Archive for the ‘S Jai’ Category

Usus Buntu
October 27, 2011


Cerpen S. Jai (Jawa Pos, 23 Oktober 2011)

ANAK pertamaku lahir ketika suamiku kehilangan pekerjaan. Meski kehamilanku saat itu direncanakan, ternyata Tuhan berkehendak lain. Suamiku dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja selama bertahun-tahun. (more…)

Advertisements

Perempuan yang Menikahi Hujan
March 21, 2011


Cerpen S. Jai (Jawa Pos, 20 Maret 2011)

I

KAU begitu memuja hujan, seakan rinai dan desau angin yang menampiaskan rintik jarum-jarum ke dinding itu, pepohonan, juga rerumputan dan tanah becek berlubang itu kekasihmu. Itu tak hanya satu waktu yang kutahu. Di sepanjang perjalanan saat kau di belakang punggungku dalam kendara sepeda motorku, bahkan memintaku untuk menerobos gerimis tipis itu. (more…)

Serikat Orang Tak Berjodoh
June 13, 2010


Cerpen S Jai (Suara Merdeka, 13 Juni 2010)

“CERITAKAN kepadaku tentang Jalan Tuhan itu, Pak Tua.“

“Sebelum bertemu di meja judi,” Pak Tua yang berbaik hati itu pun memulai kisah. “Perjumpaan Nyi Tanah, Man Sapar dan Abah Matkur bermula dari keinginan untuk menagih janji pada Tuhan. Awalnya, karena keduanya tahu jodoh itu di tangan Tuhan. Waktu umurnya nyaris tutup, sang jodoh tak kunjung datang, sebab itu dimulailah perburuan sampai di sini, sampai bertahun-tahun, sampai menyentuh batas harapan dan putus asa, senantiasa hidup sendiri tanpa suami atau istri. Padahal semuanya mereka punya, rumah, juga pekerjaan. Satu yang tidak ada: suami atau istri jodoh yang langgeng, hidup bersama seia-sekata. Meskipun bukan tak pernah mencoba, tetapi jodoh mereka belum pernah tiba sampai tua, sekalipun mereka percaya jodoh itu juga untuk kelak di penghidupan yang berikutnya. Kini, hari-hari bagi mereka adalah tapal ambang perburuan dan penantian. Suatu yang belum aku dan kamu mengerti, anak muda. Mungkin antara menjemukan dan menggairahkan, atau perpaduan keduanya.” (more…)