Archive for the ‘Indra Tranggono’ Category

Hukuman untuk Pencipta Bahasa
January 29, 2017


Cerpen Indra Tranggono (Media Indonesia, 29 Januari 2017)

hukuman-untuk-pencipta-bahasa-ilustrasi-pata-areadi-media-indonesia

Hukuman untuk Pencipta Bahasa ilustrasi Pata Areadi/Media Indonesia

AKU merasa tersesat di negeri aneh, seperti negeri animasi. Langit dicat warna biru, tak ada gradasi, semua memadat, datar, serupa warna lukisan dekoratif.

Biru langit menjadi latar yang manis gedung-gedung tinggi dengan warna kuning, hijau, atau merah. Jalanan yang dicat putih memanjang hingga cakrawala.

Mobil-mobil melintas. Tak ada yang tergesa. Tak ada yang bergegas. Waktu terasa berjalan sangat lambat. Kelengangan terasa abadi. Yang bikin aku tercengang, tak ada satu pun orang terlihat. Aku lebih banyak menemukan makhluk yang sulit diidentifi kasi jenisnya. Tubuh mereka serupa bulatan daging lonjong dengan ekor di bagian belakang. Tak ada kepala layaknya kepala manusia. Hanya mata, mulut, dua lubang, dua kaki dan tangan. Mereka berjalan dengan cara merangkak. (more…)

Advertisements

Perempuan Bulan Perak
January 1, 2017


Cerpen Indra Tranggono (Jawa Pos, 01 Januari 2017)

perempuan-bulan-perak-ilustrasi-bagus-hariyadi-jawa-pos

Perempuan Bulan Perak ilustrasi Bagus Hariyadi/Jawa Pos

OMMY sering bercerita, dirinya selalu dikejar-kejar genderuwo. Mahluk halus berwujud raksasa itu menatap Ommy dengan mata penuh kobaran api. Lalu, raksasa itu merenggut tubuh Ommy. Tangan-tangannya mencekik leher perempuan muda itu.

Namun, Ommy bisa melepaskan diri dan berlari sekuat tenaga. Berlari kuat-kuat hingga dua kakinya menebah-nebah ranjang. Dia pun terbangun dengan penuh ketakutan. Mimpi buram itu selalu datang dalam tidurmu Ommy, sejak kamu mengalami mimpi indah. Ada bulan perak sebesar melon, yang terbuat dari cahaya, meluncur dari langit dan mendarat di atas kepalamu. Bulan itu mengikuti ke mana kamu pergi, hingga kamu tak takut lagi pada kegelapan. (more…)

Mayat Mengambang di Malioboro
October 30, 2016


Cerpen Indra Tranggono (Jawa Pos, 30 Oktober 2016)

mayat-mengambang-di-malioboro-ilustrasi-bagus-jawa-pos

Mayat Mengambang di Malioboro ilustrasi Bagus/Jawa Pos

DATANGLAH ke Malioboro! Anda akan menyaksikan peristiwa yang menakjubkan. Di sini waktu terasa berhenti. Mati. Dan keajaiban dari peradaban yang tenggelam pun akan menyergap Anda. Juga, makhluk-makhluk aneh yang selama ini hanya Anda percayai sebagai mitos!

Begitu bunyi teks iklan yang terpahat di layar televisi. Huruf-huruf itu menyatu dengan gambar-gambar dengan berbagai imaji. Mengaduk perasaan. Membuncahkan rasa penasaran.

***

Ada mayat mengambang di Malioboro. Seorang polisi langsung mengevakuasi dan membawa mayat itu ke pinggir. Jenis kelamin mayat itu perempuan. Dari wajahnya yang masih segar, ditaksir usianya sekitar 23 tahun. Tubuhnya langsing. Kulitnya kuning. Rambutnya pendek, agak ikal. Wajahnya manis. (more…)

Mbah Mahdi dan Cerita Pagi Itu
April 10, 2016


Cerpen Indra Tranggono (Kompas, 10 April 2016)

Mbah Mahdi dan Cerita Pagi Itu ilustrasi Yuswantoro Adi

Mbah Mahdi dan Cerita Pagi Itu ilustrasi Yuswantoro Adi

Mbah Mahdi selalu menghidangkan kejengkelan kepadaku. Setiap pagi, dia selalu membakar sampah, tepat di belakang rumahku, hingga aku tak pernah sempat menikmati udara bersih dan segar.

“Kenapa dia selalu bakar sampah di belakang rumah kita? Itu pertanyaannya yang paling tepat,” ujar istriku sambil menuangkan teh panas ke cangkir tembikar.

Seperti mendapat kesempatan, istriku yang selalu melarang aku merokok pun nerocos, “Demi Tuhan, segala asap itu berbahaya. Mestinya sampah itu kan ditimbun di dalam lubang. Lebih sehat. Bisa jadi pupuk.” (more…)

Perempuan Penambal Kesepian
January 24, 2016


Cerpen Indra Tranggono (Jawa Pos, 24 Januari 2016)

Perempuan Penambal Kesepian ilustrasi Bagus

Perempuan Penambal Kesepian ilustrasi Bagus

JIKA dirimu mengalami kesepian tingkat sedang atau bahkan parah, datanglah pada perempuan itu. Dia bisa membaca pikiran, perasaan dan jiwamu melalui aura yang terpancar dari tubuhmu. Aura yang penuh lubang atau gerowong menunjukkan pikiran dan perasaan yang kacau karena didera kecemasan dan kegelisahan. Di situlah monster kesepian bertahta, kata dia. (more…)

Garong
May 25, 2014


Cerpen  Indra Tranggono (Kompas, 25 Mei 2014)

Garong ilustrasi -

DIA selalu datang membawa bola-bola api yang dibungkus dengan kertas kado abu-abu mengilat, yang anti panas dan tidak bisa terbakar.

Senyumnya selalu mengembang, setiap dia membuka bungkusan dan mengambil bola-bola api yang besarnya seukuran apel Amerika. Begitu satu bola api kuterima maka sontak tubuhku berubah menjadi semacam kristal bercahaya. Aku tertawa. Sangat senang. Bahkan bahagia. Aku pun berlari mencari kaca yang menempel di dinding rumahku. Aku tersentak. Wajahku tampak sangat cantik. Hidungku tambah mancung. Bibirku tampak indah merekah. Mataku tampak bercahaya. Gelambir lemak yang selama ini mengisi pipiku pun lenyap. Pipiku ramping. Puluhan ribu pori-pori di wajahku memancarkan cahaya. Oi, tubuhku juga makin sintal. Padat berisi. Aku seperti terlahir kembali menjadi perempuan paling cantik di dunia.  (more…)

Menebang Pohon Silsilah
February 17, 2013


Cerpen Indra Tranggono (Kompas, 17 Februari 2013)

Menebang Pohon Silsilah ilustrasi Putu Wirantawan

SEGALA kenangan tentang Bapak mengucur dan menggenang di rongga dada. Kenangan itu selalu begelombang memukul-mukul dinding dada, menimbulkan rasa sesak. Aku ingin membakar kenangan-kenangan itu, hingga rongga dada dan benakku terbebas dari tekanan bayangan Bapak. (more…)