Archive for the ‘Sam Edy Yuswanto’ Category

Tamu Tengah Malam
March 6, 2016


Cerpen Sam Edy Yuswanto (Republika, 06 Maret 2016)

Tamu Tengah Malam ilustrasi Daan Yahya

Tamu Tengah Malam ilustrasi Daan Yahya

Rey spontan terjaga dari lelapnya. Suara ketuk pintu itu telah mengacaukan mimpi indah tidurnya. Dengan rasa malas yang menyundul ubun, Rey melebarkan sayap mata, menatap jam bulat sebesar piring kaca warna hitam yang terpasang mencong di tembok putih kusam kamar kosnya. Pukul 00.27 WIB. Woi, tengah malam begini siapa bertamu?
Rutuk Rey dalam hati seraya bangkit dari ranjang yang sprainya sangat berantakan. (more…)

Sebelum Pesawat Itu Jatuh
January 25, 2015


Cerpen Sam Edy Yuswanto (Republika, 25 Januari 2015)

Sebelum Pesawat Itu Jatuh ilustrasi Rendra Purnama

Sebelum Pesawat Itu Jatuh ilustrasi Rendra Purnama

DI luar sana, langit telah rata berselimut mendung. Hujan mulai merintik sejak beberapa menit lalu. Perempuan muda berparas ayu khas Jawa itu masih berdiri, bergeming di tepi jendela kamarnya.

Tuhan, mengapa orang yang kucintai pergi dengan begitu cepat, bahkan sebelum aku sempat bersanding dengannya. (more…)

Ongkos Naik Haji Emak
October 19, 2014


Cerpen Sam Edy Yuswanto (Republika, 19 Oktober 2014)

Ongkos Naik Haji Emak ilustrasi Daan Yahya

Ongkos Naik Haji Emak ilustrasi Daan Yahya

Mendung hitam di langit seperti turut berkabung atas petaka yang membuatku kalap di pagi buta itu. Uang Rp 36 juta, ongkos emak naik haji yang kutaruh di laci lemari, raib. Aku yakin si pencuri itu adalah Mas Jarwo. Siapa lagi kalau bukan dia?

Semua bermula ketika aku mengutarakan niat menghajikan emak. Entah mengapa, rona wajah emak terlihat datar saja. Aku menjadi juru bicara dua saudaraku yang lain. Tapi, tak setitik pun kulihat binar semringah di wajahnya yang kian terpahat keriput. (more…)

Surat Untuk Ayah
January 26, 2014


Cerpen Sam Edy Yuswanto (Republika, 26 Januari 2014)

Surat Untuk Ayah ilustrasi Rendra Purnama

ENTAH telah berapa ratus surat yang Nadia tulis untuk Ayah semenjak masih duduk di bangku ibtidaiyah kelas satu hingga kini ia kelas empat. Tiap pekan, saat hari libur sekolah atau ketika hari bertanggal merah, Nadia selalu menyempatkan waktu duduk berlama-lama di dalam kamar menuliskan semua hal yang ia alami sehari-hari sekaligus mengutarakan bahwa telah lama ia merindu kehadiran Ayah.

Menurut cerita Ibu, kelak suatu ketika Ayah akan kembali ke rumah. Ayah, kata Ibu, pergi meninggalkan rumah untuk mencari uang. Ayah pergi ketika usia Nadia belumlah genap dua tahun. Ayah, kata Ibu, memiliki wajah tampan, berwibawa, dan gagah mirip almarhum Bung Karno.  (more…)

Lari dari Mati
August 28, 2012


Cerpen Sam Edy Yuswanto (Republika, 26 Agustus 2012)

SETIAP makhluk yang bernyawa pasti kelak mati. Ya. Mati. Siapa yang telanjur hidup di dunia, siapa pun dia, pasti akan bersua ajal. Semua orang pasti tahu hal ini. Termasuk Kalimun. Sungguh, lelaki baya itu sepenuhnya menyadari, bahwa setiap orang kelak akan mati. Tidak bisa tidak.   (more…)

Tikus dan Kucing
April 17, 2012


Cerpen Sam Edy Yuswanto (Republika, 15 April 2012)

SEPULANG bertugas dari luar kota, Marni, istriku, menyambut kedatanganku di depan pintu rumah dengan wajah gemas. “Pokoknya Mas mesti nyari kucing, sore ini juga!” (more…)