Archive for the ‘Yayan Suryana, Lc.’ Category

Potret Zhe
April 19, 2015


Cerpen Yayan Suryana, Lc. (Republika, 19 April 2015)

Potret Zhe ilustrasi Rendra Purnama.jpeg

Potret Zhe ilustrasi Rendra Purnama

Hidup ini terasa begitu paradoks bagi Zhe. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan dan dicita-citakan harus dilaluinya. Menyatu dalam ruang takdir Tuhan yang tidak satu makhluk pun sanggup mengubahnya. Zhe mengerti hal itu. Tapi, Zhe merasa lemah untuk menerima semua kenyataan ini. Ingin rasanya bisa terbang tinggi, seperti elang yang pernah dia abadikan lewat kameranya. Ingin rasanya ia keluar dari peredaran bumi, merengkuh bintang kemintang yang bercahaya di langit kelam. Melepaskan segala keterikatan dunia. (more…)

Mengubur Cahaya
March 1, 2015


Cerpen Yayan Suryana, Lc. (Republika, 01 Maret 2015)

Mengubur Cahaya ilustrasi Rendra Purnama

Mengubur Cahaya ilustrasi Rendra Purnama

Malam belum larut. Suara-suara kendaraan bermotor terdengar kuat. Tat-tet-tot bunyi klakson mobil-mobil yang ingin segera kembali ke garasinya memekakkan telinga. Biasanya akhir pekan seperti ini jalan menuju Roxy macet, dari mulai jalan utama Shalah Salim sampai mendekati Abbasea, Kairo, Mesir, pun tak luput dari pawai kemacetan. Mobil pribadi dan angkutan umum seakan tak mau kalah untuk saling mendahului, pertengkaran-pertengkaran kecil antarpengemudi menjadi hal yang biasa di Negeri Seribu Menara ini. (more…)

Kabut
February 1, 2015


Cerpen Yayan Suryana, Lc. (Republika, 01 Februari 2015)

Kabut ilustrasi Rendra Purnama

Kabut ilustrasi Rendra Purnama

Pemuda ini, pada saat hari libur atau pun bukan, selalu begitu sepanjang tahun, tidak pernah lepas dari buku. Kisah-kisah kepahlawanan dan tokoh-tokoh besar dalam sejarah menjadi bacaan kegemarannya. Napoleon Bonaparte. William Shakespeare. Ernest Hemingway. Albert Einstein. Sehingga ia melupakan kewajibannya di kampus. Dosen, mata kuliah, teman sekelas, menjadi asing baginya. Apakah itu semua membantuku? Sementara aku susah payah keluar dari kabut seorang diri.

Dia benar-benar tenggelam dalam membaca buku-bukunya itu. Hanya sedikit tidur, lalu terus membaca sampai malam tiba. Istirahat? Tidak. Ia berlanjut membaca sampai waktu Subuh menggema. (more…)