Archive for the ‘R Giryadi’ Category

Cerita Kedasih
May 8, 2016


Cerpen R Giryadi (Kompas, 08 Mei 2016)

Cerita Kedasih ilustrasi Dyan Anggraini

Cerita Kedasih ilustrasi Dyan Anggraini

“Itu burung apa, Mak?” tanya Mimin pada Kedasih, emaknya, ketika sore memerah jingga.

Kedasih pun bercerita tentang burung-burung yang sering nangkring di pohon tak jauh dari rumah Tuannya. Itulah hiburan yang bisa menambal sedih anaknya karena saban hari harus dikurung dalam kamar emaknya.

Kamar yang berukuran 3 x 4 itu, bekas gudang Tuannya. Gudang butut itu, hanya terdiri dari satu dipan dan almari yang sudah pecah kacanya. Sebuah televisi yang separuh gambarnya hilang, tanpa remote. Di satu sisi tembok kamar ada jendela menghadap ke jalan, sehingga Mimin bisa melihat pokok pohon trembesi yang tumbuh berjajar-jajar sepanjang jalan depan rumah Tuannya. (more…)

Advertisements

Mengenang Kota Hilang
May 21, 2012


Cerpen R Giryadi (Kompas, 13 Mei 2012)

Maka lumpur pun datang membasuh wajah kota itu.

(Hasan Aspahani, 2006)

ITULAH bait pertama yang kau tulis dengan tinta yang ragu-ragu keluar dari penanya, ketika perlahan-lahan kotaku terendam lumpur. Begitupun aku menyambut gembira, atas suratmu yang kau kirim melalui denyut hati, karena kau tahu arti penderitaan kami. (more…)

Anakku Lahir dari Rahim Televisi
May 30, 2011


Cerpen R Giryadi (Jawa Pos, 29 Mei 2011)

ANAK-anak hilang

Aku takut mendengar jeritan anak-anak yang berlari di pematang sawah. Bermain-main layang-layang mengusir mendung dan halilintar yang menyambar-nyambar ujung rambutnya. (more…)

Bapakku Telah Pergi [1]
January 19, 2011


Cerpen R Giryadi (Suara Merdeka, 16 Januari 2011)

Bapakku telah pergi

menemui pembakaran

ruang suci tempat selesaian


tapi ekor-ekor yang ditinggalkan

membelit tubuhku….

 

PUISI karya sahabatku yang aku temukan di antara sisa duka setelah kepergian Bapak, seperti belati yang menyayati kulit. Kata demi katanya seperti merajam hati, menelusup ke lorong gelap sejarah keluarga kami. (more…)