Archive for the ‘Sulung Pamanggih’ Category

Kolam
July 16, 2012


Cerpen Sulung Pamanggih (Suara Merdeka, 8 Juli 2012)

PEREMPUAN itu akhirnya kembali ke kota ini untuk memenuhi janjinya. Kota yang selalu membuatnya meratap. Di sini, segalanya begitu kelabu. Sebuah kota yang pernah tinggal di masa lalunya, mengapa tidak pernah lepas dari benak. Ia duduk di sebuah taman, di bawah pohon palem, di antara tanaman bunga yang hampir menjadi belukar. Di hadapannya, tak lebih lima langkah, menghampar sepetak kolam. Matahari sore yang luruh membuat permukaan air seperti menyala. Ia memandangnya dengan perasaan sunyi. (more…)

Advertisements

Tukang Pijat Keliling
July 11, 2012


Cerpen Sulung Pamanggih (Kompas, 1 Juli 2012)

SEBENARNYA tidak ada keistimewaan khusus mengenai keahlian Darko dalam memijat. Standar tukang pijat pada layaknya. Namun, keramahannya yang mengalir menambah daya pikat tersendiri. Kami menemukan ketenangan di wajahnya yang membuat kami senantiasa merasa dekat. Mungkin oleh sebab itu kami terus membicarakannya. (more…)