Archive for the ‘Ricardo Marbun’ Category

Sepinggan Napinadar
December 4, 2016


Cerpen Ricardo Marbun (Jawa Pos, 04 Desember 2016)

sepinggan-napinadar-ilustrasi-bagus-jawa-pos

Sepinggan Napinadar ilustrasi Bagus – Jawa Pos

MENERIMA kedatangan mereka itu artinya menyiapkan diri untuk terluka kembali. Mamak (ibu) sejak pekan lalu sudah bernyanyi.

Nyanyian Mamak bertambah nyaring sejak subuh tadi. Bisa jadi karena sore nanti adalah waktu mereka tiba di rumah ini. Kecerewetan Mamak aku umpamakan seperti bernyanyi. Mamak rewelnya dua kali lipat dari biasanya. Kata-kata Mamak selalu diulang dan itu-itu saja. Mirip kaset yang seret karena pitanya tersangkut dan tidak bisa bergerak. Telingaku jadi mendenging karenanya. Percuma menyuruh Mamak untuk berhenti. Sebab dalam pikirannya hanya mereka serta rindu yang membuncah? (more…)

Advertisements

Pendar Cahaya Senja
March 21, 2012


Cerpen Ricardo Marbun (Republika, 18 Maret 2012)

“SAUDARA, Jamal Baharudin!” Suara orang itu sangat ketus. Orang-orang yang menunggu di ruangan sempit itu mungkin tak penting untuknya. Bisa jadi malah menyusahkan. Setidaknya, hingga siang begini wanita itu belum juga makan siang lantaran banyaknya orang yang antre. Kulit wajahnya yang hitam ditambah sikap ketusnya membuatnya tak menarik sama sekali. Matanya sama ketusnya dengan nada suaranya sewaktu mencari nama-nama yang akan ia panggil. (more…)