    Saya pernah kirim ke Kompas di lampiri Attachment window 2007, dari desk Kompas langsung forward email ke saya, bahwa Attachment tak bisa di buka. Saya di suruh pakai attachment windows 2003. Sampai sekarang saya mengirim cerpen lewat badan email, kadang di lampiri attachment windows 2007. Belum ada pemuatan. Tapi saya suka menulis kok. Tak masalah kalaupun tak muat. Saya akan share ke teman-teman fb saya. Sukses untuk Anda saudari Setta.

    Like

    1. Ya, menegaskan pertanyaan rekan Ami S di atas, Setta SS itu COWOK asli 🙂 Saudara Tova Zen saja yang tidak memperhatikan dengan seksama foto saya di tab “About” mungkin. Terimakasih untuk update infonya, Ami S. Honor cerpen saya di Berita Pagi juga belum dikirim sejak 20 Juni 2010 silam lho.

      Like

  10. salam kenal

    aku ingin bertanya, sederhana. pada halaman akhir naskah cerpen, boleh tidak ya memberi sinopsis cerita?barangkali tidak usah. soalnya 6 cerpen saya dikasih sinopsis semua di halaman akhir naskah.

    kalo sempet, mohon dibales, ya mas???? heheheee

    Like

  11. ohhh begitu yah??? saya sempet berpikir begitu, tapi hawatir kebanyakan. nanti pengiriman kedua, sinopsis dibadan email.

    oh, ya, kalau pencantuman nomer rekening dan nomer telepon apa disatukan bersama biodata yang dilampirkan di halaman akhir naskah atau dalam lampiran lain????

    saya melihat komentar komentar mas ahmadun, bahwa no rekening dalam lampiran lain.bingung oy…

    Like

  12. mohon bantuan ibu untuk contribusi cerpen yang akan saya ketik lewat E- mail. TErima kasih banyak dan mohon maaf jika ada kata kata yang kurang berkenan.

    Like

  13. Salam pena,

    Bagaimana cara menagih honor cerpen lewat email, kalau bisa kasi contoh kalimatnya? Sudah tiga bulan honorku belum dikirim.

    Trims.

    Like

    1. Saya pernah sekali menagih honor ke harian Berita Pagi via email. Sampai hari ini, setelah 4 bulan berselang bakda pemuatan, tidak ada konfirmasi balik dan tidak ada tanda-tanda honor akan dikirimkan.

      Saya kira, jauh lebih baik kita menulis lagi cerpen yang baru dan dikirim ke koran lain. Tidak usah mengirim lagi ke koran yang tidak menghargai penulis itu. Ini hanya pendapat subjektif saya. Selamat menulis, Angki!

      Like

  14. trim untk alamat2nya!

    di sini saya ingin bertanya, apakah masih di perkenankan mengirim cerpen ke jawa pos untuk di muat?

    atas perhatiannya saya ucapkan trima kasih!

    Like

  15. Buat angki, telepon aja ke redaksinya

    kalau gak bisa marah-marah, mintol ma teman yang bisa marah-marah, he he. atau masukin surat pembaca dan gak usah ngirim tulisan ke situ lagi.

    Like

  16. salam penulis

    1. pengen tanya, untuk pengiriman cerpen itu sekalian perbulan atau satu persatu.so, sebulan saya buat 10 lebih cerpen(baru sebulan ciiiii)

    2.dan apakah boleh terus-menerus dikirim ke satu koran(walau sudah terbit)? kebetulan saya masih langganan kompas (baru satu bulan). so, saya mau dibesarin dari koran kompas duluuuu

    sukses lakon hidup. saya menyukai situs mas seta ini

    Like

    1. Saran saya, jika saat ini Lulab punya 10 judul cerpen hasil editan final atau siap kirim,

      1. Kirim per judul ke koran/majalah yang berbeda. Ada puluhan koran dan majalah yang memuat cerpen tiap Sabtu/Minggu atau per edisinya. Hal penting yang perlu dicatat adalah, cermati cerpen-cerpen seperti apa yang biasa dimuat koran A, koran B, majalah C, dan seterusnya.

      Misal, cerpen dengan tema religius cocok dikirim ke Republika; cerpen yang ada berbau-bau hantu/absurd/surealis sangat disukai Suara Merdeka, tema remaja untuk Majalah Story.

      2. Sebaiknya (sangat) dihindari sebuah cerpen terbit berkali-kali oleh media yang berbeda-beda. Itu melanggar kode etik jurnalistik, khususnya terkait publikasi/penerbitan.

      Like

  17. maaf, mas menghapus pertanyaan saya. apa alasannya mas menghapus???

    mohon beri alasannya. itu lebih bijak saya kira.

    atau kalau mas bebas menghapus tiap pertanyaan pengunjung ??? saya pun bebas bertanya, bukan? so tak ada aturan untuk kedua belah pihak.

    makasih

    NB: atau mungkin komentar saya tidak masuk kali…

    Like

    1. Komentar tidak serta merta langsung ditampilkan di blog ini, tapi menunggu moderasi dari admin (baca: saya). Komentar yang tidak menggunakan nama terang, semisal hanya menuliskan nama ‘A” saja, apa pun bunyi komentarnya, akan langsung saya delete. Dan beberapa pertimbangan lain terkait muatan/isi komentar itu sendiri.

      Dan, kadang saya tidak log in beberapa hari di sini. Begitu, Lulab.

      Like

  18. trim untk informasinya!

    lalu, bgmn jika cerpen saya telah berupa ketikan?
    apa mungkin saya harus mengirim ke alamat redaksi?
    kmn saya hrs mengirim?
    dan model cerpen yg bgmn yg redaksi inginkan?

    Like

    1. Pekerjaan seorang penulis yang sesungguhnya adalah menulis ulang (editing), begitu nasihat salah seorang penulis senior. Dia menambahkan, “Saya baru pede mengirim karya ke sebuah media (koran/majalah/jurnal cerpen) paling tidak setelah sekian kali saya tulis ulang (diedit).”

      Jika Fari sudah mantap dengan karya yang dihasilkan, silahkan kirimkan ke salah satu alamat email redaksi koran yang (beberapa di antaranya) saya cantumkan di atas. Tentang model cerpen bagaimana yang redaksi inginkan, beberapa kecenderungan redaktur sudah saya jawab pada pertanyaan Lulab di atas.

      Selamat mengirim, Fari! 🙂

      Like

  19. slm kenal y,mas..sy jg penikmat sastra juga nih,kebetulan dari kecil(es de sampe es em a) biasa nulis cerpes utk koran lokal n wil jakarta..sayangnya setelah menikah malah mampet…kira2 menurut anda sbg senior cerpenis mampukah sy mengulang bakat sy yaa mas..utk menulis lg kok krg Pe De apalagi abis ditolak trs naskah ceritanya sama redaksi Kompas..mhn pencerahan n solusinya. (boleh minta YM/email) nt bisa direply balik ya mas.Terima ksh.Sukses trussss..^_^

    Like

    1. Seorang psikolog–setelah saya paksa, akhirnya mau sedikit bercerita seputar rahasia di balik wawancara kerja yang jamak dilakukan dalam sebuah proses rekrutmen karyawan untuk sebuah perusahaan/instansi/lembaga dll.

      Salah satu hal pokok yang digali dari proses wawancara tersebut ternyata adalah, apakah seorang calon karyawan itu pernah mengalami masa “kejayaan” dalam satu hal di masa silam?

      Jika jawabannya “pernah”, maka sangat mungkin ia pun akan mengulangi kembali masa “kejayaan”-nya itu di masa depan.

      Ya, jadi kesimpulannya, Mbak pun sangat berpeluang mengulang “kejayaan” masa lalu itu. Dalam hal ini, kejayaan menulis cerpen yang dimuat koran lokal dan wilayah Jakarta. Bahkan bisa lebih dari “kejayaan” masa lalu itu.

      Ayo terus kirim lagi, Mbak. Tidak hanya ke Kompas, tapi ke media-media lainnya juga. Good luck ya! 🙂

      Like

  20. Terima kasih atas infonya, sangat berharga sekali, saya memang suka sekali menulis, pikir saya daripada numpuk di komputer saja siapa sangka berguna, mumpung biaya internet kakak yang bayar, o ya saya mau tanya, saya selalu mengirim cerpen tetapi tak pernah dikasih kata pengantar? mulai sekarang akan ku coba memakainya..

    Like

  21. salam kenal
    saya pernah kirim cerpen ke beberapa media lokal seperti Harian Jogja dan Majalah Basis, sekali kirim langsung dimuat. Terus di Seputar Indonesia juga langsung dmuat, namun habis itu lama sekali tidak dimuat…
    Saya ingin belajar banyak tentang penulisan Cerpen dari blog ini, mohon diperkenankan. terimakasih

    Purnawan

    Like

  22. Salam pena!

    Lewat internet, jika mengecek cerpen yg dimuat di Kompas, Jawa Pos dan Suara Pembaruan sekarang harus login dulu. Apakah itu dibayar?
    Jika sudah login, apakah bisa dicek/ditanya arsip cerpen beberapa bulan lalu?
    Contohnya cerpen yg dimuat di Suara Pembaruan, kalo tidak salah, sudah tidak bisa dicek sejak tanggal 10 Oktober 2010 sampai sekarang. Jadi,apakah bisa dicek cerpen tanggal 10,17,24,31 Oktober juga 7,14,21 November 2010 dan seterusnya.

