Archive for the ‘Ganda Pekasih’ Category

Peti Mati
January 4, 2015


Cerpen Ganda Pekasih (Kompas, 4 Januari 2015)

Peti Mati ilustrasi Kompas

DARI kuburan tua, beberapa gerobak kayu bergerak seakan dilahirkan oleh malam, menjemput nasib di jalan-jalan yang sedikit kendur dari kendaraan yang tak pernah berhenti meraung.

Menjelang subuh mereka semua kembali. Atap-atap kuburan yang lebar dan kokoh membuat mereka terlindung dari hujan, mereka tinggal membuat dinding dari plastik atau kardus-kardus bekas, lantai marmer hangat dengan alas seadanya menutupi huruf-huruf permohonan ampun yang tak penting artinya. (more…)

Advertisements

Pengubur
July 15, 2011


Cerpen Ganda Pekasih (Jawa Pos, 3 Juli 2011)

Nafsu adalah kuda pacuan. (Plato)

HALTE yang baru dibangun itu dilewati banjir setinggi mata kaki, langit masih kelam oleh hujan yang mendadak turun, padahal beberapa saat yang lalu matahari begitu terik. Petir lalu mulai menjauh seperti melolong sedih, hujan yang tadi jatuh amat deras menyisakan gerimis. (more…)

Perempuan dari Balik Pintu Kamar Berlukis Naga
November 28, 2010


Cerpen Ganda Pekasih (Jawa Pos, 28 November 2010)

LIDAH-LIDAH api dari lukisan kepala naga yang menjadi pintu rahasia tempat perempuan cantik itu muncul terasa menjilat-jilat bagai hendak membakar siapa saja malam ini. Tubuh-tubuh telah basah oleh keringat. Asap rokok yang berjala-jala dan pijar temaram lampu di sudut-sudut ruangan menjadikan arena para naga ini terasa makin pengap dan mencekam. (more…)