Archive for the ‘Mona Sylviana’ Category

Reuni
October 22, 2016


Cerpen Mona Sylviana (Koran Tempo, 22-23 Oktober 2016)

reuni-ilustrasi-munzir-fadly-koran-tempo

Reuni ilustrasi Munzir Fadly/Koran Tempo

YANG tidak boleh dilakukan kalau berniat datang ke acara reuni adalah memikirkan hal-hal yang tidak relevan.

Dari balik terali jendela saya melihat ke jalan depan rumah. Udara menyengat. Tidak ada angin masuk dari daun jendela yang sengaja saya buka. Di langit utara, di kejauhan sana, awan tampak melamuri langit dengan gelap. Mungkin sore nanti akan turun hujan sederas hari-hari belakangan ini.

Saya menunggu. (more…)

Advertisements

Masalah
May 28, 2016


Cerpen Mona Sylviana (Koran Tempo, 28-29 Mei 2016)

Masalah ilustrasi Munzir Fadly

Masalah ilustrasi Munzir Fadly

MULANYA cerita ini menggunakan orang pertama sebagai narator. Memasuki minggu ketiga, ketika hampir setiap malam saya coba menyelesaikannya, cerita ini tidak juga rampung. Paragraf pembuka, yang konon bisa menjamin setengah keberhasilan sebuah cerita, telah bolak-balik saya sunting. Tidak soal kalau kelak cerita ini melekat di ingatan banyak orang lebih lama dari masa pembuatannya, tapi saya ragu bahwa dia serupa sebuah cerpen Chekov atau sebuah novel Kawabata.

Ini malam penghabisan. Saya akan pasrahkan ia pindah ke folder “selanjutnya” bersama puluhan cerita lain kalau saya tidak bisa beranjak dari paragraf pembuka.

 

And every day I’m getting older

And the world slips further away (more…)

Nonsens
March 5, 2016


Cerpen Mona Sylviana (Koran Tempo, 06-07 Maret 2016)

Nonsens ilustrasi Munzir Fadly

Nonsens ilustrasi Munzir Fadly

“SAYA ingin berhenti jadi penulis.”

Hei. Jangan berhenti. Saya pastikan cerita ini menarik. Saya paham. Saya juga tidak suka membaca cerita yang isinya keluh-kesah seorang penulis atau cerita tentang kehebatan seorang penulis atau sejenis itu. Pasti membosankan. Seperti mendengar seorang tua yang berjam-jam membicarakan pengalaman masa mudanya. Seperti mendengar pujian seorang ibu soal masakan anaknya yang hanya mampu membuat telor rebus. Sangat membosankan.

Inti cerita ini adalah…. (more…)

“To Be or Not To Be”
June 2, 2013


Cerpen Mona Sylviana (Koran Tempo, 2 Juni 2013)

To Be or Not To Be ilustrasi Yuyun Nurrachman

DARA langsung menutup lagi pintu. Tapi asap putih dan bau knalpot telanjur menyerbu masuk kamar. Sambil menyisipkan kain penutup jendela di paku kusen, membuka kaca nako dan pintu triplek, tangannya mengibas-ngibaskan sarung.

Ah, kenapa knalpot Mas Anwar nyemburnya persis di depan kamar? (more…)

Wajah Terakhir
August 15, 2010


Cerpen Mona Sylviana (Koran Tempo, 15 Agustus 2010)

MARIA mengambil sebatang. Meletakkan bungkus rokok di atas rok span abu-abu tua dari bahan wul tipis. Menyalakannya. (more…)

Mata Marza
January 28, 2010


Cerpen Mona Sylviana (Koran Tempo, 10 Januari 2010)

 

 

NYAMUK berdenging di liang telinga.

Marza bangun dan nyaris jatuh dari bangku tempatnya berbaring. Ia membuka kelopak mata. Likat. Diturunkannya kaki. Marza bersandar di meja kayu.Tangan ringkih itu menyibak spanduk yang nempel di pagar gedung tua.

Hampir satu bulan Marza tidur di tenda jualan yang ditinggal mudik pemiliknya. Hampir satu bulan juga gedung tua di samping tenda itu ramai. (more…)