Archive for the ‘Luhur Satya Pambudi’ Category

Riwayat Harjuna dan Teman Perempuan
July 17, 2016


Cerpen Luhur Satya Pambudi (Suara Merdeka, 17 Juli 2016)

Riwayat Harjuna dan Teman Perempuan ilustrasi Putut Wahyu Widodo

Riwayat Harjuna dan Teman Perempuan ilustrasi Putut Wahyu Widodo

Sudah sampai Juli lagi kini. Semenjak ada situs jejaring sosial, kita jadi selalu mampu memantau siapa saja yang berganti usia saban harinya. Mungkin sebagian sudah kita mengerti tanggal berapa hari lahirnya sejak dulu, namun ada juga yang baru ketahuan setelah terhubung Facebook. Setidaknya, jika kita lupa pun jadi mengingatnya dan mengucapkan selamat ulang tahun, tentu disertai sejumlah doa istimewa kala tiba masanya. Sesuatu yang baru belakangan disadari Harjuna–yang akrab dipanggil Juna—adalah  beberapa perempuan yang pernah dekat dengannya sama-sama memiliki tanggal lahir pada bulan ketujuh. Inilah sedikit riwayat yang pernah terjadi antara Juna dengan mereka.

***

Perempuan yang pertama berulang tahun setiap tanggal 4 Juli. Ia adalah adik kelas Harjuna sewaktu kuliah belasan tahun silam. Perlu waktu rada lama baginya hingga terasa ada yang berbeda di relung kalbu melihat gadis manis bernama Evalina. Sampai akhirnya Juna memutuskan mendatangi rumahnya, mengajaknya berkenalan, dan mereka sempat cukup dekat sebagai teman. Eva berparas menawan dengan rambut panjangnya nan indah biasa dibiarkannya tergerai secara alami. Sosoknya kadang mengingatkan Juna pada aktris favoritnya, Sandra Bullock, terutama ketika bermain dalam film “While You Were Sleeping”. (more…)

Advertisements

Arumi Masih Menanti
March 13, 2016


Cerpen Luhur Satya Pambudi (Suara Merdeka, 13 Maret 2016)

Arumi Masih Menanti ilustrasi Farid

Arumi Masih Menanti ilustrasi Farid

Bukan hanya sekali, perempuan tersebut menjalani hubungan serius dengan lelaki. Bahkan pernah ada yang tinggal sejengkal langkah menuju pelaminan, akhirnya tetap kandas juga. Arumi tipe perempuan yang tak sudi bermain-main dengan cinta. Ia senantiasa selektif dalam memilih pasangan. Sebenarnya Arumi merasa kalbunya cukup lapang untuk memiliki kekasih lagi saban kisah cintanya berakhir. Masalahnya, ada saja kendala yang menghalangi niatnya mengakhiri masa lajangnya. Selain cerita gagalnya pernikahan di depan mata, masih ada kisah sendu cintanya yang beraneka warna. Jadi berulang kali sudah Arumi patah hati. Kedua adik lelakinya malah telah lebih dahulu menikah, salah satunya bahkan sudah memiliki anak. Sementara satu-satunya adik perempuannya pun senasib dengan dirinya, tapi sang adik delapan tahun lebih muda ketimbang dirinya. Arumi sadar, ia memiliki beban tersendiri dengan statusnya. (more…)

Menjelang Kepergian Ibunda
January 3, 2016


Cerpen Luhur Satya Pambudi (Suara Merdeka, 3 Januari 2016)

Menjelang Kepergian Ibunda ilustrasi Toto

Menjelang Kepergian Ibunda ilustrasi Toto

SABAN tiba menjelang pergantian warsa, hingga menjelmalah angka tahun yang baru, senantiasa aku terkenang pada mendiang Ibunda. Sembilan tahun sudah tak dapat kutemui ibuku dalam keseharian di atas buana. Benakku beranjak menuju masa silam, pada sejumlah hari sebelum kepergian selamanya perempuan yang sungguh kusayangi. Ketika itu sebenarnya Ibu telah berada di rumah kembali selama hampir dua bulan. Beliau sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit sekitar dua pekan lantaran mengalami gangguan jantung dan ginjal. Sebagai upaya memulihkan kesehatannya, kata dokter tiada pilihan lain bagi Ibu kecuali menjalani cuci darah secara rutin seminggu dua kali. (more…)