    Di beberapa daerah di Indonesia, koran seperti Suara Pembaruan sulit didapat/memang tak terdistribusi sampai ke daerah tersebut.
    Jadi penulis yg berasal dari daerah2 itu tidak bisa disalahkan jika cerpennya kembar, sebab ia tdk tahu karena diantara tanggal di atas ternyata cerpennya dimuat dan tdk bisa di cek di internet, lantas mengirimnya ke media lain karena setelah berbulan-bulan ditunggu tak ada konfirmasi.

    Smoga sastrawan kita memperhatikan hal-hal seperti ini…

    Trima kasih..

    Like

  23. Saya ingin sedikit berbagi informasi;
    Majalah Suara Muhammadiyah pada bulan Januari 2011 akan segera membuka rubrik untuk sastra. Tidak hanya cerpen, tapi juga puisi dan esai sastra. Ini alamat emailnya: redaksism@gmail.com
    Majalah BASIS terkadang juga memuat cerpen, alamatnya di basismajalah@yahoo.com
    Semoga bermanfaat
    oya mas Pengasuh Cerpen Koran Minggu, sepertinya penjaga rubrik cerpen di Suara Merdeka bukan mas Tiwikromo lagi. nuwun.

    Like

    1. Terimakasih berbagi infonya, Mas Nawan. Silahkan, tambah lagi peluang mengirim karya rekan-rekan ke media neh. And, so siapa gerangan redaktur sastra koran Suara Merdeka saat ini? *senada dengan pertanyaan Indika di bawah*

      Like

      1. Nah itu, teman penulis (Benni Setiawan) bilang kode jabrik cerpen bukan milik triwikromo. Kurang tahu, sekarang masih cari info dan kroscek benar tidaknya

        Like

  24. Hallo…
    Kok kalo saya kirim cerpen ke Suara Karya sering gagal? apa ada email lain?

    Jadi kalo mau kirim cerpen ke Suara Merdeka, apa dong emailnya sekarang?

    Trims ya, slm kenal semua

    Like

  25. mas mau nanya nih, karakter cerpen untuk jurnal nasional dan sindo gimana sih? dan apakah republika gak ada rubrik untuk puisi y? makasih

    Like

    1. Pertanyaan kedua, benar sdh cukup lama Republika TIDAK lagi memuat karya puisi di edisi Minggu. Hanya memuat cerpen. Dulu ada, tapi entah karena tidak ada yang mengirim atau memang kebijakan redaksi sekarang ditiadakan.

      Karakter cerpen di Jurnas dan Sindo, baiknya dirimu baca aja ya di arsip sriti.com 🙂

      Like

    1. Salam kenal kembali Mas Trimanto. Terimakasih sudah berkenan meninggalkan kenang-kenangan di ruang sederhana ini. Tolong sekalian dikomporin rekan2 FLP (khususnya Depok) untuk bisa tampil di list lakonhidup ya! 🙂 Hampir setahun lakonhidup mengudara, produktivitas FLP masih kalah jauh oleh komunitas kepenulisan lain, Mas.

      Like

  26. waaa, ku pernah dua kali cerpen dimuat di Pontianak Post, tp ga dibayar, pdhl udah janji mo dibayar. teman saya yang lain juga ky gitu.
    akhirnya kami gak akan pernah mau kirim ke sana lagi.

    Like

  27. oh geto ya mas. maaf aku masih gaptek di internet.

    ada kabar menggembirakan mas. cerpen aku tidak muat dikompas!!! hahahaaaaaaaaaaaaaaaaa.

    tapi masih 13 cerpen masih menunggu. mungkin masih lewat kompas saja lah. aku males mempelajari karakter media,hahaaaaaa

    Like

  28. makanya aku suka kirim ke kompas karena ada pemberitaannya lwat email. cocok buat pemula. aku lum tahu koran apa za yang ada pemberitahuanya…

    dan luar biasanya tgl 13 des, 7 cerpen gak muat.tapi 5 cerpen, gak tahu, muat apa gak.

    Like

  29. halo mas setta dan kawan-kawan pengunjung situs ini. pengen tanya,koran mana saja yang ada pemberitahuan kalau naskah cerpen kita ditolak atau dimuat? makasih

    11 cerpen aku mau kirim ulang ke koran lain. sudah ada pemberitaan dari kompas kalau 11 cerpen itu gak muat.

    Like

  30. saya kadang jengkel dan frustasi kalau kirim tapi tidak ada informasi antara di terima atau tidak. apa salah prosedurnya ya? padahal setahu saya sudah lengkap. gimana ini bung?

    Like

    1. Ini tentu masalah personal redaktur/manajemen masing-masing redaksi koran. Idealnya memang setelah redaktur membaca cerpen yang masuk langsung bisa memberi konfirmasi via email/sms tentang layak tidaknya. Ya, kita aja yang lebih legawa. Rajin mengecek via ePaper atau tanya pada rekan penulis di daerah lingkup edar koran tersebut. Mungkin bisa memanfaatkan media facebook.

      Like

  31. gimana cich format cara mengirimkan cerpen ke salah satu koran dan apa2 saja syarat2 dlm pngiriman cerpen tsb dan brapa lembar minimal’a dalam mngirimkan cerpen tsb ???

    Like

    1. Kurang lebih seperti ini syaratnya, Nita: panjang naskah cerpen antara 4-10 halaman, kertas A4, spasi 1.5, diketik dengan program Microsoft Word. Tiap judul naskah dalam satu file, dan dikirim via attachment.

      Like

  32. mas daud seharusnya mencari informasi mana koran yang memang mengasih informasi atau tida mengasih informasi tentang muat atau tidaknya. seperti saya,cuma kirim ke kompas karena memang saya tahu kalau kompas memberitahukan muat apa tidaknya.

    mba nita, mengenai syaratnya:
    untuk koran kompas adalah
    – tulisan TNR
    -huruf 12
    – mak 10rb karakter dengan spasi
    -dalam subjek tulis CERPEN-JUDUL CERPEN
    -badan email diisi dengan kata pengantar singkat padat jelas
    – kirim naskah dengan file atach
    selamat mencoba!

    Like

  33. mas pengasuh cerpen, aku mau usul donk!
    gimana kalau blog ini memuat link2 cerpen surat kabar yang bersangkutan, seperti link republika untuk cerpen republika, link jawa pos untuk cerpen jawa pos — agar mempermudah kita mempelajari karakteristik cerpen-cerpen di koran-koran tersebut.

    @ mas nawan selamat ya untuk cerpennya! boleh minta e-mail radar surabaya, nya? sekaligus kisi-kisi apakah honor yang diterimanya cukup membuat kita-kita semangat untuk terus menulis? hehe…

    aku turut prihatin pada rekan-rekan yang cerpennya dimuat tapi tidak dibayar 😦

    Like

    1. @ Ken: Hmm, tentang link-link surat kabar yang dimuat di lakonhidup, saya sudah memutuskan untuk tidak menampilkannya di sini. Biarlah blog ini menampilkan dirinya sendiri seperti ini. Independen, dan tak terkait dengan blog/web/link manapun juga. Semoga bisa memaklumi. 🙂

      Like

  34. salam kenal mas setta.
    salam kenal untuk semua pekerja seni.

    ruang ini sangat bermanfaat bagi semua orang yang sudah dan akan memasuki dunia sastra.
    terima kasih atas informasi yang disajikan.

    mungkin agak nyeleneh sih mas
    sebelumnya saya minta maaf

    sekedar masukan ni mas,
    1.kenapa informasi dari koran suara pembaruan tidak ada di dalam ruang ini mas..

    2. saya pernah mengirim cerpe ke koran suara pembaruan
    kalau ndak salah bulan juli.
    ternyata terakhir bisa dilihat dari website hanya samapai tanggal 3 oktober…
    apakah ada arsip ruang ini untuk cerpen di suara pembaruan untuk bulan oktober mas?

    itu saja mas…salam kenal
    saya dari medan

    Like

    1. @ Muhammad Pical Nasution: Setidaknya ada dua pertimbangan utama kenapa di sini hanya ditampilkan cerpen2 yang dimuat di lima koran tersebut [1] Kualitas cerpen, dan [2] Kemudahan untuk mengaksesnya setiap akhir pekan, kecuali koran Jawa Pos yang berbayar (harus berlangganan online).

      Like

  35. mas Setta, maksud saya, blog ini kan cuman bisa melihat arsip cerpen2 yg diterbitkan setiap bulannya (dalam 1 bulan terdapat 5 cerpen dari koran yang berbeda). Yang saya inginkan cerpen2 itu diurutin sesuai koran yang mempublikasikannya. Agar saya atau pembaca lain yang ingin membaca cerpen dari koran “itu-itu aja” gampang nyarinya.

