Archive for the ‘Nukila Amal’ Category

Syam, Bukan Matahari
January 31, 2012


Cerpen Nukila Amal (Koran Tempo, 29 Januari 2012)

SYAM, tak seperti namanya, bukan seorang matahari. Ia antitesis cahaya dan segala yang terang. Semisal lukisan, ia bukan figur di tengah yang terang-benderang berdiri gagah berkacak pinggang, namun siluet gelap berjubah hitam yang bersandar di sudut. Siluet yang mengamati segala di sekitar, di dalam dan di luar lukisan. (more…)

Advertisements

Sirajatunda
December 21, 2010


Cerpen Nukila Amal (Kompas, 19 Desember 2010)

IBARAT pohon, benakku saat ini adalah sebuah pohon pengetahuan yang besar dan kokoh, dedaunannya rimbun hijau, sepanjang cecabangnya sarat bergelantungan dengan buah-buah pikiranku. Matang dan siap petik. Sebuah panen raya dengan tari-tarian dan lagu rakyat, penuh hidangan di meja panjang, begitulah aku membayangkan, saat duduk di depan meja kerja dan menyalakan komputer. Kutegakkan punggungku. Kurasakan kebulatan tekad dan ketangguhan, bahkan militansi yang segar. Aku telah lebih dari siap melahirkan sebuah karya utama kesusastraan yang tiada tara: novel tentang Rakai Garung alias Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra. (more…)

Hari Anya Jatuh Cinta
August 31, 2010


Cerpen Nukila Amal (Koran Tempo, 29 Agustus 2010)

PAGI itu Anya tak menatap cermin. Dari kamarnya ia berlari menuju dunia luar, berkejaran dengan waktu. Pintu, tangga, ruang makan, dapur, pintu, garasi, dilewati tak sampai semenit. Blusnya salah dikancingkan, rambutnya tak tersisir, hak sepatu kirinya patah saat melintasi meja makan. Semua ini baru disadarinya kemudian. Anya duduk terhenyak di depan setir, merasakan lega yang luar biasa. Rasa menyenangkan itu dihayatinya sesaat saja, ia mesti buru-buru. Tangan dan kakinya bergerak nyaris otomatis ketika memundurkan mobil keluar garasi. (more…)