Archive for the ‘Komang Adnyana’ Category

Wasiat Bu Kompyang
August 25, 2013


Cerpen Komang Adnyana (Kompas, 25 Agustus 2013)

Wasiat Bu Kompyang ilustrasi Budi Ubrux

IBU Kompyang meninggal. Karena sakit paru-paru meski sudah dirawat di rumah sakit di luar negeri. Sebelum nafasnya terputus, rohnya melayang, ia masih sempat memberikan surat wasiat kepada Gorda, anaknya.

Sebagai pemimpin kelompok media terkenal di pulau ini, Gorda merasa harus menggelar upacara pengabenan dengan megah. Dan benar saja, rentetan upacara kematian itu justru berlangsung seperti sebuah perayaan.

Ya, perayaan. Karena memang konon begitulah sejatinya makna kematian. Tak perlu ditangisi. Harus dilepas. Diterima. Ditolak pun malaikat maut tak akan mundur bila memang sudah waktunya. Klise memang. Tapi kematian Bu Kompyang sama sekali tak klise. Ia istimewa, tepatnya dibuat istimewa.  (more…)

Advertisements

Mayat di Simpang Jalan
September 23, 2012


Cerpen Komang Adnyana (Kompas, 16 September 2012)

CEGAT mereka! Cegat! Jangan diberi jalan!”

“Tahan mereka! Tahan. Jenazah itu tak boleh dikuburkan!”

“Mereka tak punya hak!”

“Usir saja!”

“Mereka melanggar adat. Bukan saudara lagi!”

“Hentikan mereka!” (more…)