    Semoga dapat dimengerti

    Thanks

    Like

    1. Maaf, Ken tinggal membaca saja ribet amat sih? 🙂 Tapi kalau Ken mau, sebenarnya caranya SANGAT MUDAH! Klik pada “tag”-nya, misal “Koran Tempo” maka semua posting yang dimuat Koran Tempo yang didokumentasikan di lakonhidup akan ditampilkan list-nya. Begitu juga untuk keempat koran lainnya.

      Like

  36. aku suka menulis, entah puisi, cerpen atau novel, , !
    tapi aku enggak tahu mau dikemanakan semua itu,, karena kesibukan yang menyita waktu, !

    Like

  37. mas , numpang tanya :

    1. jika mengirim cerpen di luar kota dan alhamdulillah cerpen saya tembus , pengiriman honornya lewat apa ?
    2. PENGANTAR itu di bagian atas atatu bawah ? Saya bingung peletakan seperti itu . hehehe .
    3. Salah gag kalo mengirim cerpen kedua koran sekaligus?

    Like

    1. Saya coba jawab ya:
      1. Kalau Dhanar punya nomer rekening, sertakan nomer rekening di bagian akhir naskah. Hubungi via email redaksi untuk menagih honor, atau kalau tahu nomer hp redaksi, telepon saja.
      2. Pengantar tulis saja di badan email.
      3. Kalau satu cerpen dikirim ke dua koran sekaligus dalam satu waktu bersamaan, sebaiknya dihindari.

      Like

      1. oh gitu ya kak . .
        makasih banyak yaa ..
        saya Lg semangat”nya nih buat nuLis ..

        tp saya suka makan hati , di kota saya hanya yg punya nama yg tembus terus . ckckckc ..

        Like

  38. Salam semuanya…
    Mau tanya dong. Ada yg tau gak nominal honor cerpen untuk media2 yg di atas. Cuma mau membandingkan dgn honor cerpen yg diberikan oleh sebuah koran lokal di kota saya.
    Salam kenal Mas Setta..

    Like

    1. Salam kenal kembali, Anies.
      Berikut ini sebagian data honor cerpen dari rekans penulis yang karyanya pernah dimuat di koran/majalah dimaksud.
      [1] Kompas, Rp. 1.000.000,-
      [2] Koran Tempo, tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,-
      [3] Jawa Pos, Rp. 900.000,-
      [4] Suara Merdeka, Rp. 300.000,-
      [5] Republika dan Jurnas, Rp. 375.000,-
      [6] Sindo dan Suara Pembaruan, Rp. 376.000,-
      [7] Jurnal Bogor, Rp. 150.000,-
      [8] Lampung Post, Rp. 200.000,-
      [9] Berita Pagi, Rp. 100.000,-
      [10] Majalah Story, Rp. 250.000,-
      [11] Annida Online, cerpen Rp. 50.000,-, epik Rp. 100.000,-

      Like

      1. boleh tambah informasi: kalau dimuat, secepatnya konfirmasi, ya.. karena sejauh pengalaman saya untuk Republika dan Jurnas honornya agak telat.. tapi alhamdulillah juga sih dah nyampe (meski sebenarnya saya tiba-tiba menemukan saldo atm saya bertambah tanpa ada konfirmasi redaksi). di lampung post, lebih baik minta temen daerah yang nagmbilin, soalnya kata temen-temen lampost jarang transfer…

        Like

  39. Nimbrung, senang baca blog Setta ini. Nambahi sedikit saja honor Republika dulu saya sampai nagih 2-3 kali akhirnya kucur setelah satu bulanan.
    Oya, honor Kedaulatan Rakyat 400 rb. Kayaknya ini koran daerah yg paling gedhe honornya, kqkqkqkq. Tiga hari juga dah cair.
    JogloSemar: 100rb.
    Dari semua pengalaman sedikit saya seh, yang paling profesional ya kompas, honornya paling gedhe, cepat gak perlu ditagih, ckikikikikik, max 1 minggu dah cair.
    salam

    Like

      1. Saya tinggal di Jogja, tapi belum pernah membaca majalah basis dan Harian joglosemar. dimana yah bisa didapatkan kedua media tersebut? terimakasih.

        Like

  40. Sayang sekali. Di kota saya (Makassar) cerpenis belum terlalu dihargai. Sepertinya honornya paling sedikit di antara koran2 lain. Udah gitu, mesti ngambil sendiri ke redaksinya, gak pake kirim ke rekening penulis. uhh…
    jadi curhat, hehe.
    Dan lebih sayang lagi, sudah berkali-kali tulisan saya ditolak Kompas.

    Like

  41. assalamu’alaikum.
    cara jitu agar ceerpen itu dimuat biasanya dikirim pada hari apa?
    thanks buat pengelola blog ini. karena kalian membangunkan gairah menulisku yang sudah luntur

    Like

    1. Wa ‘alaikumussalaam wr. wb., Chiko
      Sepertinya tidak ada hari jitu tertentu biar cerpen kita dimuat. Kirim saja hari apa pun jam berapa pun. Kalau cerpen Chiko dinilai layak oleh media yang dikirimi, bisa jadi langsung dimuat pada minggu/edisi terdekat.

      Like

    1. Menurut hemat saya, BOLEH. Bahkan saya perhatikan cerpen-cerpen yang pernah menjadi juara lomba pun belakangan dikirim juga ke koran oleh penulisnya, seperti “Bulan Celurit Api” (Benny Arnas), “Percakapan di Serat Lontar” (Muhammad Amin), dan “Susuk Kekebalan” (Han Gagas).

      Like

  42. sapa yg tw syarat kirim naskh k suara merdeka n tempo? N’ lbih enak mna niH: Jawa pos, kompas, suara merdeka, tempo, republika, ato da yg lain?

    Like

  43. Mas, saya sangat suka membaca cerpen. cerpen apapun. tetapi giliran mau menulis, rasanya kok wagu. jadi nggak PD. ada saran untuk membuat cerpen yang bermutu?

    Like

    1. Hmm, menurut saya pribadi, menulis (cerpen, esai, puisi, atau jenis tulisan yang lainnya) itu adalah sebuah proses yang berkesinambungan. Artinya untuk menghasilkan tulisan yang bagus akan sangat ditentukan oleh seberapa sering kita menulis, menulis, menulis, membaca, membaca, membaca… Semakin sering kita menulis dan membaca, insya Alloh akan pada akhirnya kita akan menghasilkan tulisan yang bermutu itu. 🙂

      Like

  44. Salam cerpen !

    Kalo honor Tabloid Nova, Majalah Femina, Harian Global, Pikiran Rakyat, Majalah Horison, Suara Karya dan Sinar Harapan berapa ya?
    berapa lama baru cair?

    Trims…

    Like

  45. assalamualaikum.,
    Mas, kalo majalah yang nerima cerpen gokil majalah apa ya?
    dan klo mau ngirim cerpen sebaik nya lewat email apa lewat pos?

    trimakasih…

    Like

    1. Wa ‘alaikumussalaam wr. wb, Eza
      [1] Wah, saya kurang mengikuti majalah2 yang menerima kiriman cerpen gokil. Mungkin majalah-majalah remaja. Ayo mungkin ada rekan lain yang bisa bantu jawab? Silahkan…
      [2] Di zaman serba online gini, enaknya kita kirim via email saja. Redaktur koran tidak usah mengetiuk ulang cerpen kita seandainya layak muat, kita tidak perlu repot2 ngeprint, membeli amplop dan perangko, juga ke kantor pos. Jadi lebih simpel by email.

      Like

    1. Sepertinya tidak juga. Mungkin lebih tepatnya, penulis-penulis yang sudah berkecimpung cukup lama dalam dunia kepenulisan kreatif. Karena sejauh hasil pembacaan saya atas cerpen-cerpen Jawa Pos, cerpen-cerpen yang dimuat lebih dari sekadar cerita, tapi merupakan sebuah ide/pemikiran yang dalam/tidak dangkal.

      Like

      1. Edisi Sabtu (Suara Karya, Suara Pembaruan, dan Harian Global) memuat puisi. Begitu juga untuk edisi Minggu (Kompas, Koran Tempo, Suara Merdeka, Lampung Post, dll.) Namun, Republika dan Jawa Pos sudah lama tidak memuat puisi.

        Like

    1. Mohon maaf sebelumnya, posting di atas saya reposting di group “CERPEN KORAN MINGGU” di facebook tanpa minta izin lebih dulu pada rekan Sioeo. Terakhir ada 20 tanggapan dari rekan-rekan penulis lain.
      Silahkan teman-teman yang mo gabung di group “CERPEN KORAN MINGGU” search aja di facebook ya. Terima kasih.

      Like

  46. makasih Mas untuk semua infonya
    sejak september 2010 saya mulai menulis dan coba kirim ke Femina. selalu ada konfirmasi via email bahwa naskah saya diterima dan diminta tunggu minimal 2 bulan untuk konfirmasi layak dimuat/ tidak. setelah tujuh naskah cerpen saya kirimkan dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, 2 sudah ditolak, hehe, dan 5 masih menunggu, hehe. hore!!!

    Like

  47. salam pena,

    bs ksih tau gak, pa aja syarat2 kirim cerpen k jurnal bogor, kedaulatan rakyat, tempo, n suaramerdeka?

