Archive for the ‘Gunawan Maryanto’ Category

Cerita Telur Pecah
February 21, 2016


Cerpen Gunawan Maryanto (Jawa Pos, 21 Februari 2016)

Cerita Telur Pecah ilustrasi Bagus

Cerita Telur Pecah ilustrasi Bagus

SURAT tantangan itu datang jauh-jauh dari Ursyilam pada sebuah siang diantar—tepatnya dijatuhkan—oleh seekor burung Hud-hud. Kejadian ini akan berulang kelak di mana surat itu jatuh menimpa paha Ratu Balqis yang bertahta di Saba.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pe murah lagi Maha Penyayang. Janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. [1] Aku tunggu kedatangan kalian di istanaku tepat ketika surat ini selesai kalian baca. Tertanda: Sulaiman. (more…)

Advertisements

Hyang Maya Mengembara
January 2, 2016


Cerpen Gunawan Maryanto (Koran Tempo, 2-3 Januari 2016)

Hyang Maya Mengembara ilustrasi Munzir Fadly

Hyang Maya Mengembara ilustrasi Munzir Fadly

DI Kahyangan Sunyaruri hanya sepi yang menjadi-jadi. Sementara di luar para dewa dan para lintang tengah berseteru berebut bidadari. Lintang Trenggana dibantu adik-adiknya; Lintang Bladu, Lintang Panjer, Lintang Wuluh dan Lintang Johar: mereka menyerbu Suralaya. Batara Guru, Batara Narada, Batara Candra, Batara Temburu dan puluhan dewa yang lain bahu-membahu mempertahankan Suralaya. (more…)

Aswatama Pulang
September 8, 2013


Cerpen Gunawan Maryanto (Koran Tempo, 8 September 2013)

Aswatama Pulang ilustrasi Yuyun Nurrachman

“AKHIRNYA kuda itu datang, Anakku. Menolongku.”

Aswatama menghela napasnya. Panjang. Di kejauhan terdengar ringkik kuda dari sebuah padang—seperti sebuah panggilan pulang. Cukup. Kalimat itu sudah menjawab seluruh pertanyaannya. Ia tak memerlukan kelanjutan cerita itu. Cukup! Ibuku adalah seekor kuda! Jadi benar kata tetangga. Jadi benar kata teman-teman sekolahnya dulu. Krepi bukan ibu kandungku. Tubuh Aswatama bergetar. Kebenaran itu membuatnya gentar. Matanya menatap tajam tubuh bapaknya yang tergolek di ranjang. Tubuh lelaki tua itu tampak lebih kecil dari yang seharusnya. Mulutnya terbuka seperti hendak melanjutkan cerita. Tapi tak keluar suara apa pun dari mulut itu.  (more…)

Siti Mahiya
September 8, 2013


Cerpen Gunawan Maryanto (Jawa Pos, 8 September 2013)

Siti Mahiya ilustrasi Bagus

MASIH ingat cerita Tambijumiril, seorang saudagar kaya raya dari Benggala yang tak pernah bahagia? Ya, ia yang kemudian meninggalkan seluruh harta kekayaannya dan pergi bertapa sungsang –kepala di bawah kaki di atas– hingga delapan tahun lamanya. Konon ia mendapat wangsit dari Malaikat Jabarael untuk pergi berlayar untuk bertemu dengan jodohnya di sebuah padang pasir yang gersang. Pendeta Kanjulmukmin yang ditemuinya di sebuah pulau memberinya petunjuk agar ia pergi ke tanah Mekkah. Mungkin di sanalah ia akan mendapatkan kebahagiaannya atau entahlah apa namanya.  (more…)

Mata Sukra
June 16, 2013


Cerpen Gunawan Maryanto (Media Indonesia, 16 Juni 2013)

Mata Sukra ilustrasi Pata Areadi

NAMAKU Sukra. Dan, kedua mataku pernah dimasuki ratusan semut merah. Kau tak akan pernah tahu bagaimana rasanya. Aku juga.

Tiba-tiba beberapa lelaki berlompatan dari segala arah dan mengurungku. “Benar namamu Sukra!” Bentak salah seorang dari mereka. Belum sempat aku menjawab, seseorang telah menjambak rambutku dari belakang dan menariknya dengan keras. Keseimbanganku hilang dan aku pun jatuh dari kuda. Beberapa telapak kaki yang besar dan kasar segera menekan tubuhku seolah ingin melesakkannya ke dalam tanah. Aku sama sekali tak bisa bergerak. Nirwati, kuda putihku, meringkik dengan gelisah. Ia menyepak beberapa penyerang sebelum berlari menghilang.  (more…)

Kobatsah
July 10, 2012


Cerpen Gunawan Maryanto (Jawa Pos, 24 Juni 2012)

 

 

BEBERAPA kali sudah dalam hidup kita terbangun dan lupa dengan mimpi yang baru saja kita alami. Dalam tidur seakan kita akan mengingat mimpi itu selamanya, tetapi begitu terbangun tak satu pun hal yang tersisa dalam kepala kita. Seringkali kita terganggu dan berusaha keras mengingatnya. Tapi kadang kita tak peduli. Dan membiarkannya berlangsung berkali-kali. (more…)