Archive for the ‘Hikmat Gumelar’ Category

Perempuan Sendirian
October 8, 2016


Cerpen Hikmat Gumelar (Koran Tempo, 08-09 Oktober 2016)

perempuan-sendirian-ilustrasi-munzir-fadly-koran-tempo

Perempuan Sendirian ilustrasi Munzir Fadly/Koran Tempo

PEREMPUAN itu selalu sendirian. Mungkin dia sedang menghayati sebuah baris puisi Chairil Anwar, “Nasib adalah kesunyian masing-masing.” Atau mungkin dia menghayati yang lain.

Kami seperti menemukan sebutir mutiara di tengah lumpur.

Bersama Binsar, sesuai rencana, pukul delapan tepat kami jalan ke pelelangan ikan; kami tak ingin kehabisan yang ingin benar kami lahap—bawal putih. Meski hanya sembilan menit jalan kaki dari penginapan, pelelangan ikan pagi Jumat itu ramai sudah.

Langsunglah kami pisah mencari celah. Berusaha menembus orang-orang, kebanyakan para nelayan dan ibu-ibu bakul pembeli dan penjual ikan, yang rapat berbaris dan berlapis-lapis. Bau tak keruan dari tubuh para nelayan dan parfum ibu-ibu bakul tak kupedulikan. Bau amis ikan malah sengaja kuhidu agar tambah membara hasrat melahap bawal putih bakar sambal kecap. (more…)

Advertisements

Senjakala Seorang Bunda
July 6, 2014


Cerpen Hikmat Gumelar (Media Indonesia, 6 Juli 2014)

Senjakala Seorang Bunda ilustrasi Pata Areadi

DI gang lebar sedepa, yang kiri-kanannya dipenuhi poster dan pamflet pasangan calon presiden dan wakil presiden, dua belas anak terbelah dua. Satu tim Brasil. Satu tim Spanyol.

Nama-nama mereka pun berganti dengan nama-nama pemain bintang Spanyol dan Brasil, idola anak-anak yang semuanya masih duduk di bangku sekolah dasar itu. Anak-anak di tim Brasil yang bernama Wawan, Isa, Tisna, Deden, Toto, dan Dodo berganti menjadi Julio Caesar, David Luis, Thiago Silva, Oscar, Ramires, dan Neymar. Anak-anak tim Spanyol yang bernama Uu, Aming, Kamil, Aat, Sabur, dan Nanu berganti jadi Iker Casillas, Iniesta, David Silva, Gerard Pique, Sergio Ramos, dan Fernando Torres. (more…)