    Trima ksih…

    Like

    1. Kurang lebih seperti ini syaratnya, Iin:
      Panjang naskah cerpen antara 4-10 halaman, kertas A4, spasi 1.5, diketik dengan program Microsoft Word format RTF, font TNR 12. Tiap judul naskah dalam satu file, dan dikirim via attachment.
      Jangan lupa sertakan biodata singkat, nomer HP/alamat email, dan nomer rekening untuk pengiriman honor jika dimuat.
      Selamat mengirm ya! Good luck! 🙂

      Like

      1. Assalamualaikum….
        Min, apa kabar? Semoga sehat terus. Amin.

        Kalau kirim cerpen, biodatanya kita kirim di file yang lain lagi? Atau biodata dimasukkan di bawah naskah cerpen?

        Terima kasih, Min.

        Like

  48. Salam Kenal. Numpang nanya nih Om. Saya kirim cerpen ke Suara Merdeka kok gagal terus ya? Apakah alamat redaksinya udah diganti? Klo ya, minta alamat update-nya Om. Thks

    Like

  49. Salam kenal, saya ada beberapa bertanyaan:
    1. Adakah info tentang cerpen anak?
    2. Koran apa saja yang memuat cerpen anak?
    3. Apakah bisa dikirim melalui email?
    Terima kasih

    Like

  50. Wah, luar biasa infonya.
    Terima kasih sekali atas blog sharing yang bermanfaat sekali ini, ijin share y mas ama rekan-rekan penulis saya di Bengkulu.
    Maklum nih, disini belum berkembang cerpenis-cerpenisnya, n’ tak ada media lokal yang menghargainya, hehe, , ,

    Like

  51. saya ada pertanyaan lagi. apakah diperbolehkan, jika cerpen kita yang telah dimuat di surat kabar dibukukan untuk kemudian diterbitkan?
    terima kasih

    Like

  52. waw, informasi yang bermanfaat. Saya sudah berkali-kali kirim tapi gak pernah di muat huhuhuhuhu..
    Oh ya ada yang bisa sharing ga gimana tata cara menulis untuk sebuah buku, formatnya, alamat, dsb.
    terima kasiiihh..

    Like

  53. assalamualaikum……….
    penerbit yang terhormat.
    Bagaimana cara mengirim karya novel?
    apkh bs melaluiinternet?
    dan apkah ada kriteria2 trtentu?
    terima kasih

    Like

  54. salam sastra…
    mas, maw tanya: utk rubrik puisi kompas redakturnya skrg siapa ya?? alamat email untuk rubrik puisi di kompas apa ya?? terima kasih..

    Like

  55. @ Teman2 semua: biar pertanyaan atau unek-unek sekitar penulisan cerpen, tata cara pengiriman, alamat email redaksi koran terkini, honor dan lain-lain langsung direspon oleh teman2 penulis, saya mengajak teman2 semua (yang berkenan) untuk bergabung di group “Cerpen Koran Minggu” di facebook. Silahkan…

    Like

  56. misi ..
    mau tanya , adakah persyaratan untuk pembuatan cerpen ..??
    apa setiap redaksi mempunyai persyaratan yg berbeda beda??
    apabila ada , bisa tolong ber tahu saya ? trimakasih : )

    Like

  57. Mas Seta, kok akhir2 ini penayangan cerpennya jadi sering terlambat, ya?
    Padahal setiap hari senin aku selalu online berharap untuk baca cerpen hari minggu sebelumnya 🙂

    Like

  58. saya baru mulai mencari tahu bagaimana caranya agar karya tulis kita dapat di tulis di media massa.. thanks buat infonya ^_^
    sebenarnya saya msih ingin mempelajari lagi tentang cara menulis yang benar..
    karena saya belajar otodidak dan menyukai tulis – menulis …

    Liked by 1 person

  59. sy baca jawa pos minggu edisi kemarin tp skrg lupa dmn naruh korannya, pdhl mau kirim cerpen yg udah lama ngendon d file. kali aja mujur…nah masalahnya sy lupa aturan kirim cerpen (klo g salah sih JP minta 10.000 karakter) dan alamat emailnya, kyknya ada aturan baru. trus mau ikutan lomba cerpen juga…ada info lomba terbaru ga, lomba cerpen n lomba puisi. setau sy cm LMCR lip ice selsun. trims atas jwbnnya

    anny

    Like

  60. salam kenal…
    maf saya kan g pernah langganan koran ataupun majalah apa pun. Biasanya media memberitahu k penulis g klo tulisannya sudah dimuat?? tanpa penulis harus membeli koran atau majalah tempatnya mengirimkan cerpen. truz biasanya honornya diambil sendiri atau dikirimkan k penulis?

    Like

  61. aku memang pemula didunia tulis menulis, tapi aku telah menyukai bahasa sejak SMP. jadi penulis adalah salah satu dari deretan cita-citaku. lagi nyoba-nyoba kirim cerpen, tetap semangat untuk cerpen yang belum dimuat. . .
    terima kasih atas infonya, bermanfaat memang. tetapi masih ada hal-hal yang masih belum aku mengerti

    Like

  62. infonya bermanfaat sekali.. 🙂
    kebetulan saya mw nyoba kirim tulisan ke media, tapi bukan cerpen. ini semacam catatan dokumentasi perjalanan. lebih spesifiknya lagi pendakian gunung2 yang ada di indonesia mulai dari rute hingga budget,,, kira-kira kemana y mas kirimnya??? ada g y media yang mw nerima tulisan seperti ini???
    makasih sebelumnya y mas..

    Like

  63. aku punya novel atau puisi gimana biar langsung diterbitkan ^_^ salam kenal semua .

    aku hoby banget menulis , pak redaksi hubungi saya ya kalu puisi dan karya ku udah dimuat ^_^

    klik aja fb aku tulis di pencarian

    yhayank aiiu

    Like

  64. Mas Setta SS, mau nanya ini dulu tahun 1990 an di Yogya ada Cerpenis yang begitu produktif, nama dan karyanyanya hampir tiap Minggu ada di koran rubrik Cerpen. Namanya Bung TEGUH WINARSO AS. Akan tetapi sekarang nama itu hilang bagai ditelan bumi. Di manakah cerpenis Yogya itu?. Atau mungkin sudah jadi orang Mapan dengan penghasilannya hingga tak perlu menulis Cerpen lagi? Terima kasih. Wassalaam.

    Like

  65. Bulan September saya kirim 2 cerpen ke STORY, Oktober, saya kirim cerpen lagi ke NOVA dan KOMPAS. Karena lama tak menulis, saya ragu apakah naskah yang saya kirim via email, sudah diterima atau belum. Bgm cara mengeceknya agar saya tahu, sudah diterima atau belum? Lalu bgm cara mengetahui layak muat atau belum?

    Like

  66. Maaf, mau tanya Lagi,
    Kalau untuk mengetahui diterima atau tidak, naskah KKPA (Kecil kecil punya karya) untuk Anak SD, dimana ya? Soalanya anak saya (khalda salsabila maizar putri) pernah mengirim, tapi sama, tak tahu cara men ceknya

    Like

  67. alhamdulillah, saya ditemukan dengan situs ini, sungguh bermanfaat. berbagi adalah bagian dari sikap orang yang menghargai kemajuan. salam kenal.

    Like

  68. Tanya Mas: Bagaimana cara menyiasati Redaktur Desk Kompas, yang katanya sampai 5 orang Redaktur dengan latar berbeda dalam menyeleksi sebuah karya cerpen?

    Delfi Indra, November 25, 2011

    Like

  69. Begitu juga menyiasati agar karya puisi bisa dimuat di Kompas. Serta berapa honorarium Cerpen dan Puisi di Kompas saat ini? Tks Mas

    Like

  70. Alamat-alamat ini benar-benar telah membantu saya , hehe
    Saya juga ingin bertanya, bagaimana jika novelnya ditulis oleh seorang pelajar ? Apalagi masih awam dalam dunia tulis menulis,

    Terima kasih

    Like

  71. Assalam,,bagaimana dengan penulis baru,,,karena belakangan ini penulis baru seperti tak dianggap jika tak memenangkan lomba dulu,,,adakah media yang lebih menampung tulisan penulis baru??

    Like

  72. Terimakasih informasinya Mas..
    Saya ingin bertanya begini, saya kan tinggal di Lampung, mungkin tidak kalau saya mengrim naskah cerpen ke koran daerah lain?
    Apakah ada konfirmasi untuk pemuatan naskah?

    Like

    1. mbak, kasihan mas Setta kalau disuruh menjawab pertanyaan yang diulang-ulang. Saya sarankan mbak Thera baca semua komentar di blog ini. Saya jamin, pengetahuan mbak akan betambah banyak, terutama yang berkaitan dengan kirim mengirim cerpen

      Like

  73. assalamualaikum…
    saya mohon pada semua penerbit, hususnya yg dapat membaca sedikit harapan saya ini, agar supaya tidak pandang bulu dalam menerbitkan karya.

    Like

  74. Pertanyaan :
    Apakah semua Koran, Majalah, Tabloid, Jurnal dsb di atas, akan mengabarkan pada kita bahwa Tulisan kita akan dimuat ?
    Terima kasih atas jawabannya.

