Archive for the ‘Hermawan Aksan’ Category

Bus yang Melaju Membawa Rindu
December 27, 2015


Cerpen Hermawan Aksan (Media Indonesia, 27 Desember 2015)

Bus yang Melaju Membawa Rindu ilustrasi Desta

Bus yang Melaju Membawa Rindu ilustrasi Desta

KETIKA bus merayap keluar dari terminal, jarum jam yang menggantung di atas kaca depan menunjuk angka delapan. Delapan jam aku baru akan dapat menuntaskan rindu di kota yang kutuju. Rindu yang berulang, rindu yang hampir membatu.

Di antara deram mesin dan pekik klakson di tengah padatnya jalan raya, bibir sopir samar-samar menyenandungkan Tembang Kasono—nyanyian rindu. Dari spion di atas kaca depan, wajah sang sopir tampak bersih dan bersinar. Rambut dan kumisnya berhiaskan garis-garis putih. Tapi mata dan bibirnya terus tersenyum. Tembang kasono—kepada siapa ia merindu? Ah, tentu kepada istrinya. (more…)

Advertisements

Lebur Saketi
November 7, 2012


Cerpen Hermawan Aksan (Suara Merdeka, 28 Oktober 2012)

BUKANKAH sudah kuingatkan kau, Kanda Jayadrata, jangan sekali-sekali menjulurkan kepala di bingkai jendela. Terbukti, sekejap saja kau lengah, nyawa taruhannya. Ah, andai kau mau menunggu hingga beberapa saat lagi. Andai kau lebih dulu yakin bahwa semua yang terjadi bukanlah tipuan, entah siapa yang melakukan. Andai kau mau mendengar suaraku, istrimu, meskipun lirih dan tidak lebih dari suara perempuan. (more…)

Pertarungan Terakhir
May 30, 2011


Cerpen Hermawan Aksan (Suara Merdeka, 29 Mei 2011)

PADA suatu malam gerimis, ketika dedaunan bugenvil menampar-nampar jendela kaca rumah, aku kehilangan tokoh utama ceritaku. Tiba-tiba alur kisah yang tengah kurangkai menjadi buntu, seperti menumbuk bidang datar yang pejal. Tema, konflik, deskripsi suasana, segalanya menjadi tanpa arah, tak ubah tersesat di hutan antah berantah. (more…)

Tiga Cerita di Batang Pisang
November 13, 2010


Cerpen Hermawan Aksan (Suara Merdeka, 7 November 2010)

Cerita Satu: Kurusetra

MAKA berceritalah Ki Dalang. Kocap kacarita….

Baratayuda akhirnya pecah juga meskipun sudah dilakukan berbagai upaya untuk mencegahnya. Bahkan seorang Kresna, titisan Wisnu yang sangat dihormati dan dipuja, tak mampu membendung gejolak saling menumpah darah antarsaudara. (more…)