Archive for the ‘Yusi Avianto Pareanom’ Category

Kapal Perang
September 1, 2013


Cerpen Yusi Avianto Pareanom (Koran Tempo, 1 September 2013)

Kapal Perang ilustrasi Yuyun Nurrachman

Semarang, 1975-1981

SATU hal yang lebih menjengkelkan Abdullah Yusuf Gambiranom daripada harus membersihkan lantai rumahnya pada sembarang pagi setelah banjir surut adalah pertanyaan tidak perlu dari tetangga-tetangganya tentang suatu perkara yang sudah terang-benderang bagi semuanya: “Ngepel, Pak Yus?”   (more…)

Advertisements

Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi
December 21, 2011


Cerpen Yusi Avianto Pareanom (Koran Tempo, 18 Desember 2011)

AMBILLAH pisau dan daging paha sapi atau kambing yang tergantung di dapur. Tusukkan pisau ke daging. Bagaimana bunyinya? Jika tak ada daging, keluarlah ke kebun, cari pohon pisang, tikamlah. Jika kau tak mendapati pohon itu, bahkan pisau pun tak punya, beginilah bunyinya, jleb! Empuk, enak di telinga, nyaris merdu.

Pikiran seperti itu semestinya tak mampir jika bagian belakang paha kirimu tertembus anak panah. Tapi, itulah yang terjadi padaku. Aku pernah tersabet pedang, golok, belati, bahkan kena cakar binatang buas, tapi panah belum sehingga bunyi itu yang justru pertama terlintas. (more…)

Dari Dapur Bu Sewon
July 24, 2011


Cerpen Yusi Avianto Parianom (Koran Tempo, 17 Juli 2011)

BU Sewon, pemilik rumah yang kukontrak di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, senang sekali membagi masakan dari dapurnya. Ia pemurah, kirimannya selalu dalam porsi besar. Amal ini akan menjadi sesuatu yang menggembirakan semua orang sekiranya tidak ada fakta keras: masakannya tidak pernah enak. (more…)

Rumah Kopi Singa Tertawa
April 13, 2011


Cerpen Yusi Avianto Pareanom (Koran Tempo, 10 April 2011)

Meja 7

“Kau masih suka cappuccino kan, Mas?”

“Tentu saja. Ada apa? Kenapa menarik-narik rambut dan senyam-senyum seperti itu?”

“Kalau begitu mari angkat cangkir.”

“Ayo!” (more…)

Edelweiss Melayat ke Ciputat
November 28, 2010


Cerpen Yusi Avianto Pareanom (Koran Tempo, 28 November 2010)

MINGGU, 10-10-10. Beberapa orang memilih menikah atau melahirkan pada hari bertanggal biner itu. Aya ditemukan pada hari tersebut dengan tubuh terpotong sepuluh dalam empat kantong plastik hitam besar. Kantong-kantong yang ditaruh di pembatas jalur di jalan raya depan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, itu selama tiga hari sempat dikelirukan sebagai kantong sampah lainnya yang banyak bertumpuk di sana. (more…)

Ajal Anwar Sadat di Cempaka Putih
July 27, 2010


Cerpen Yusi Avianto Pareanom (Koran Tempo, 25 Juli 2010)

ANWAR Sadat menemui ajalnya pada hari pertama ia menginjakkan kaki di Jakarta. Ia datang dari Semarang. Usianya pada hari naas itu 28 tahun. (more…)

Penyakit-penyakit yang Mengundang Tawa
February 28, 2010


Cerpen Yusi Avianto Pareanom (Koran Tempo, 28 Februari 2010)

1

SEEKOR kalajengking mengeram di tenggorokannya. Setiap gerakan capit dan ekor tajam binatang itu sungguh menyiksanya. Jangankan makan, menelan air pun terasa menyakitkan. Itulah yang ia rasakan pada hari keempat dihajar cacar air, penyakit yang sebelumnya ia berhasil hindari dengan lihai selama 41 tahun lebih. (more…)