    Like

  75. Alhamdulillah. waaaaah senangnya diriku bertemu yg telah lama aku nantikan…..Blog ini! Semua yg ingin aku tanyakan soal cerpen, terjawabkan. Terima kasih banyak Mas Setta, semoga sukses selalu

    Like

  76. wah kok yang Koran Tempo, Jawa Pos, Republika dan Suara Merdeka tidak diupdate mas? Malah minggu minggu kemarin hanya Jawa Pos (mungkin yang lain tidak terbit kaleee ya, tanggal merah)….. Enak nih nek lengkap semua bisa jadi blog referensi utama para penulis cerpen, syaratnya ya itu konsisten

    Liked by 1 person

  77. Saya orang sulawesi barat. Saya punya karya berjudul “curhat kepada pena dan kertas”. Apakah bisa dimuat? Tulisan saya ini sudah ada di fb. Tetapi barusan. Karena mungkin takkan diterima oleh koran. Yang mau membaca tulisan itu tolong kirim emailnya. Ke nomor hp 08975530090.

    Like

  78. Terimakasih buat hadirnya website ini. Semangat buat pengelolanya.
    Saya ada saran, bagaiaman kalau yang dimuat juga puisi-puisi nya. jadi jangan cuma cerpen saja. demikian. Terimakasih buat tanggapannya.

    Like

  79. salam,
    Mas Setta yang baik , semoga selalu sehat dan sabar nerima pertanyaan ya. 🙂

    Sebaiknya biodata yang dilampirkan di akhir naskah itu , menyertakan data cerpen-cerpen kita yang pernah di muat di media lain atau tidak?
    Bagaimana baiknya.

    Terimakasih.
    dhieny

    Like

  80. beneran jadi tertarik ni, selama ini semasa mahasiswa baru kesampean ngirim artikel opini d surat kabar, alhamdulillah beberapa dmuat… Tp spertinya ngirim cerpen bener2 akan jd hal yg jauh lebih menarik.. Lumayan juga ya untuk penghasilan tambahan 🙂

    Like

  81. malem mas
    salam kenal pula…..

    sangat bersukur aku bisa berjumpa dengan blog ini ….
    oia klok pengiriman cerpen penilayannya biasanya dari apanya mas???? dari pengirimnya tau dari tema dan isinya??? klok boleh tau yang berbau kritik pemerintah masih di minati g???

    Like

    1. silakan kritik pemerintah, toh semua cerpen yang pernah dimuat di media massa selalu mengkritik pemerintah. sastra, mengkritik tanpa menyakiti, menyembelih tanpa mengeluarkan darah, dan membunuh tanpa menghilangkan nyawa

      Like

  82. ini adalah sebuah harapan baru bagi Q .
    aQ ingin mengirim karya2 Q ;tapi selalu gagal
    bagi yg membutuhkan jasa seorang pengarang cerpen atau puisi bisa hubungi saya
    ZIKRI FADHILA
    KONTAK:0857664132368576641363
    TERIMAKASIH

    Like

  83. subhanallah ya, semua pertanyaan dijawab dengan detil dan penuh kesabaran 🙂 salut!

    ada yang tahu penerbit yang bersedia meneriman naskah novel?

    Like

  84. B0lehkah mengirim satu tulisan (cerpen atau puisi), tapi langsung ke beberapa media masa?.
    Trimakasih atas jawabannya.
    Kalo bisa, jawabannya lewat facebook (Fian Yarluth)aja ya.,

    Like

  85. Mas Setta yang baik, sukses buat Anda! Mau tanya: Kenapa cerpen SUARA PEMBARUAN tdk dimasukkan dalam Lakon Hidup? Thanx, Salam Gottar Pirre

    Like

  86. Mas Setta yang baik, sukses buat Anda! Saya mau tanya dan usul dikit: Tanya: Kenapa cerpen SUARA PEMBARUAN tdk dimasukkan dlm LAKON HIDUP? Usul: Bagaimana kalau kita desak harian MEDIA INDONESIA beramai-ramai, agar membuka kembali Rubrik Sastra Minggu. Terima kasih, Salam Gottar Pirre

    Like

  87. tanda-tanda jika tulisan kita itu sudah diterima itu seperti apa yah ?
    oiya saya pemula ..saya tidak tahu jika mengirim cerpen atau puisi diharuskan hanya ke satu redaksi saja ..bagaimana jika sudah terlanjur dikirim ke redaksi lain namun karya yang dikirim sama ? mohon bantuan dan jawabannya

    Like

  88. Bismillah assalamualaikum,

    saya baru coba kirim puisi, boleh tanya kah? majalah apa yang suak memuat essai tentang islam yah? karena tulisan yg banyak sy buat adalah kebanyakan bernuansa ISLAM.

    saya bukan penulis terkenal, tapi saya suka menulis… dan penikmat sastra 🙂

    terus bagaimana mau thu kalau naskah sudah diterbitkan atau blm, sy tdi kirim ke kompas sama swara karya.

    syukran…

    wassalamualiakum

    Ratih Septiana

    Like

  89. salam kenal mas,
    thanks bwt infonya, sukses slalu bwt mas
    kota asal sy medan (sumut),
    sy mw tnya mas, no rekening yg d’kirim khn bebas dr bank apa saja?

    Like

  90. Congratulation mas Setta, blognya keren banget. Cuma sharing aja ya, saya terkaget-kaget begitu tahu kalau ada media yang tega menghargai sebuah karya sebesar 50 ribu saja.Pembantu saya aja dapat gaji 20 ribu sehari, kerja mulai jam 7 s.d. 11 siang, tidak menginap, jobdis-nya cuci piring, bersih-bersih, setrika, cuci baju(pakai mesin). Lha ini, karya yang dibuat penuh penghayatan, penjiwaan,butuh berhari-hari buat nyari inspirasi, belum ngetiknya,belum ke warnetnya (kalau tidak punya internet sendiri). Untung cerpen saya belum dimuat, kalau sudah barangkali saya bisa pingsan dapat honor cuma 50 ribu. Sepertinya kita harus bikin unjuk perasaan seperti teman-teman kita yang di Hollywood itu lho. Hargai karya penulis, setidaknya per kata, misalnya, seperti kalau kita kirim artikel freelance ke media luar, bayarnya per kata minimal 2 ribu rupiah. Ada juga yang bayar 1 Dollar US untuk satu kata. Jadi kalau 1000 kata berarti dapat 1000 Dollar, kalikan aja dengan kurs sekarang yang sekitar 9 ribuan. Begitu aja sih…..

    Like

  91. salam kenal saya naya,,,kemaren tgl 27 februari 2012 saya telah mengirimkan puisi ke jawa pos mau bertnya apa ada kemungkinan honor tdk dibayar??dan apa puisi yang sudah kita kirim pasti di muat di koran atau dibuang????

    Like

  92. Salam kenal,

    Saya baru saja kirim cerpen ke koran Jawa Pos. Awalnya ke alamat sastra@jawapos.co.id lalu saya baca ada info baru yang menyebutkan alamat lain dari jawapos. dos@jawapos.co.id dan editor@jawapos.co.id

    Lalu saya foward email saya yang kemarin itu ke kedua alamat email tersebut. dan saya mendapatkan balasan kalau untuk cerpen silahkan kirim ke sastra@jawapos.co.id

    Mohon penjelasannya. mana yang terupdate?

    Oya, sekalian tanya ya pak… kalau Sindo itu tipe/karakter cerpennya seperti apa ya?

    Dan untuk 10rb karakter itu umumnya berapa halaman. (apakah benar sekitar 4 halaman?)

    TErimakasih untuk jawabannya.

    salam hormat

    Like

  93. buat teman-teman semua(by the way,makasih buat mas setta yang mengijinkan kita pakai blognya buat sharing)kalau memang mau jadi pro di bidang tulis menulis,dan dapat income dari situ,saya sarankan buat cari media luar,jadi freelance writer gitu.memang butuh skill di english tapi dapetnya lumayan.di Indonesia kayaknya sudah ada komunitas penulis lepas untuk media berbahasa Indonesia, tapi di luar jumlahnya udah ratusan. coba aja googling di freelance writer.Dan buat mas Teguh Afandi, gimana kalau kita organize sebuah gerakan pensejahteraan penulis Indonesia yang ga melulu menagih royalti, menunggu honor hingga karena kecewa harus menerbitkan karya sendiri pakai uang sendiri. biar penulis kita bisa kaya kayak J.K Rowling. Siapa yang setuju????

    Like

  94. maaf, kalo boleh kami bertanya, apakah nama cerpenis yang namanya tercantum dibawah adalah yang sudah familiar di semua media, atau media terkhusus saja? kalo media terkhusus, media apa sajakah itu?

    Like

  95. Terimakasih untuk infonya… (*_*)

    Semakin bersemangat nih untuk berkarya.

    Perlindungan dan Pemeliharaan Tuhan yang Maha Sempurna senantiasa menyertai setiap langkah kehidupanmu dan keluarga mu ya Mas Setta. Amin!

