Archive for the ‘Saroni Asikin’ Category

Siwa
March 20, 2016


Cerpen Saroni Asikin (Suara Merdeka, 20 Maret 2016)

Siwa ilustrasi Toto

Siwa ilustrasi Toto

Suli menelan ludah pahitnya saat suaminya berkata, “Atas restu Ibu Ratu, sudah kuputuskan, kau harus melacur, Suli!”

Ucapannya persis desisan beludak siap menyemburkan bisa. Kepulan asap kretek Siwa, lelaki itu, meliuk-liuk di depan muka dinginnya, memedihkan mata Suli. Perempuan itu tak berani menengadahkan wajah. Serupa tawanan kalah perang. Dia tak pernah mampu menatap muka lelaki yang lima belas tahun jadi suaminya itu. Hanya sekejap saja tak mampu. Sebab pada muka itu, dia selalu melihat kebengisan Dasamuka menjelang tiwikrama. (more…)

Advertisements

Striptease di Jendela
October 14, 2011


Cerpen Saroni Asikin (Jawa Pos, 2 Oktober 2011)

SEGALANYA bermula Jumat malam itu. AC di kamar apartemen Eva mendadak mati. Udara yang memang gerah malam itu membuat kamar serupa pendiangan penuh bara menyala. Eva baru menyadari itu ketika dari dahinya berleleran keringat dan jatuh menetes ke bagian bawah dasternya. Begitu juga, tubuhnya mendadak serasa terbakar. (more…)

Panggil Aku Bargawa
September 15, 2011


Cerpen Saroni Asikin (Koran Tempo, 11 September 2011)

AKU masih suka meniup seruling bambu dan bermain dengan sapi-sapi ketika Ayah menyuruhku menebas leher Ibu dengan pedang. Mulut Ayah berbuih-buih menderaskan makian dan kutukan pada Ibu yang kata Ayah telah berzina dengan seorang ksatria tampan. Dia terus mengutuk dan menyuruhku bersigegas mematuhi perintahnya. Sebelum kalimat api Ayah selesai, kepala Ibu telah menggelinding ke tanah. Kedua mata di kepala Ibu memandangku dengan pendar memelas. Bibirnya mengerucut biru. Di tanganku sebilah pedang tajam-bengis berlumuran darah dan ketika itu kulihat mata nyalang Ayah penuh kebanggaan. (more…)