Archive for the ‘Zaidinoor’ Category

Roh Meratus
August 14, 2016


Cerpen Zaidinoor (Kompas, 14 Agustus 2016)

Roh Meratus ilustrasi I Made Ananta Wijaya

Roh Meratus ilustrasi I Made Ananta Wijaya

Belantara ini seperti memiliki kutukan. Rojik adalah orang ketiga yang dijemput ajal. Mayatnya terbujur kaku di hadapan kami. Seluruh tubuhnya menguning. Persis seperti dua teman kami sebelumnya. Sekarang yang tersisa hanya Budir dan aku. Dan hidup kami tak lebih dari undian mengerikan. Menduga-duga giliran siapa yang akan mati.

Tak ada siapa pun yang bisa dimintai pertolongan. Jarak antara permukiman warga lokal dan pondok kami hampir 10 kilometer. Tak mungkin kami berdua membopong tubuh Rojik naik turun gunung hanya untuk menguburkannya di permukiman sana. Kami menguburkan Rojik tepat di samping pondok.

Setelah penguburan Rojik, kami duduk di teras pondok. Sore ini mulai gerimis. Budir menyalakan rokok. Ia tampak gelisah. “Aku sudah tak tahan lagi berada di tempat busuk ini,” katanya. Jari tempat rokoknya terselip gemetar. (more…)

Advertisements

Serpihan di Teras Rumah
February 3, 2013


Cerpen Zaidinoor (Kompas, 3 Februari 2012)

Serpihan di Teras Rumah ilustrasi Najib Amrullah

TANGAN keriputnya bergetar saat menorehkan pisau pada batang pohon yang hanya sebesar lutut orang dewasa itu. Setelah torehannya hampir melingkari batang, titik-titik cairan kental putih muncul pada bekas goresan pisaunya. Getah mengalir lamban menuju susudu. Kemudian tetes demi tetes jatuh ke dalam tempurung. (more…)