    Like

  96. saya ingin update untuk cerpen koran dong berapa minimal karakter yang digunakan dan alamat e-mail yang harus dikirim dan masih aktiv ter update mas??mohon bimbingannya.. thanks

    Like

  97. Nagih honor di Republika emang harus gencar. Pengalaman di cerpen saya ‘Pulang’. Yang lebih parah majalah Kartini. Cerpen ‘Di Antara Puing-Puing’ saya (lupa bulan dan tahun terbitnya krn udah lama banget) gak ada pemberitahuan sama sekali. Setelah saya tahu (tanpa sengaja via teman, beberapa tahun setelah terbit), saya hubungi Kartini. Semula mereka janji honor akan dibayar. Krn gak kunjung dibayar, saya tagih lagi. Jawabannya sadis: orang yg ngurusin honor cerpen sudah ganti. Jadi, sampai saat ini, ya gitu deh…. Sampai sekarang Kartini masih utang tuh sama saya.

    Like

  98. Kalau alamat2 email yang diatas itu bisa jadi di contact untuk nanyain sesuatu ga? misalnya saya bertanya tentang batasan usia atau batasan karakter. Terimakasih 🙂

    Like

  99. sya mau tnya,, sya kan mau krim crpen,, trus klo msalnya cerpen yg sya krim tu dimuat, trus kan dpet honor,, tpi sya tdk punya rekening, tu transfer honornya gmana ??
    jawab ya..

    Like

  100. aku baru saja dr Kompas untuk mencoba mengirim puisi suamiku..ternyata mereka tidak menerima puisi…sedih..kira2 kirim kemana lagi ya?..suamiku lulusan sastra UI…dia pernah buat artikel dan dimuat dimajalah Gaharu…tks

    Like

  101. assalamualaikum mas,
    saya mulai tertarik tulis menulis sejak dulu. apalagi semenjak demam kpop. saya jadi lebih suka menulis. saya pernah mengirimkan cerpen ke sebuah majalah. tapi sampai sekarang belum mendapatkan balasan yang jelas. saya kirim via pos, karena pada majalah tersebut lebih tertera alamat redaksi dari pada alamat emailnya. saya kirim tanggal 29 februari 2012. apa saya harus kirim ulang via email. atau bagaimana? mohon bantuan dan penjelasannya mas.
    wassalamualaikum.

    salam kenal,
    maryana j.

    Like

  102. Blog ini sangat bermanfaat bagi para pecinta sekaligus penikmat cerpen. Saya ucapkan terima kasih kepada Admin yang telaten. Hanya saja untuk tampilan yang sekarang, kok sepertinya lebih keren dan gampangtampilan yang kemarin ya, maksud saya yang dtampilkan di beranda tidak hanya satu cerpen di media yang satu. Kemarin-kemarin cerpen di Kompas, Jawa Pos, Tempo, Republika dan Suara Merdeka ditampilkan semua dalam satu halaman di beranda… 🙂

    Like

  103. Mas, saya mau nanya contoh surat pembuka di badan email itu bagaimana ya? Apa saja yang perlu dicantumkan di badan email? Salam redaksi, sebutkan nama kita, sinopsis cerita (apa sinopsisnya hrs lengkap sampai ending atau garis besar cerita saja?), terakhir penutup, sudah cukup kah?

    terima kasih sebelumnya

    Like

    1. Ini ada contoh pengantar pengiriman cerpen dari Bang Saroni Asikin (cerpennya dimuat koran Jawa Pos edisi 2 Oktober 2011), semoga membantu ya.

      Dari: Saroni Asikin
      Kepada: Jawapos Jawapos
      Dikirim: Kamis, 15 September 2011 5:25
      Judul: Cerpen STRIPTEASE DI JENDELA-Saroni Asikin

      Semarang, 15 September 2011

      Kepada
      Yth. Redaktur Cerpen Jawa Pos
      di tempat.

      Dengan hormat,
      Bersama ini saya kirimkan sebuah cerpen saya bertajuk “STRIPTEASE DI JENDELA” (dalam Lampiran).
      Saya sangat berharap cerpen ini Anda baca dan kelayakan pemuatannya sepenuhnya hak Anda.
      Atas pembacaan dan pertimbangan Anda, saya ucapkan terima kasih.

      Hormat saya,

      Saroni Asikin
      saroniasikin@yahoo.co.id
      Tlp. 081390317733
      Rek Mandiri Pati, an Saroni Asikin 1350005188246

      Like

  104. Assalamualaikum w w. Mas, saya suka menulis cerpen dan ingin sekali cerpen saya dimuat dikoran, tapi saya ragu cerpen saya bagus atau tidak. Sudikah kiranya Mas Setta mengoreksi cerpen saya. Terimakasih. Mantap bos blognya. wasalamualikum w w.

    Like

  105. Salam kenal mas Setta.informasi2 dr blog ini sangat2 membantu saya sbg pemula yg begitu tertarik dlm tulis menulis.Tp karena saya sangat awam alias gaptek,bisa nggak mas Setta memberi saya petunjuk bgmn cara menulis dlm dunia internet beserta cara pengiriman sebuah naskah cerpen ke suatu media???atas bantuan mas Setta saya ucapkan terima kasih

    Like

  106. bagaimana jika kita sudah mengirimkan karya kita namun kita tidak memuatkan nomer hp atau nomer rekening..apakah media akan memberitahukan lewat email?

    Like

  107. Hai.. q mo tnya donk..
    1. Apa sih? syrat-syarat cerpen di majalah bobo & koran kompas anak??
    2. Kalo kita mau mengirim cerpen ke redaksi-rdaksi di atas apa harus di cantumkan nomor rekening??

    Like

  108. Wah, sangat membantu info-infonya. Saya jadi ingin mengirimkan karya ke koran-koran. Terima kasih untuk info alamat, semoga selalu up date, karena bisa saja manajemen koran-koran berubah-ubah….

    Like

  109. mas, itu email redaksi gadis kok gak bisa ya? ada kiriman balik “Mail Delivery System” gitu dari yahoo. kenapa ya?

    2) kalau cerpen majalah esquire yg dimuat temanya apa ya?
    3) bisa minta web yg memuat cerpen2 esquire?

    Like

  110. I write a comment when I appreciate a post on a site or if I have something to valuable to contribute to the conversation. It is caused by the sincerness communicated in the post I browsed. And after this article Redaksi Cerpen Koran Minggu. I was excited enough to drop a comment 😉 I actually do have a couple of questions for you if it’s okay. Is it only me or do a few of these remarks come across like they are coming from brain dead visitors? 😛 And, if you are posting at additional places, I’d like to follow everything fresh you have to post. Could you make a list every one of your shared sites like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?

    Like

  111. Selamat Siang..

    Saya ingin bertanya, apakah ada syarat-syarat tertentu jika saya ingin mengirim cerpen ke redaksi Kompas?
    dan tingkatan ceritanya apakah harus yang cukup rumit atau tidak?
    untuk si penulis cerpen apakah ada batasan umur?..
    untuk jawabannya saya ucapkan Terimakasih..

    Salam Felizia..

    Like

  112. Permisi, apa ada daftar alamat media massa di atas? Pengiriman harus lewat e-mail, kah? Jika honor diterima apakah harus melalui rekening tidak bisa dengan media lain? Terima kasih jawabannya…

    Like

  113. Dear Mas Setta,
    Beberapa hari lalu saya terima surat dari redaksi Kompas kalau cerpen anak saya belum layak muat. (untuk Cerpen yang saya kirim bulan Maret 2012, respon bulan Mei 2012)

    Tapi yang cerpen umum, belum ada kabar sampai sekarang. Pun yang di Koran Tempo dan Jawa Pos.

    Apakah mereka sama akan mengirimkan surat tentang cerpen yang ditolak dan layak terbit?

    Karena saya sudah kirim email mohon konfirmasi, tapi belum ada jawaban sampai sekarang.

    Sebaiknya saya tanya lagi atau saya tunggu ya mas…???

    Terimakasih.
    Milka

    Like

  114. Solopos : Cerita Remaja (Cerja) = 90ribu, Cerpen = 100 ribu, Puisi dari anak=15ribu. Itu honor di tahun 2006.
    Tanya : Kalo gak ngasih nomor rkening, seandainya cerpen dimuat, apa dikirim lewat weselpos, seperti di Solo Pos?

    Like

  115. hemtz…mau tanya nih, kalo admin sendiri biasanya ngirim cerpen ke redaksi mana? dan redaksi apa yang sudah bertanggung jawab/ ngasih honor ke admin?

    Like

  116. arigato gozaimashita ne mas setto. dari blog ini saya jadi tahu bagaimana cara mengirim karya sastra yang bener… thanks ea mas

    Like

  117. Bagaimana kalau saya mengirim cerpen ke beberapa radaksi dan di muat di 2 radaksi contohnya, apakah tidak apa-apa? amsalahkah itu ??

    need response please.

    1 lagi, kalau cerpen bahasa inggris dapat di kirim kemana ??

    thanks

    Like

  118. maaf baru nemu website ini, gak sanggup baca komennya satu per satu. Maaf kalo sudah pernah ada yang nanya tapi sepertinya belum:
    1. dari koran2 yang disebutkan di atas, mana yang masih bersedia menerima cerpen terjemahan?
    2. kok http://www.sriti.com udah gak bisa dibuka ya?
    Thx

    Like

  119. assalamualaikum wr wb
    saya baru ingin menulis cerpen dan pengen nyoba buat menirim , saya punya 2 pernyanyaan nih :
    kalo mau mengirim cerpen emang harus di kasiin biodata ?
    terus pendahuluannya itu kayak gimana ya ?
    terimakasih atas jawabannya 🙂

    Like

  120. Dear Mas Setta,
    saya mengirim cerpen ke Jawa Pos sejak Bulan Maret tapi belum ada konfirmasi apa-apa.

    Bolehkah saya mengirimkannya ke media lain?

