Archive for the ‘Muhammad Pical Nasution’ Category

Pemetik Batu
October 17, 2011


Cerpen Muhammad Pical Nasution (Suara Merdeka, 16 Oktober 2011)

AKU melihat matahari jatuh dari kedudukannya, perlahan namun pasti. Gunung keabadian masih sangat jauh. Para pendaki berangsur-angsur tumbang seperti cemara yang lapuk termakan usia. Apakah kematian akan menjemput kami? Bukankah kematian adalah konsekuensi setiap makhluk yang merasakan wujud kehidupan? Tak ada yang perlu dirisaukan dan ditakutkan. Apabila batu itu sudah didapatkan, kematian itu seperti luka kecil yang menyayat di ujung jari. Kematian adalah lampu yang padam untuk kemudian dihidupkan kembali. (more…)

Advertisements