Archive for the ‘Isbedy Stiawan Z.S.’ Category

Lelaki dalam Kereta ke Barat
September 25, 2016


Cerpen Isbedy Stiawan Z.S. (Jawa Pos, 25 September 2016)

lelaki-dalam-kereta-ke-barat-ilustrasi-bagus

Lelaki dalam Kereta ke Barat ilustrasi Bagus

LELAKI itu sudah di gerbang stasiun kereta, saat petang beranjak. Sesekali ia menggerakkan kepalanya. Menengok ke belakang. Tak ada sesiapa. Ia ingin ke kota lain. Ransel yang sejak tadi di punggung, ia pindahkan. Kini dalam jinjingan. Di dalam tas itu; pakaian, sabun, shampoo, sikat, dan pasta gigi. Juga sebungkus gundah.

Hari-hari terakhir ia memang galau. Entah kenapa. Mungkin dia seorang yang tahu, tapi tak paham cara menyelesaikannya. Hidup ini misteri. Seperti salju luruh, kanal kehilangan air. Dan gigil yang tak sudah-sudah pergi. “Bukan soal cinta kalau aku gundah,” gumam dia.

Perempuan hanya bagai lampu jalan. Terkadang ada dalam gemerlap sangat, namun kesempatan lain amat pekat. Tetapi, ia tahu bahwa cinta adalah perkara rumit-rumit gampang. (more…)

Advertisements

Garis Merah
June 5, 2016


Cerpen Isbedy Stiawan ZS (Suara Merdeka, 05 Juni 2016)

Garis Merah ilustrasi Farid

Garis Merah ilustrasi Farid

AKU tak pernah lupa membubuhi garis merah setiap kali menulis namamu. Sehingga aku hafal benar tentang huruf-huruf membentuk, sehingga jika dibaca akan tertuju pada namamu.

Hanya 11 kata. Kemudian namamu tersebut. Di dinding sebelah pintu rumahmu, nama itu kau pasang. Di pintu kamarmu, kulihat juga terpajang namamu. Begitu pula di pintu almari, di tas koper biasa kaubawa bepergian; namamu.

Kau selalu mengingatkan agar aku tak lupa. Tulislah namamu—juga alamat dan nomor kontak—di selembar kertas, kemudian selipkan di kantong dalam koper. Sehingga, jika silap di jalan, tertukar dengan orang lain, ataupun tertinggal misalnya di bandara maupun stasiun, mereka yang baik dan jujur akan menghubungi. Isi koper pun tak ada yang hilang sebarang pun. (more…)

Susi dalam Dingin November
March 20, 2016


Cerpen Isbedy Stiawan Zs (Media Indonesia, 20 Maret 2016)

Susi dalam Dingin November ilustrasi Pata Areadi

Susi dalam Dingin November ilustrasi Pata Areadi

AKU bergegas menuju stasiun. Kutembus cuaca yang sangat dingin. Tak perlu menyetop bus, sebab aku harus mampir dulu di rumah makan masakan Indonesia, sebelum sampai di Leiden Central.

Rumah makan ala Indonesia itu sepertinya menjadi langgananku karena hanya itu yang kutahu. Pekerjanya semua orang Indonesia, dan yang paling kusuka; ramah dan manis. Tapi, percayalah aku tak tergoda. Kecuali demi memasukkan makanan ke dalam perut agar kondisi tubuhku di suhu di bawah 10 derajat ini tak mudah diserang sakit. (more…)

Rindang Sedayu
November 25, 2012


Cerpen Isbedy Stiawan ZS (Jawa Pos, 25 November 2012)

Rindang Sedayu ilustrasi Budiono

CINTA

Betapa tua usia cinta. Tak terjelaskan oleh hitungan: angka-angka. Semenjak Tuhan ingin dicintai dan disembah oleh manusia, Dia jadikan seorang lelaki yang kemudian diberinya nama Adam. (more…)

Pati Pejurit
July 21, 2012


Cerpen Isbedy Stiawan ZS (Suara Merdeka, 15 Juli 2012)

NAMAKU Pejurit. Orang tuaku memberi nama itu agar kelak aku dewasa menjadi manusia perkasa. Sebagaimana para prajurit, aku diharapkan dapat menjaga wilayah kekuasaan ayahku dari serangan musuh.

Aku terlahir dari orang tua beragama Hindu. Sebab keyakinan itu yang hidup di zamanku saat itu di sebuah kampung yang diapit dua way datang dari arus satu sungai Tulangbawang. (more…)

Mahar Sunyi
June 13, 2011


Cerpen Isbedy Stiawan Z.S. (Jawa Pos, 12 Juni 2011)

Saat ini kita bermain dalam imajinasi,

tapi suatu saat pasti terjadi….

 .

KALIMAT menyerupai untaian puisi, seperti pernah kuperoleh pelajaran di sekolah menengah atas dulu, kau ucapkan dengan sangat meyakinkan; berirama, sehingga kudengar bertenaga. Telingaku bergetar, dadaku berdebar. (more…)