Archive for the ‘Sinta Yudisia’ Category

Sarha Panjang
October 12, 2014


Cerpen Sinta Yudisia (Republika, 12 Oktober 2014)

Sarha Panjang ilustrasi Rendra Purnama

Sarha Panjang ilustrasi Rendra Purnama

Ada tradisi yang tak akan pernah hilang meski usia membalur mukamu dengan debu perjalanan. Tiga hal tidak akan hilang dari jejak orang Palestina.

Pertama, secawan syai dengan celupan daun mint yang manis kental membuat tamu yang bukan penduduk asli merasakan leher tercekat. Kedua, kebun zaitun dan tiin yang bersamanya tumbuh nasab-nasab leluhur. Satu pohon yang menjulur dan dapat dinikmati setelah tujuh tahun merupakan sumber penghasilan dan tentu saja kehormatan keluarga. (more…)

Advertisements

Sedekah Minus
August 5, 2012


Cerpen Sinta Yudisia (Republika, 29 Juli 2012)

DJIWO sedang sensitif mendengar nama kiai, ustad, atau Gus disebut-sebut.

Bukan karena penolakannya pada Tuhan, juga nasehat-nasehat kebaikan; tetapi justru karena kalimat-kalimat kebajikan nyaris setiap saat mampir ke telinga. Seolah yang dilakukannya masih salah, seolah ibadahnya masih terasa kurang hingga kesulitan hidup menghimpit  tak sudah-sudah. Berjalin-sambung menyambung bagai antrian kendaraan bermotor yang macet tiap pagi di jalan protokol. (more…)

Titik Hati
February 21, 2011


Cerpen Sinta Yudisia (Republika, 20 Februari 2011)

NYONYA Maali melompat dari kursi. “Apa?”Sepasang matanya seolah keluar dari tempurung kepala. Sekelompok lelaki, preman sekalipun, mengerut bila berhadapan dengan perempuan macam Nyonya Maali. Kritiknya tajam, suaranya pedih, tuduhannya merajam. Lebih dari itu, uangnya mampu mengaliri nadi untuk tetap hidup. Setiap yang bergantung di ketiaknya merasakan nyaman bersarang di gundukan uang, enggan untuk bersikap memusuhi. Ya, ya, ya. Usahakan ia mendengar persetujuan. Usahakan senyumnya terkembang. Usahakan ia selalu senang. Jika riang gembira, Nyonya Maali ibarat ATM berjalan. (more…)