Archive for the ‘Yusri Fajar’ Category

Pendingin Ruangan dan Perang Dunia Ketiga
October 9, 2016


Cerpen Yusri Fajar (Media Indonesia, 09 Oktober 2016)

pendingin-ruangan-dan-dan-perang-dunia-ketiga-ilustrasi-pata-areadi-media-indonesia

Pendingin Ruangan dan Perang Dunia Ketiga ilustrasi Pata Areadi/Media Indonesia

LELAKI itu masuk ke bus nomor 18 yang berhenti di Halte Jefferson Boulevard, tak jauh dari supermarket Kroger dan toko elektronik Best Buy di pinggiran Louisville. Ia mengangkat kardus lumayan besar, berwarna putih dan hijau muda. Suara bus menderu-deru, tapi aku bisa mendengar suara napasnya yang terengah-engah. Bulir-bulir keringat meluncur dari dahi dan sela-sela rambut pirangnya yang panjang sebahu.

Setelah meletakkan kardus di kursi kosong, ia duduk di hadapanku. Ia mengenakan kaos hijau muda, celana jins hitam, dan sepatu kets putih. Tanpa menyapaku tiba-tiba ia berbicara dengan suara lumayan keras. “Hari ini istriku pasti senang melihat aku membawa ini. Perempuan harus dibahagiakan. Tak mudah aku menaklukkannya dulu. Kuharap ia tak marah lagi. Aku sudah keluar-masuk tujuh toko, termasuk toko elektronik Best Buy. Baru di toko ketujuh aku menemukan ini. Persediaan di toko ketujuh banyak. Sepertinya pemiliknya paham manusia sekarang makin bergantung pada benda ini.” (more…)

Advertisements

Lelaki Berpeci
June 22, 2014


Cerpen Yusri Fajar (Media Indonesia, 22 Juni 2014)

Lelaki Berpeci ilustrasi Pata Areadi

BELUM sampai aku menjejakkan kaki di tepian pantai, tiba-tiba aku terkenang dirimu. Padahal aku mengunjungi pantai ini untuk melunaskan kerinduan pada samudra biru. Dulu ketika tempat ini masih bernama pantai Tanjung Kodok, aku, kau, dan kawan-kawan santri yang rata-rata berumur belasan tahun, setiap Jumat berolahraga lari pagi ke sini sambil melihat keindahan karang mirip katak raksasa yang dihempas ombak bertubi-tubi.

Kini Tanjung Kodok telah menjadi resor mewah, dan hamparan tanah di sekitarnya menjelma arena hiburan, mulai dari adu ketangkasan hingga rumah sakit hantu. Kau, sebagaimana aku, tak pernah menyangka, jika area yang dulu kita kenal sebagai lokasi untuk melihat hilal menjelang Ramadhan dan Lebaran, kini bersanding dengan gegap gempita kesenangan.   (more…)

Sakura Gugur di Kyoto
March 3, 2013


Cerpen Yusri Fajar (Media Indonesia, 3 Maret 2013)

Sakura Gugur di Kyoto ilustrasi Pata Areadi

AKU dan kau duduk di bawah pohon sakura di tepi Sungai Kamo, Kyoto. Ratusan hari kita berdua menanti sakura yang hanya bisa disaksikan tak lebih dari lima belas hari.

“Jika tak memesona ketika mekar sehingga membuat orang-orang yang telah menunggunya kecewa, sakura pasti bunuh diri, andai bisa. Untuk apa berkembang jika memalukan dan tak memancarkan keindahan,” katamu. Mendengar m kalimatmu, aku teringat banyak orang di negerimu yang menjemput maut dengan menusukkan katana ke perut setelah gagal menjaga amanat dan harga diri. (more…)