Archive for the ‘Ida Fitri’ Category

Buntalan Mikail
July 23, 2016


Cerpen Ida Fitri (Koran Tempo, 23-24 Juli 2016)

Buntalan Mikail ilustrasi Munzir Fadly

Buntalan Mikail ilustrasi Munzir Fadly

MIKAIL melipat mendung, kemudian memasukkannya dalam buntalan bawaannya. Ia hendak beranjak, namun memergokiku yang sedang menatapnya tidak percaya. Seketika aku sadar telah berada pada tempat yang salah.

“Hai! Kau yang mencuri dari buntalanku?”

Aku harus cepat-cepat menghilang dari tempat ini. Aku berbalik dan mulai berlari, memutar otak, berpikir tentang tempat yang harus dituju.

“Jangan lari! Kau!” ujarnya penuh amarah.

Langkah kakiku menjadi sangat berat. (more…)

Advertisements

Air Mata Shakespeare
January 9, 2016


Cerpen Ida Fitri (Koran Tempo, 9-10 Januari 2016)

Air Mata Shakespeare ilustrasi Munzir Fadly

Air Mata Shakespeare ilustrasi Munzir Fadly

AKU mencegat Romeo yang sedang melarikan kudanya untuk menemui Juliet dan bertanya, “Tahu apa kau tentang air mata?”

Anak lelaki Montague itu tidak menggubris, ia kembali menarik tali kekang kudanya.

“Oh sombong! Kenapa tak menjawab pertanyaanku.” Aku berteriak di antara debu yang mengepul ke udara. (more…)

White House
December 20, 2015


Cerpen Ida Fitri (Republika, 20 Desember 2015)

White House ilustrasi Rendra Purnama

White House ilustrasi Rendra Purnama

Berjalan mengelilingi taman sangat menyenangkan. Rerimbun dahan mahoni yang sudah berusia puluhan tahun, merpati putih yang sedang bercengkerama di sangkar-sangkar yang sengaja dibuat untuk memperindah taman. Ditambah bunga berkuncup merah yang menyembul di pinggir jalan taman, berbingkai pohon- pohon besar. Dan, diiringi suara musik dari pemusik jalanan yang duduk secara bekelompok. (more…)

Boneka Tak Berlengan di Srebrenica
September 27, 2015


Cerpen Ida Fitri (Republika, 27 September 2015)

Boneka Tak Berlengan di Srebrenica ilustrasi Rendra Purnama

Boneka Tak Berlengan di Srebrenica ilustrasi Rendra Purnama

Kamu hanya harus berlari, Mejra. Jangan pernah melihat ke belakang. Teruslah berlari! Bumi mengeluarkan cairan merah. Suara teriakan ketakutan, jerit kesakitan dan letusan peluru menjadi satu. Mejra tidak tahu lagi di mana kakinya berpijak. Yang diingatnya, kemarin malam, Tata membawa pulang boneka berambut pirang dan pintar mengedipkan mata.

*** (more…)

Magena
July 5, 2015


Cerpen Ida Fitri (Suara Merdeka, 5 Juli 2015)

Magena ilustrasi Suara Merdeka

BUKIT La Sabira masih berdiri kokoh. Dua belas patung singa masih mengelilingi kolam air mancur. Taman ini masih taman yang sama ketika kau memintaku menunggumu. Katamu kau akan kembali sebelum kebab lumer di mulut. Apa yang terjadi?

Sudah empat ratus kali lebih bumi mengelilingi matahari—aku berdiri di sini—engkau tak kunjung  datang juga. Tak pernah ada mata elang, rambut ikal, dan aroma tubuhmu. (more…)