    Terimakasih.

    Like

  121. Rekan pembaca yang budiman,
    Mohon maaf, pertanyaan-pertanyaan yang ada di ruang ini sangat jarang saya tanggapi lagi. Jika berkenan, saya mengundang rekan sekalian untuk bergabung di group Cerpen Koran Minggu (CKM), perpanjangan tangan dari blog ini di Facebook. Silakan klik link berikut untuk bergabung http://www.facebook.com/groups/165242920187468/
    Insya Allah nanti akan saya tampilkan pertanyaan-pertanyaan di ruang ini di group CKM. Terimakasih.

    Like

  122. makasih atas informasi yang sudah ada,,saya mau bertanya ,bagaimanakah caranya agar kita tahu bahwa cerpen atau puisi kita di muat dalam suatu koran ataw majalah,,yang di muatnya di salurkan karna sebelumnya ngga bisa di muat,makasih atas jawabanya

    Like

  123. mas ada yang mau saya tanyakan,,apabila cerpen atw puisi kita di muat pada koran tw tabloid yang kita kirim,apakah kita di beri kabar dari redaksinya,dan bagaimana caranya agar kita juga tahu bahwa cerpen kita di muat,terimakasih

    Like

  124. saya ingin bertanya, bagaimana cara mengirim puisi ke redaksi Kompas beserta persyaratannya? Saya pernah sekali mengirim, tetapi permanent error. Apakah ada kesalahan dalam teknis atau proserdurnya yg salah. Mohon dibantu, terima kasih 🙂

    Like

  125. slm kn. untk pengmn cerpen perdna, kira2 ada kmngkn untuk di terbit g’? krn cerpenist2 senior kn pasti ngrm trs. htng untuk nmbh mtvsi sy untuk nilis cerpen…he..he

    Like

  126. ass…
    apa kita bisa ngirim cerpen ke dua majalah atau lebih sekaligus???
    terus kalau cerpen kita di muat di dua majalah, bagaimana???
    dan apakah cerpen yang kita kirim harus 10.000 karakter?? tidak boleh kurang??

    Like

  127. salam kenal mas.

    mas, saya ini suka sekali menulis,, nah baru setelah lulus sma ini saya berkeinginan untuk mengirim cerpen ke redaksi koran,, tapi masalah nya kan saya masih pemula.
    saya minta saran nya mas, redaksi koran mana yang tidak melihat cerpen dari pengarang nya saja melainkan isi nya?
    mohon bantuan nya mas.
    terimakasih:)

    Like

    1. Salam kenal kembali.
      Tidak mesti harus buat rekening dulu, kalau misal cerpen kita dimuat, honor bisa ditransfer ke rekening ayah/ibu/teman atau siapa pun yang kita percayai. Bisa juga diambil langsung ke kantor redaksi atau diambilkan teman dengan surat kuasa.

      Like

  128. terimakasih untuk informasi nya, tapi saya masih bingung, dengan hal apa yang harus saya tanyakan, padahal banyak yang ingin saya tanyakan. langkah awal awal anda menulis cerpen, atau novel lalu mengirimnya? terimakasih kakak

    Like

  129. 1, saya adalah seorang siswi dari salah satu SMK swasta dari jatim ( tepatnya, di kediri ), saya tidak mempunyai no rekening. Bagaiman solusinya ?

    Like

    1. Tidak mesti harus buat rekening dulu, kalau misal cerpen kita dimuat, honor bisa ditransfer ke rekening ayah/ibu/teman atau siapa pun yang kita percayai. Bisa juga diambil langsung ke kantor redaksi atau diambilkan teman dengan surat kuasa.

      Like

  130. saya Mahasiswa baru jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. dan masih unyu-unyu dlam berkarya. namun setelah menemukan web ini saya menjadi termotivasi buat memulai berkarya .. 😀 . insyaallah.

    Like

  131. saya anak MAN Tegalrejo magelang saya ingin mengirim puisi tapi seperti masalah temen temen di atas saya tidak punya no. rekening itu gimana ? mohon balasannya akan saya tunggu . lo ketentuan puisi apakah sama dengan ketentuan saat menulis cerpen .

    Like

  132. saya ingin bertanya.apa ada alamt email jawa pos yang baru?jika memang ada tolong beri tau aku karna aku ingin mengirim cerpanku.tadinya aku mau kirim ke kendari pos tapi ternyata kendari pos sudah tidak menerima cerpen sejak tanggal satu januari 2013 yang lalu.

    Like

  133. Assalamu’alaikum
    saya mau tanya tentang redaksi kompas,cerpen dengan tema apa saja yang diterima ?
    Terimakasih sebelumnya
    wassalamu’alaikum

    Like

  134. assalamualaikum
    maaf kak saya mau tanya, saya mau mangirim cerpen saya, kakak tau tidak redaksi majalah yang masih mau menerima cerpen ?

    Like

  135. Assalammualaikum wr. wb
    Yth…

    Saya senang mengetahui ada alamat redaksi secara Online, karena saya senang menulis karya tulis seperti Cerpen dan Novel maupun Puisi,, saya harap Anda dapat memberitahu saya tentang alamat redaksi yang menerima Karya-karya tulis tentunya alamat yang masih Aktif untuk saat ini.

    Terimakasih,
    Wassalamammualaikum wr. wb

    eva puspita sari

    Like

  136. Saya sangat terbantu dengan alamat email koran diatas, dan saya pakai caraku sendiri untuk mengetahui email itu VALID apa gak, dengan cara mengirimkan email ke semua alamat Email diatas, jadinya dari Jawa Pos dan Kompas (yang honornya gedean…eheheheh) membalas tentang cara-cara mengirimkan karya dan membuat karya yang baik.
    oke terima kasih ADMIN
    salam Sastra Indonesia

    Like

  137. maaf mas sebelumnya mengganggu sebentar,,:)
    mau nanya,,
    ini kan laptop ku gak bisa buka Microsoft Word,,,
    trus kan gak bisa d buat ngetik buat cerpen,,
    nah kalau cerpennya di tulis pake notepad gak apa-apa..??
    tolong di balas ya mass,,,:)

    Like

  138. Maaf mas, saya mau tanya. Saya siswi SMA tapi saya tertarik dengan dunia menulis cerpen. Saya sudah mencoba menulis cerpen sejak SMP. Dan saya ingin mencoba mengirim ke koran/majalah. Kira-kira koran/majalah apa ya mas yang cocok dengan cerpen anak atau remaja?

    Like

  139. Salam kenal, Kak Setta.
    Saya sekarang sedang mencoba menekuni kegemaran baru saya menulis, terutama cerpen.
    Kak, apa ada penulis yang mungkin bisa diajak sharing? Terutama sm yg masih belajar seperti saya.

    Like

  140. Cerpen saya juga sudah berkali-kali ditolak Kompas. Malah lebih hoki dimuat di koran lokal seperti Harian Jogja (2 kali), Cerma Minggu Pagi (6 kali), KR (1 kali), Joglosemar (1 kali). Buat yang nasional, cerpen baru dimuat satu kali di majalah Story. Sementara buat artikel tentang bola sering dimuat di rubrik Forum Pembaca dan OPINI PUBLIK (Dulu namanya OPOSAN).
    Tetap semangat untuk terus menulis!!!!!!!

    Like

  141. salam kenal mas, infonya sangat membantu ,
    saya mau tanya juga ni

    sekarang redaksi tersebut masih menerima puisi ataupun cerpen ga ya mas.
    terimakasih

    Like

  142. Salam kenal mas,,

    Infonya sangat membantu sekali. Saya mau tanya mas. Apakah untuk penulis pemula, perlu ada seseorang untuk memberikan review bagi karya yang ditulis?

    Terima kasih sebelumnya.

    Itha Risti

    Like

  143. assalamualaikum wr wb

    saya mau tanya, itu cara mengirim cerpennya gimana? terus apakah tema cerpennya juga ditentukan.
    mohon jawabannya

    trima kasih
    wassalamualaikum wr wb

    Like

  144. salam…
    saya ingin tanya apakah cerpen yang dikirim boleh mengandung cerita yang imajinasi atau cerita yang tidak dapat terjadi dikehidupan nyata??

    Like

  145. aduuugh…udah prnah nyoba kirim crpen ke jawa pos pakek alamt d sini tapi failed… emang emailnya udah gnti ya…?? trus ap aj email2 yg udah diganti..tolong bles

    Like

  146. Terimakasih untuk admin pengelola blog ini. Jadi tahu teknis pengiuriman cerpen. selama ini sy cukup minder untuk mengirimkan di koran karena takut ditolak juga belum tahu bagaimana caranya. Beberapa cerpen dan puisi saya akhirnya saya muat di blog dan note facebook. Beruntung ada majalah internal kantor yang mau memuat meski tanpa honor karena memang bersifat independen, tapi setidaknya ada respon atas karya saya.

