Archive for the ‘Eko Triono’ Category

Bandit dalam Kepentingan Cerita
May 29, 2016


Cerpen Eko Triono (Media Indonesia, 29 Mei 2016)

Bandit dalam Kepentingan Cerita ilustrasi Pata Areadi

Bandit dalam Kepentingan Cerita ilustrasi Pata Areadi

KEJADIAN ini melibatkan Karta Biter dan rangkaian muslihat bandit narkoba, tepatnya di kawasan LP Pulau Nusakambangan, Cilacap, pada akhir Januari 2012.

Itu ialah masa di mana kabar hukuman mati atas Michael JC diproduksi dan diberitakan berulang-ulang ke segenap penjuru. Kabar itu berakhir dengan catatan Michael JC benar-benar sudah mampus; dibungkus peti, dikuburkan di area khusus, setelah dipenuhi permintaan terakhirnya.

Permintaan itu disiarkan luas oleh televisi yang haus liputan langsung, meski hasilnya hanya variasi narasi atas sepotong foto colongan. Sisanya, duga-analisis. Michael JC ingin bertemu dengan keluarganya, asal Australia. (more…)

Kiu yang Mencekik
January 10, 2016


Cerpen Eko Triono (Media Indonesia, 10 Januari 2016)

Kiu yang Mencekik ilustrasi Pata Areadi

Kiu yang Mencekik ilustrasi Pata Areadi

KASMADI Ceceng menghadapi badai masalah dalam kerodong sarung bau lumpur dan koyo sakit gigi yang tak hangat lagi. Adalah hal gila berbagi masalah dengan sampah sungai yang lewat. Apalagi dengan bunga waru kuning yang jatuh dalam hening. Tapi kalau ditahan sendiri, kepalanya bisa jadi balon stres dan dar! Meledaklah jiwanya. (more…)

Kahia dalam Ajal yang Bergeming
January 18, 2015


Cerpen Eko Triono (Media Indonesia, 18 Januari 2015)

Kahia dalam Ajal yang Bergeming ilustrasi Pata Areadi

PEREMPUAN Tua menjelaskan, “Kalian menuduhku hanya karena aku mampu bicara dengan kahia? Mengapa kalian tak tuduh diri sendiri? Kalian yang lebih mampu lihat kahia.Siapa beri tahu kalian buat menuduh?

Ya, ya. Tak perlu dilanjut. Aku tahu namanya. Orang itu lagi. Aku dengar suaranya di toa saat lufu kie. Aku tahu, dia punya sakit jantung dan tulang punggung. Hatinya juga. Mengapa dia tak ikut dan hanya utus kalian? Kalian lihat sekarang? Aku hanya perempuan tua pembuat boso dari sekian banyak perempuan Marekofo. Aku tak punya bahan peledak. Tak seperti pencari ikan yang sering membuatku bangun buru-buru di tengah malam. Mau kucerita? (more…)

Kenapa dengan Pulau Evolut?
September 1, 2013


Cerpen Eko Triono (Media Indonesia, 1 September 2013)

Kenapa dengan Pulau Evolut ilustrasi Pata Areadi

“MEREKA berhasil!” teriak ayah dari sofa. Tidak biasanya ia mengajak bicara. Meski kami serumah, kadang kami lebih mirip orang yang kebetulan bersama. Kebetulan aku sebagai anak, dan ia sebagai ayah.

“Lihat, mereka berhasil!” teriak ayah lagi. Ia menunjuk-nunjuk televisi 19 inci. Kupadamkan kompor dulu, sebelum mendekat padanya di jarak 15 langkah. Aku punya pengalaman buruk menggosongkan panci karena terbius oleh acara sulap. Bukan hanya gosong, panci itu juga lumer, dan setelah dingin bentuknya jadi tak keruan, seperti pulau yang penyot di sana-sini.

“Lihat, Nak, cepat! Tinggalkan pancimu. Ini benar-benar mengagumkan,” tumben ayah menyapaku dengan ‘Nak’.  (more…)

Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-pohon?
April 28, 2013


Cerpen Eko Triono (Kompas, 28 April 2013)

Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-Pohon ilustrasi Sunadi Doel

SEBELUM kau bertanya, “Agama apa yang pantas bagi pohon-pohon?” hujan lebih dahulu berwarna tembaga.

Merkuri yang tinggi, tegak dan melengkung; berbaris menundukkan kepala di sisi jalan provinsi J, dan kita mengira mereka sedang sibuk, atau mungkin berkabung, pada lalu lintas yang senantiasa bergegas, seperti saat, seperti waktu (yang kerap terlepas dan bersambung). Penerangan dalam bus dimatikan, sejak beberapa jam yang lalu. (more…)

15 Menit dan Selanjutnya
January 12, 2012


Cerpen Eko Triono (Suara Merdeka, 8 Januari 2012)

ASISTEN Sulap amatir, Tonto, mendengar suara tangis dari dalam tas, saat jarum aneh menusuk-nusuk dada kirinya. Angin pektoris, dia tahu, otot-otot jantungnya selalu kekurangan darah setiap dingin, seperti para vampir di musim hujan. (more…)