Archive for the ‘Eep Saefullah Fatah’ Category

NEKA
May 18, 2014


Cerpen Eep Saefulloh Fatah (Kompas, 18 Mei 2014)

Neka ilustrasi

 

Malam jatuh dengan ubun terluka
Hujan menombaki senja
Ombak bagai kelebat mandau (*)

AKU biarkan sekujur tubuhku dirundung kuyup. Ini senja kesepuluh aku teronggok di tubir pantai gelap itu. Tadi siang, dua bis kota bergantian mengangkutku. Sebuah angkot melanjutkannya hingga ke loket karcis. Lalu kusambangi pantai hingga malam mengubur terang. Kupeluk sepi di tengah keramaian. Rute sebaliknya kutempuh hingga kamar kos di pinggir kampus membekap tidurku dalam kelelahan.  (more…)

Advertisements

Jaket Ayah
May 4, 2014


Cerpen Eep Saefulloh Fatah (Media Indonesia, 4 Mei 2014)

Jaket Ayah ilustrasi Pata Areadi

SEMUA bermula pada pagi yang sialan itu. Aku diminta menemani ayah bertemu seorang ketua partai di resto hotel itu. Menemani artinya menyopiri, memarkir mobil, lalu menyusul ke resto dan duduk diam di samping ayah selama pembicaraan berlangsung.

“Ayah tak mau ada fitnah. Karena itu, kamu mesti temani ayah selama pertemuan. Kamu catat dalam hati yang dikatakannya nanti,“ kata ayah berkeras mengajakku ketika aku menolak ajakannya secara halus.

Sesuai permintaan, aku catat baik-baik semua yang dikatakan lelaki setengah baya dengan wajah bulat dan perut yang lebih bulat lagi itu. Partainya alami krisis kader. Mereka butuh calon pemimpin yang terbukti bersih. Mereka ingin usung ayah sebagai calon bupati.  (more…)

Gerimis Senja di Praha
January 17, 2012


Cerpen Eep Saefullah Fatah (Kompas, 15 Januari 2012)

SENJA Agustus memerah di kaki bukit Petrin, Mala Strana. Langit mengencingi Praha tak habis-habis. Gerimis turun sejak siang dan tak juga membesar. Sungai Vltava baru saja mulai tenang setelah marah meletup-letup selama setengah pekan lalu. Dua hari lalu, airnya naik hingga sembilan meter. Jembatan Charles nyaris terendam. Kemarahan Vltava nyaris saja menenggelamkan Praha. (more…)