Archive for the ‘Marselli Sumarno’ Category

Jangan Bangunkan Bidadari di Malam Hari
January 3, 2016


Cerpen Marselli Sumarno (Kompas, 3 Januari 2016)

Jangan Bangunkan Bidadari di Malam Hari ilustrasi Ridi Winarno

Jangan Bangunkan Bidadari di Malam Hari ilustrasi Ridi Winarno

LELAKI yang berani pulang ke kampung halaman adalah lelaki sejati. Entah dari mana peribahasa ini aku dapatkan, namun tampaknya cocok untuk diterapkan kepada Jati yang akan pulang kampung ke Salatiga untuk menjenguk ibunya yang sakit, sekalian membawa pesan yang dititipkan ketiga temannya sejak di bangku SMU: mengapa Rina mau dipersunting oleh Wagiono, guru Bahasa Indonesia mereka? Wagiono yang mendapat panggilan manis, yaitu Pak Gion, memang beruntung, namun apa lucunya Rina mau dinikahi Pak Gion? Demikian suara teman-teman Jati yang penasaran. (Tentang tiga sahabat Jati ini akan kuceritakan kemudian). (more…)

Advertisements

Antara Menteng-Semanggi
June 16, 2013


Cerpen Marselli Sumarno (Kompas, 16 Juni 2013)

Antara Menteng-Semanggi ilustrasi Yudi Sulistyo

ORANG yang berjalan kaki nampak miskin. Apalagi kalau melangkah di jalanan kota besar macam Jakarta ini. Hebatnya pikiran demikian tidak pernah hinggap di kepala lelaki berusia 80-an tahun itu, yang kini sedang berjalan santai di Jalan Teuku Umar, Menteng.

Namanya Srikaton, yang dalam bahasa Jawa berarti ”terlihat berseri-seri”. Ia cukup kurus kering, tinggi semampai, rambut terpotong pendek, mengenakan rompi warna hijau tentara dan di pundaknya tergantung tas kain yang sudah lusuh.  (more…)