Archive for the ‘Muftirom Fauzi Aruan’ Category

Hati yang Gelisah
June 15, 2014


Cerpen Muftirom Fauzi Aruan (Republika, 15 Juni 2014)

Hati yang Gelisah ilustrasi Rendra Purnama

Hati yang Gelisah ilustrasi Rendra Purnama

Perempuan paruh baya itu terduduk lemas di kursi ruang tamu. Anaknya baru saja menelepon. Kata anaknya, “Bu, Najib hari ini pulang kampung. Tapi, tidak naik bus. Najib naik sepeda motor bersama teman. Berdua saja,” lalu, ia menjawab, “Jangan, Nak! Naik bus saja,” ia begitu khawatir dengan apa yang menimpa suaminya tempo hari yang meninggal akibat kecelakaan motor di tempat kejadian. Belum sempat ia berkata berpanjang lebar dengan kata-kata larangan, anaknya memotong, “Najib sekarang sudah di jalan, Bu. Doakan Najib ya, Bu, selamat sampai di rumah,” sebelum akhirnya anaknya menutup telepon.

Wajah perempuan itu begitu pucat, seluruh tubuhnya mendadak dingin dan hatinya pun berdebar begitu cepat penuh kekhawatiran. Permintaan atau kabar seperti itulah yang paling dikhawatirkan dari anak lelakinya itu selama ini. Padahal, sebelumnya, dulu, ia sering bilang pada anaknya itu, “Jika perjalanan jauh jangan naik sepeda motor, Nak. Rentan kecelakaan. Lebih baik naik bus saja atau naik kereta api.” Apa yang ia larang pada anaknya karena ia masih trauma dengan apa yang menimpa suaminya. (more…)

Advertisements

Lelaki Pohon Ubi Kayu
May 18, 2014


Cerpen Muftirom Fauzi Aruan (Suara Merdeka, 18 Mei 2014)

Lelaki Pohon Ubi Kayu ilustrasi Toto

LOM selalu membayangkan dirinya adalah sebatang pohon ubi kayu ketika melihat Tin, perempuan yang selalu menyunggi goni yang berisi kangkung-kangkung itu, melintas dari kebun ubi miliknya saat senja tiba. Sedangkan Tin, ia bayangkan sebagai kangkung-kangkung yang menjalar di setiap kujur batang tubuhnya.

Namun, hanya hasrat Lom belaka. Sebab, Tin sudah mempunyai suami yang bernama Jon. Ketika Lom sadar bahwa Tin bersuamikan Jon, maka seketika itu khayalannya buyar bagai lebah-lebah yang berhamburan dari sarangnya karena serbuan asap.  (more…)

Harapan Guru Zulkifli
March 30, 2014


Cerpen Muftirom Fauzi Aruan (Republika, 30 Maret 2014)

harapan-guru-zulkifli-ilustrasi-rendra-purnama

Harapan Guru Zulkifli ilustrasi Rendra Purnama

BARU saja Guru Zulkifli pulang dari mengajar di sekolah tempat ia mengabdi. Sekarang, ia sedang berbaring di atas ranjangnya dan masih mengenakan seragam yang sama. Ia menatap langit-langit kamar. Pikirannya melayang pada sesuatu yang begitu ingin digapainya pada pertengahan tahun ini.

Adalah seorang perempuan, kekasih dari Guru Zulkifli, yang selalu meminta agar ia segera menikahinya. Tapi, betapa berat bagi Guru Zulkifli untuk mendapatkan biaya pernikahan yang telah ia kumpulkan tiga tahun belakangan ini. Begitu juga, uang tabungan dari hasil mengajar sebagai guru honorer, tetap tak cukup untuk ongkos perkawinannya.  (more…)