Archive for the ‘Djenar Maesa Ayu’ Category

Dan Lalu
May 26, 2013


Cerpen Djenar Maesa Ayu (Kompas, 26 Mei 2013)

Dan Lalu ilustrasi Yuswantoro AdiDAN berjalan tertatih memapah Lalu. Selalu saja terjadi seperti itu. Padahal sebelumnya Dan berniat untuk maju. Tak lagi mengindahkan tangis Lalu di belakangnya yang mendayu-dayu.

Tapi untuk kesekian kalinya Dan kalah. Kedua kakinya urung melangkah. Tangis Lalu ibarat tali tambang yang menjerat erat kedua kakinya agar tidak pindah. Dan tak berdaya walaupun sebenarnya sudah merasa teramat sangat jengah. (more…)

Advertisements

Tunggu!
October 14, 2011


Cerpen Djenar Maesa Ayu (Kompas, 25 September 2011)

WAKTU menunjuk pukul tujuh. Di sudut kafe ketiak saya berpeluh. Namun tak bisa mengeluh. Kecuali pada ponsel yang suaranya tak juga melenguh. (more…)

Kunang-kunang dalam Bir
October 15, 2010


Cerpen Djenar Maesa Ayu dan Agus Noor (Kompas, 10 Oktober 2010)

DI kafe itu, ia meneguk kenangan. Ini gelas bir ketiga, desahnya, seakan itu kenangan terakhir yang bakal direguknya. Hidup, barangkali, memang seperti segelas bir dan kenangan. Sebelum sesap buih terakhir, dan segalanya menjadi getir. Tapi, benarkah ini memang gelas terakhir, jika ia sebenarnya tahu masih bisa ada gelas keempat dan kelima. Itulah yang menggelisahkannya, karena ia tahu segalanya tak pernah lagi sama. Segalanya tak lagi sama, seperti ketika ia menciumnya pertama kali dulu. (more…)