Archive for the ‘Gde Aryantha Soethama’ Category

Sumpah Serapah Bangsawan
March 3, 2013


Cerpen Gde Aryantha Soethama (Kompas, 3 Maret 2013)

Sumpah Serapah Bangsawan ilustrasi Banon Gilang

USAI pendeta melantunkan mantra, segelintir kerabat itu pun tergopoh-gopoh pulang. Hanya sanak saudara dekat yang hadir, tak ada tamu undangan, suasana lengang mengambang. Upacara pernikahan itu pun benar-benar ala kadarnya. Tapi, bagi Ayu Meriki ini hari paling mencekam, sangat ia benci, amat menyakitkan, membelit dan mendesak perasaan. Sepanjang upacara tubuhnya menggigil karena tak kuasa melawan. (more…)

Advertisements

Batas Tidur
October 27, 2011


Cerpen Gde Aryantha Soethama (Kompas, 23 Oktober 2011)

JIKA hendak tamasya, kami akan pergi ke batas tidur, tubuh pun melayang-layang, terayun-ayun seringan kapas. Benda-benda, gedung, gunung, laut, pohon, dan ternak terangkat, namun tetap terpegang erat di tempatnya. Kicau burung, suara serangga, dan desau angin, jernih dan jelas sumbernya. Bisikan-bisikan menjadi percakapan nan merdu. (more…)

Ordil Jadi Gancan
August 15, 2010


Cerpen Gde Aryantha Soethama (Kompas, 15 Agustus 2010)

DARI bawah pohon sawo di sudut alun-alun, Ordil menatap bade tumpang sembilan itu dengan pandang berseri-seri, tapi juga dengan perasaan memuncak dengki. Dia girang, niat melampiaskan dendam sebentar lagi terpenuhi. Pada saat sama, kebencian membakar rongga dadanya, karena jenazah orang yang paling ia musuhi memperoleh kehormatan dibakar dengan menara megah bertumpang sembilan. (more…)