Archive for the ‘Tova Zen’ Category

Penyewa Rahim
April 4, 2011


Cerpen Tova Zen (Jawa Pos, 3 April 2011)

SENJA menutup biasnya dengan mengubahnya menjadi malam yang pekat. Sejak nuansa senja yang sendu hingga malam yang pahit datang, tak membuat hati saya larut dalam kelamnya hidup ataupun riang dalam gemerlap malam kota. Saya menunggu di pelataran Jazzy food court yang berada di pinggiran perkantoran Sudirman Park. Dengan ritmik tenang saya nikmati lantun demi lantun musik Jazz. Saya ambil selembar kertas dengan tulisan tangan berulir yang patah namun sangat menawan kerapian huruf-hurufnya. Malam ini dia akan datang menemui saya. Itu pesannya dalam selarik kertas yang hampir kumal saya buka-tutup, dan saya lipat-lipat untuk bisa masuk kantong kemeja saya. Baris terakhir tertulis tentang tujuan saya ingin menemuinya. Sedikit sarkartis dia tuliskan: temui saya jika kamu ingin tahu rahim mana yang pernah istri kamu sewa, hei lelaki mandul! (more…)

Advertisements

Hadiah di Ujung Maut
January 23, 2011


Cerpen Tova Zen (Republika, 23 Januari 2011)

TUBUHKU kuyup oleh derai rintik hujan. Aku masih menyusuri jalan sempit yang berjajar sederet toko. Aku tak acuh terhadap rasa dingin yang membuat gigil badan ini. Pikiranku mengepung tentang hadiah yang ingin aku berikan pada putriku Lebaran besok saat aku pulang kampung. Dalam bias sinar lampu neon yang menerangi kaca etalase, aku memperhatikan hadiah itu. Senang hatiku membayangkan putriku menerima hadiah itu. (more…)