Archive for the ‘Muhammad Ferdiansyah’ Category

Penyair yang Bersembunyi
June 30, 2013


Cerpen Muhammad Ferdiansyah (Suara Merdeka, 30 Juni 2013)

Penyair yang Bersembunyi ilustrasi Hery Purnomo

“SIAPA yang membaca puisi di zaman sekarang ini?” kata perempuan berambut pendek dengan nada teatrikal.

Perempuan berambut ungu menatap perempuan berambut pendek dengan geli, lalu dia seperti akan mengatakan sesuatu, tapi akhirnya membatalkan niatnya sendiri. Mereka berdua duduk di suatu tempat di city walk, di bawah pendar lampu jalanan yang suram dan serangga-serangga yang berputar-putar. Malam itu dingin dan pakaian yang mereka kenakan sepertinya tidak cukup hangat. Namun sepertinya mereka tidak berniat untuk meninggalkan tempat itu. Tidak banyak pejalan kaki yang lewat, apalagi sudah lewat tengah malam. Kalaupun ada seseorang yang lewat, perempuan berambut pendek tetap akan bicara dengan melantangkan suaranya. Tidak peduli apabila ada yang terganggu dan menganggap mereka sebagai dua pelacur gila yang sedang mabuk. Dan apabila ada laki-laki iseng yang memperlakukan mereka seperti pelacur, perempuan berambut pendek akan menerjangnya dan mencakarnya seperti kucing gila. Selama ada perempuan berambut pendek, tidak ada yang berani mendekat. Kini perempuan berambut ungu juga tidak peduli pada apa pun. Dia terlalu terpesona pada kepribadian perempuan berambut pendek dan terus mengagumi matanya yang berkilauan. Sementara perempuan berambut pendek tetap menatap lurus ke depan dan melanjutkan ocehannya.  (more…)

Advertisements

Cerita tentang Seorang Wanita
October 18, 2012


Cerpen Muhammad Ferdiansyah (Suara Merdeka, 7 Oktober 2012)

ADA sebuah cerita yang belakangan ini berkembang luas dalam commuter yang kutumpangi setiap pulang kerja. Sebuah mitos tentang wanita misterius. Ia sangat dingin. Sikapnya menunjukkan sisi manusiawi yang sebelumnya tak pernah kau jumpai. Ia selalu sendiri, tak pernah bersama seorang teman, lebih-lebih kekasih. Apakah ia manusia? (more…)