Archive for the ‘Kurnia Effendi’ Category

Kematian Kelima
January 7, 2017


Cerpen Kurnia Effendi (Koran Tempo, 07-08 Januari 2017)

kematian-kelima-ilustrasi-munzir-fadly-koran-tempo

Kematian Kelima ilustrasi Munzir Fadly/Koran Tempo

ANGIN mendesir mengusir daun-daun kering. Kerisik itu menyadarkanku, ternyata tinggal kami berdua di depan makam sahabat yang baru saja dikebumikan. Jantungnya berhenti mendadak dan keluarganya gagal menyelamatkan, meskipun anak bungsunya kesetanan menyetir menembus lalu lintas padat Jakarta semalam, menuju rumah sakit.

“Kita tinggal berdua, Mam.” Suaraku ditangkap dengan kesedihan mendalam. Penyesalan juga menggenang di mata Hargumam. Namanya Harsoyo, namun kami berempat mengubah panggilan kepadanya sesuai dengan kebiasaannya bergumam.

“Hmm…” Ia menggeleng. Air matanya tak sembunyi. Dia pensiun dua bulan lalu, tapi bukan karena itu tangisnya pecah. “Detak. Akhirnya engkau berhenti berdetik. Hmm….” (more…)

Ibu bagi Rara
January 17, 2016


Cerpen Kurnia Effendi (Media Indonesia, 17 Januari 2016)

Ibu bagi Rara ilustrasi Pata Areadi

Ibu bagi Rara ilustrasi Pata Areadi

RARA tahu, ia tak punya ibu sejak usianya seminggu. Mengapa Gaharu berulang kali menanyakan perihal orangtuanya? Bedebah itu terlalu usil mengungkit riwayatnya sebelum cinta saling mengikat. Bukankah jawaban-jawaban itu tak akan mengubah keadaan dirinya? Rara yang piatu tak pernah menyusu pada siapa pun. Namun demikian, perasaan-perasaan sebagai anak terkasih atau gadis penanggung sedih, berawal dari rahasia itu. (more…)