    Nanya ya mas, kalau karakteristik cerpen di kompas bagaimana ya? Saya penggemar cerpen kompas karena banyak cerpen reaLIS seperti yg saya sukai. terima kasih SBLMNYA.

    Like

  147. Salam pena,

    Terimakasih kepada saudara yang telah memposting artikel yang sangat bermanfaat ini. Sungguh membantu.

    Akhirnya setelah mengoleksi cerpen-cerpen di laptop sampai berlumut, saya memberanikan diri untuk mengirimkan cerpen saya. Mohon doanya agar dapat dimuat. Saya harap karya dari anak 15 tahun bisa dipertimbangkan. Hehe

    Sekali lagi saya ucapkan terimakasih 🙂

    Like

  148. Mas, saya mau usul. Gimana kalau dibuat satu entri lagi tentang daerah dan koran-koran lokalnya. Jadi buat yg main ke daerah bisa hunting koran2 tsbt 🙂

    + koran daerah bangka apa aja ya? kalau honor di “bangka pos” dan “radar bangka” dapat brp kira2?

    tq

    Like

  149. makasih atas info-infonya yang sangat bermanfaat. Sekedar sharing, kalau dulu anak saya mengirim puisi dan kolom anak, langsung dimuat sekitar 2 minggu setelah pengiriman, dan honornya 100.000-125.000 dan beberapa hari kemudian langsung dapet kiriman via weselpos (tahun 2009), ternyata sekarang dari info yg mas berikan sudah naik,ya? Dan hari ini Alhamdulillah cerpen saya dimuat di Koran Tribun Jabar (tinggal nunggu honornya aja,hehe…). Salam

    Like

  150. Buat yang sudah berpengalaman menulis dan tulisannya sudah di muat.. Boleh berbagi pengalamannya sama nia?? nia sering mencurahkan isi hati di dalam tulisan, tapi mungkin ada tips agar kata2nya lebih menarik dan teratur
    Trimakasi:)

    Like

  151. Teman2 ada yang bsa membimbing saya tidak?
    mau tanya sekalian sama redaksinya,semisal mau mengirim cerpen diredaksi kompas,alamat emailnya masih sama tidak ya? trimakasi

    Like

  152. Setelah membacanya, sy tertarik utk mempublikasikan tulisan sy utk diketahui khalayak. Semoga menjadi inspirasi bagi siapa saja utk menuliskan pemikiran/gagasan/ide. Semoga bermanfaat.

    Like

  153. pengen tahu, apakah alamat E-mail untuk msing2 redaksi sudah berubah atau masih ada yg sma hingga sekarang. Untuk informasinya saya ucapkan terima kasih.

    Like

  154. kak ada yang ingin saya tanyakan:
    1. alamat email redaksi pa saja yang masih aktif dan ingin tema apa saja redaksi tersebut?
    2. kalo saya ngirim lewat gmail itu apa bisa?
    3. kalo saya ga punya rekening (belum punya ktp) apa penggantinya?

    terima kasih

    Like

  155. Trimakasih atas informasinya
    tapi maaf jika penulisan pengirim serta penempatan cerpen yg salah apakah mempengaruhi di terimanya atau tidak dan jika saya tidak mempunyai rekening bagaimana dengan bayaran nya??

    Like

  156. Ada beberapa hal mengenai pengiriman cerpen/puisi yang ingin saya tanyakan:
    1.Bolehkah mengirim karya kita yang sudah publish di blog atau posting di facebook?
    2. Apakah semua media tadi akan mengirimkan pemberitahuan jika karya kita dimuat?
    3. Berapa banyak karya yang bisa kita kirim dalam satu media?

    Like

  157. saya suka mengirim cerpen,tapi saya masih bingung,karena untuk pertama kalinya dan saya masih duduk di bangku smp jadi saya blm mempunyai no rekening,jadi bagaimana?
    tolong dijawab ya trims

    Like

  158. Terima kasih atas informasinya, saya ingin Tanya:bolehkah mengirim puisi tanpa kata pengantar?karena kemarin saya belum tahu dengan hal itu.Mohon jawabannya!

    Like

  159. Really good, saya sangat ingin berpartisipasi untuk menulis cerpen/puisi di salah satu media/majalah yg sudah tertera di atas tersebut. Tolong info lebih lanjut ya kakak 🙂

    Like

  160. Really good, saya sangat menyukai majalh2 yang tertera di atas. Saya ingin sekali berpartisipasi diantara majalah2 tersebut.. Tolong info dan bantuin ny lbih lanjut kakak 🙂

    Like

  161. Maaf kak, aku mau tanya, bagaimana cara kita tahu naskah kita dimuat atau tidak? apakah kita harus membeli korannya setiap minggu, atau bagaimana, kak? Terima kasih, kak.

    Like

  162. assalamualaikum wr.wb
    mas saya mau bertanya…
    jadi kalau lah saya mengirimkan karya tulis saya seperti cerpen atau puisi langsung kirim ke email koran2 tsb tanpa bertanya/berkenalan terlebih dahulu… apakah itu tidak apa apa mas ?

    itu saja
    terima kasih

    Like

  163. Terima kasih atas informasinya. Saya merasa terbantu sekali. Untuk yg kompas, kalau tdk punya nmr rekening, bagaimana ya?

    Like

  164. Assalamualaikum, mau tanya, gimana cara taunya karya kita itu udah dimuat redaksi apa belum, apa harus beli korannya setiap hari dulu? kalo bagi yang gak langganan koran gimana dong?

    Like

  165. Kalau tidak punya rekening bagaimana ya? Apa bisa diposkan hasilnya jika diterima oleh redaksi dan dikirim ke alamat penulis?

    Like

  166. terima kasih banyak infonya yah kak,btw kalau misalkan orang kirim tulisannya keredaksi kompas,balasannya biasanya brp hari?trus klo nggk termuat tetap diberi kabar nggk kak?thnks 🙂

    Like

  167. saya ingin mengirimkan karya puisi saya… namun untuk formatnya saya pribadi belum terlalu memahaminya.. karena baru pertama kali ingin mengirimkan karya puisiku

    Like

  168. Terima kasih banyak infonya kak, ini bermanfaat sekali.. pingin menjajal kemampuan yang lebih serius lg dari sekedar event di facebook.

    Like

  169. Assalamu’alaikum saya mau tanya trus alamat yang masih aktif di atas yang manakah yah mrs/mr admin ? terimakasih 🙂

    Like

  170. Dulu Kompas akan memberi balasan baik melalui email ataupun surat jika menolak cerpen yang masuk. Apakah sekarang masih begitu?

    Like

  171. Salam kenal…
    Mas mau tanya. Apa setiap koran punya ketentuan brp banyak jumlah karakter minimal-maximal.
    Bagaimana dengan cerpen anak brp biasa jumlah karakter minimal.
    Trima kasih sdh mau menjawab ya mas…

    Like

  172. Assalamualaikum. Mau tanya, lokon hidup ini koran atau majalah ya? kalau iya apakah bisa mengirim cerpen ke sini?

    Like

  173. Assalamualaikum wr.wb. salam kenal! o..ya..apa masih ada alamat yg mau nerima puisi dan cerpen relgi?dibles ya?! makasi..

    Like

  174. salam kenal mas , terimakasih atas alamt2nya, gini ane mau tanya untuk pengiriman puisi , soalnya ini kali pertama ane, mohon penceharanya terimakasih.

    Like

  175. selamat pagi mas. kalau saya mau mengirim puisi ke kompas itu berapa lama nunggu konfirmasi layak terbitnya atau tidak? terus apa diperkenankan mengirim puisi lebih dari satu secara bersamaan dalam satu email? terus tema puisi itu bebas kan? atau ditentukan? niatnya saya mau ngirim kalalu enggak kompas ya jawa pos. tolong penjelasannya mengenai kedua redaksi itu ya mas. terimakasih. salan kenal.

    Like

  176. Salam kenal, 😃
    Artikel ini kan diupload udah lama,
    Apa sampai sekarang ini masih valid alamat” email di atas?
    Soalnya saya mau coba ngirim cerpen dan puisi, jawab yaa…

    Like

  177. Halloo kak! Disini saya masih SMA, apa sudah bisa mengirim cerpen ke redaksi? Apa cerpen saya akan diterima? Bagaimana menurut kakak?Saya baru saja ingin mengirimkan cerpen tetapi setelah melihat comment comment yg sudah ada, saya jadi bimbang huhu

    Like

  178. Maaf kak, mau bertanya, untuk mengetahui tema dari tiap-tiap cerpen yg diinginkan media tertentu bagaimana ?, apakah ada alamat web, atau akun tertentu yg meng-share tema-tema cerpen(upted) tiap minggunya ?

    Like

    1. Sepengetahuan saya, belum ada. Tapi bisa disiasati dengan membaca teratur cerpen-cerpen yang dimuat media tersebut setiap akhir pekan. Alam sadar kita akan menjadi lebih peka, “Oh, tema-tema seperti ini dimuat di koran ini, kalau tema seperti itu dimuat di koran itu….”

      Like