Archive for the ‘Fina Lanahdiana’ Category

Menanak Batu
March 12, 2017


Cerpen Fina Lanahdiana (Republika, 12 Maret 2017)

Menanak Batu ilustrasi Rendra Purnama - Republika

Menanak Batu ilustrasi Rendra Purnama/Republika

Hidup segan, mati pun tak mau. Begitulah barangkali hidup yang dijalani Nyi Seruling. Kau boleh merasa heran sebab namanya yang tak lazim untuk nama seorang perempuan atau barangkali memang tidak cocok dijadikan nama apa pun sehingga terdengar tidak seperti nama manusia kebanyakan. Nama itu diberikan oleh bapaknya, yang dikenal orang-orang se bagai petani yang suka memainkan seruling. Sayup-sayup seruling akan terdengar ketika Subuh telah purna atau siang hari ketika duduk beristirahat di gubuk yang dibangun di tengah sawah dengan naungan sebuah pohon randu yang teduh. (more…)

Advertisements

Mengendalikan Arah Angin
June 28, 2015


Cerpen Fina Lanahdiana (Suara Merdeka, 28 Januari 2015)

Mengendalikan Arah Angin ilustrasi Hery

SEGALA yang naik itu kelak akan jatuh sebagaimana pesawat roboh oleh banyak prasangka semisal seekor burung berparuh panjang yang berbahaya, tak lekas mampu mengendalikan arah angin yang ceroboh. Kakek seringkali mengulangi kalimat itu sebagai mantra ajaib burung-burung nakal yang ada di dalam kepalaku.

“Jangan terlalu banyak bergerak, pelankan suaramu ketika berbicara atau jika tidak, burung-burung akan mencuri mimpimu.” (more…)

Daun Pintu
February 22, 2015


Cerpen Fina Lanahdiana (Republika, 22 Februari 2015)

Daun Pintu ilustrasi Rendra Purnama

Daun Pintu ilustrasi Rendra Purnama

Pintu itu adalah sebuah batas yang hanya segaris kabut tipis tak berdinding. Siapa pun yang menyentuhnya bisa melampaui, meskipun ia sebatas melangkahkan satu kaki ataupun sentuhan sebuah jari telunjuk.

Cahaya mengerucut biru, memanjang, dan terhampar memantulkan bayang-bayang sebuah pintu berukuran raksasa yang berdiri tegak, teramat pongah bagai seorang raja yang gemar menepuk dan membusungkan dada di hadapan rakyat-rakyatnya yang jelata. (more…)

Tokoh Cerita yang Menetas di Kepala Ibu
January 4, 2015


Cerpen Fina Lanahdiana (Media Indonesia, 4 Januari 2015)

Tokoh Cerita yang Menetas di Kepala Ibu ilustrasi Pata Areadi

“JIKA kau tak lekas tidur, lalu tiba-tiba rumah menjadi gelap, seekor monster akan mendatangimu. Ia akan merebut paksa mainan-mainanmu. Tubuhnya besar dan hampir menyentuh atap dengan air liur yang menetes ke lantai. Ia juga akan mencuri buku-buku koleksimu.”

Analis merasa ngeri dan segera menutup hampir seluruh tubuhnya, kecuali sedikit rambut ikal berwarna hitam yang masih terlihat.

“Apakah itu kisah nyata?” (more…)