Archive for the ‘Mo Yan’ Category

Obat Mujarab
May 12, 2013


Cerpen Mo Yan (Jawa Pos, 12 Mei 2013)

Obat Mujarab ilustrasi Bagus

SENJA itu orang-orang bersenjata menuliskan pengumuman di dinding berlabur putih rumah Ma Kuisan yang menghadap jalanan. Disebutkan, esok pagi akan ada pelaksanaan hukuman mati di tempat biasa: ujung selatan jembatan Sungai Jiao. Seluruh penduduk desa diwajibkan hadir untuk tujuan pendidikan. Ada begitu banyak hukuman mati tahun itu sehingga penduduk tak tertarik lagi menyaksikan. Maka, agar orang-orang mau berkumpul, perlu ada perintah khusus.

Ruangan itu masih gelap pekat saat ayah terjaga lalu menyalakan lampu minyak. Setelah mengenakan jaket, ia membangunkanku dan menyuruhku bangkit dari ranjang. Saat itu dingin sekali dan aku masih ingin meringkuk di balik selimut hangat—yang ditarik ayah dari tubuhku. “Bangun,” ujarnya. “Orang-orang bersenjata itu ingin urusan mereka cepat selesai. Jika kita terlambat, kita akan kehilangan kesempatan.”  (more…)

Advertisements