Archive for the ‘Toni Lesmana’ Category

Nini Kalakay
October 16, 2016


Cerpen Toni Lesmana (Jawa Pos, 16 Oktober 2016)

nini-kalakay-ilustrasi-bagus-jawa-pos

Nini Kalakay ilustrasi Bagus/Jawa Pos

RAMBUT putih Nini Kalakay dimainkan angin. Rambut seputih awan. Awan tipis. Rambut panjang putih tipis yang dibiarkan terurai begitu saja. Cahaya senja dari barat sedikit menyepuh rambutnya dengan warna keemasan.

Nini Kalakay suka duduk di bangku di sudut halaman rumahnya. Di bawah pohon beringin. Ngangin. Dalam pangkuannya terbaring sebuah kecapi. Kecapi yang sejak tadi hanya dielus-elus saja. Tak sekali pun dipetik. Ia asyik sendiri. Menikmati angin semilir, mendengar sayup lagu sungai di bawah sana. Senandung sungai yang ngungun bagi Nini Kalakay. Sungai kematian. Tentu karena di sungai itulah, setahun yang lalu, suaminya dijemput maut.

Angin memetik daun. Berguguran. Melayang. (more…)

Advertisements

Hantu di Depan Pintu
June 12, 2016


Cerpen  Toni Lesmana (Jawa Pos, 12 Juni 2016)

Hantu di Depan Pintu ilustrasi Bagus

Hantu di Depan Pintu ilustrasi Bagus

DI pintu kamar aku bertemu hantu. Ceking. Jangkung. Topi runcing para penyihir. Kulit mukanya keriput sedang matanya seperti hendak melompat. Jubah kelabunya menjuntai ke lantai. Hantu itu berdiri. Diam. Wajahnya mengerikan dan sedih. Hantu itu perempuan. Mirip Nenek Sihir musuh Nirmala. Tapi tak cerewet. Hanya berdiri menghalangi jalan. Aku hendak pindah kamar. Dari kamar depan ke kamar tengah. Dari ranjang ayah ke ranjang ibu. Dari bantal bau ke bantal wangi.

Hantu yang benar-benar pendiam. Hanya bayangannya yang tak berhenti bergerak. Memanjang di ruang tengah rumah. Duduk di kursi. Berdiri di atas meja. Memanjat lemari. Dan bergelantungan di langit-langit. Ruang tengah rumah seperti sirkus. Sirkus yang sedih. Aku dan hantu saling berhadapan. Dekat sekali. Hantu itu menatapku dan aku menatap bayangannya yang terus saja jumpalitan di udara. Bayangkan, jumpalitan di udara tanpa sapu atau tongkat ajaib. (more…)

Sunyi Karinding di Kawali
October 26, 2014


Cerpen Toni Lesmana (Media Indonesia, 26 Oktober 2014)

Sunyi Karinding di Kawali ilustrasi Pata AreadiWASTU berjalan paling belakang. Teman-temannya sudah jauh di depan. Ia sengaja berjalan lambat di jalan setapak yang diapit pohon-pohon mahoni. Ia enggan pulang dari hutan mungil di Kawali ini. Seolah ada yang menahannya. Hampir seharian ia mengitari situs Astana Gede. Masih saja belum puas. (more…)

Negeri Penidur
November 4, 2011


Cerpen Toni Lesmana (Koran Tempo, 30 Oktober 2011)

LELAP sekali dirimu terbaring di lantai. Tak ada yang bergerak selain isyarat lemah napasmu. Mimpi apa yang tumbuh dalam tidurmu? Aku hanya bisa memandangmu. Tubuhmu nyaris telanjang. Aku terus memandangimu sambil perlahan merayap di tembok, memanjat kaca jendela dan meloloskan diri pada lubang angin. (more…)

Malam di Kota Merah
March 13, 2011


Cerpen Toni Lesmana (Kompas, 13 Maret 2011)

MALAM. Malam yang dingin. Angin seperti menghunus pisau dan mengiris setiap inci kulit waktu. Pisau berkilat di mataku. Pisau yang sesungguhnya terarah dengan tepat di antara dua kening. (more…)