Archive for the ‘Iksaka Banu’ Category

Tegak Dunia
January 14, 2017


Cerpen Iksaka Banu (Koran Tempo, 14-15 Januari 2017)

tegak-dunia-ilustrasi-munzir-fadly-koran-tempo

Tegak Dunia ilustrasi Munzir Fadly/Koran Tempo

Setelah mendaki beberapa anak tangga curam, tibalah ia di bangsal atas kubu itu. Rambut cokelatnya langsung berkibar diterpa angin laut yang menerobos bebas dari deretan jendela bangsal. Ia menghampiri pintu utama, dan berdiri terpaku di sana. Bau laut yang belum begitu akrab bagi hidungnya kembali menyerbu. Tetapi aroma amis bercampur pesing itu tak sanggup mengalihkan rasa takjubnya melihat pemandangan yang terhampar di depan mata: Sebuah lapangan luas berbentuk segitiga, dikelilingi tembok setinggi kira-kira dua meter. Di balik tembok itu, ia bisa memilih obyek pemandangan. Sebelah kiri, sebatang sungai lurus lebar. Sementara jauh di utara, lautan luas dengan deretan kapal layar yang tampak seperti miniatur hiasan dalam botol. (more…)

Advertisements

Tangan Ratu Adil
March 30, 2014


Cerpen Iksaka Banu (Media Indonesia, 30 Maret 2014)

Tangan Ratu Adil ilustrasi Pata Areadi

…di dalam sana di atas tikar, aku segera tertidur dan tidak tahu apa mimpiku.

AKU tergagap bangun. Max Havelaar! Ya, itu potongan sajak dari buku yang kubaca sebelum berangkat ke Cilegon. Melintas begitu saja di kepala. Kuperiksa perban pembalut pinggang. Tak ada infeksi. Kurasa aku kelelahan sehingga tertidur sampai pagi memeluk leher kuda. Untung tidak terpelanting di jalan. Kutarik kekang. Hewan yang semula berjalan sangat lambat itu kini berhenti. Kujatuhkan diri ke atas rerumputan tepi jalan. Gerakan itu ternyata membuat pinggangku seperti disobek tangan raksasa. Luka kembali terbuka.  (more…)