Archive for the ‘Made Adnyana Ole’ Category

Terumbu Tulang Istri
October 30, 2016


Cerpen Made Adnyana Ole (Kompas, 30 Oktober 2016)

terumbu-tulang-istri-ilustrasi-iyan-sagito-kompas

Terumbu Tulang Istri ilustrasi Iyan Sagito/Kompas

Apakah tubuh menggiring perahu atau perahu menyeret tubuh, dari tepi ke tengah laut? Kayan tak pernah bertanya. Satu hal ia tahu, tubuh dan perahu seakan memiliki rasa pedih dan ngilu yang sama—pedih dan ngilu yang meluncurkan mereka dalam satu garis lurus di atas landai ombak, di laut utara, saban pagi, saat matahari memanjat langit di terang timur.

Ini ritual sederhana, seperti hukuman pada harapan sia-sia. Jelang cahaya, Kayan keluar pondok, menyapa dingin, menghirup asin, menuju pantai. Ia lepas perahu dari ikatan. Meloncat naik, dan bersatulah tubuh bersama perahu menuju lapang lautan. Di tengah laut, ketika garis cahaya menyelip di bawah gelombang, tubuh Kayan terlontar dari perahu. (more…)

Advertisements

Darah Pembasuh Luka
February 23, 2014


Cerpen Made Adnyana Ole (Kompas, 23 Februari 2014)

Ilustrasi Cerpen karya Bambang AW

LUKA di lutut kiri Tantri tumbuh lagi. Mula-mula hanya bintik kecil dengan bunga nanah yang anggun. Tapi kemudian membesar. Bintik itu mengembang seperti gunung kecil dengan kawah nanah yang siap meledak jadi borok.

Tantri ngeri. Karena luka sekecil apa pun yang muncul pada lutut kiri adalah soal amat besar bagi hari-hari yang akan dilewatinya. Bukan hanya hebatnya sakit yang akan dirasakannya, namun lebih karena luka pada lutut kiri akan menyeret ingatannya kepada sebuah gumpalan waktu yang teramat kelam. Waktu, yang jika mampir dalam kotak ingatan, akan memberi Tantri sebongkah rasa sakit melebihi rasa sakit dari luka paling parah.  (more…)