Archive for the ‘Fahdiant Uge’ Category

Firasat
June 22, 2014


Cerpen Fahdiant Uge (Republika, 22 Juni 2014)

Firasat ilustrasi Rendra Purnama

“BU, tapi ini sudah keempat kalinya. Berturut-turut!” kalimat Shafira bergetar. Ketakutan.  Air teh panas yang di tuangnya membuat gelas beling bening retak. Air teh memenuhi meja makan. Menetes ke lantai. Shafira mengempaskan teko. Ada embusan putus asa atas kepungan firasat buruk di benaknya.

“Kamu ini termakan sinetron. Gelas retak itu biasa. Kualitas pabrik sekarang menurun,” ibunya tidak menggubris. Konsentrasinya tertuju pada mangkuk berisi sayuran dan lauk yang dihidangkan di meja makan. Dalam hati, ibunya membenarkan hipotesis tersebut. Shafira berusia 30 tahun, tetapi kekanak-kanakan. Bagaimana jadi istri orang jika setiap kejadian diartikan firasat buruk? Bisa makan hati.  (more…)

Advertisements

Jurus Pamungkas
April 20, 2014


Cerpen Fahdiant Uge (Suara Merdeka, 20 April 2014)

Jurus Pamungkas ilustrasi Toto

AKU sebenarnya tidak setuju dengan usulan Mama. Menurut agama manapun, bunuh diri bukan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Masih ada cara lain yang lebih manusiawi. Memang utang sebegitu banyaknya tidak mungkin terbayar dalam tempo singkat. Apalagi lima laki-laki bertubuh kekar dan bertato yang gemar membentak dan menampar hanya memberi tenggat hingga Senin depan. Harta dan barang berharga lenyap dijual. Tersisa perabot-perabot lusuh, pakaian kumal, dan lukisan ikan koi berjumlah delapan, yang kata Papa itu sebagai penarik keberuntungan. Sepertinya lukisan tersebut tidak memiliki daya tarik yang kuat, buktinya keluarga kami terjerat utang dan berujung sedemikian sial.  (more…)