Archive for the ‘Musyafak Timur Banua’ Category

Marbut
August 22, 2011


Cerpen Musyafak (Republika, 21 Agustus 2011)

SERUAN itu terdengar parau. Melolong melalui dua mesin pengeras suara yang terpasang di bawah sisi kubah. Suara yang kedengarannya tertahan di diafragma atau seperti menyangkut di tenggorokan itu, tak jemu-jemunya berdendang sumbang. Berharap suara itu menyusupi telinga orang-orang yang sedang lelap, menggelitikinya, mengganggunya hingga mereka mencerai mimpi dan lekas bangun. (more…)

Advertisements

Kubah Miring
August 31, 2010


Cerpen Musyafak Timur Banua (Republika, 29 Agustus 2010)

FULAN belum berhenti memandangi puncak masjid. Kubah itu masih separuh jadi. Sepertiga bagian belakangnya masih rangkaian besi yang belum ditutup lembaran stainless bening. Namun, dilihat dari depan kubah itu sudah tampak gagah. Tertimpa cahaya matahari hingga kilau-milaunya seolah mencolok mata. (more…)