Archive for the ‘Dias Novita Wuri’ Category

Pesta Ulang Tahunmu di Surga
June 18, 2016


Cerpen Dias Novita Wuri (Koran Tempo, 18-19 Juni 2016)

Pesta Ulang Tahunmu di Surga ilustrasi Munzir Fadly

Pesta Ulang Tahunmu di Surga ilustrasi Munzir Fadly

MALAIKAT yang bertugas mengurus pesta ulang tahunmu di Surga tampak sangat sabar, tetapi memang begitulah mereka semua. Kau mengamatinya, mengamati sebuah daftar di tangannya, dan ia melontarkan pertanyaan-pertanyaan sembari membuat tanda di daftar itu setiap kali kau menjawab. Kau baru menghuni Surga selama empat bulan, maka kau belum terbiasa menghadapi Malaikat dan masih terpana mendapati betapa sabarnya mereka semua, bahkan ketika kau tak bisa menahan diri untuk sedikit menggoda mereka dengan perbuatan-perbuatan usil seperti menarik seutas cahaya yang menjulur dari tubuh mereka bagaikan rambut (tetapi bukan rambut, bukan pula rambut yang bercahaya. Itu memang cahaya, bisa lumer dan lebur secara misterius di jarimu dan sebagainya), kau melakukannya semata-mata untuk melihat apakah mereka akan marah. Mereka tidak pernah marah. Malaikat yang satu ini pun demikian.

“Penganan untuk dihidangkan?”

“Keik keju?” kau menjawab coba-coba.

“Keik keju yang seperti apa?” (more…)

Teman Kami
July 28, 2013


Cerpen Dias Novita Wuri (Koran Tempo, 28 Juli 2013)

Teman Kami ilustrasi Yuyun Nurrachman

“NAH lihatlah, Teman, kami sudah memenuhi permintaan-permintaanmu. Kami datang saat kau panggil, dan kami sudah membantu membuatmu kaya tanpa kau harus bekerja apa-apa seumur hidupmu. Kau sudah punya sebuah mobil yang nilainya hampir dua ratus juta mata uangmu, kau berhasil menikahi perempuan cantik itu (tadinya ia benci padamu, tentu saja, dan selalu mengerutkan alisnya tiap kali kau muncul di depan pagar rumahnya, tapi kami punya cara untuk membujuknya, mengisiki hatinya dengan tipu daya), dan kini kau punya dua rumah—besar dan terletak di lokasi yang bagus, meskipun tidak megah. Kau berkecukupan tanpa harus berusaha, karena perempuanmu yang bekerja seumur hidupnya hingga kalian punya semua itu. Ia cantik, serba-bisa, dan pintar, ia yang bekerja membanting tulang di sebuah bank asing selama dua puluh lima tahun sementara tugasmu hanya menjemputnya setiap sore di kantornya. Itu pun kau selalu mengeluh. Kau marah-marah, memukulkan kepalan tanganmu ke klakson mobil, memaki-maki pengendara lain saat jalanan macet.  (more…)

Bilamana Bagaimana
December 23, 2012


Cerpen Dias Novita Wuri (Koran Tempo, 23 Desember 2012)

 

SEMINGGU kemudian tanpa disangka-sangka, gadis berjilbab itu kembali ke salon Donna. Ia muncul di ambang pintu, melompat-lompat masuk dengan hak sepatunya yang mengetuk-ngetuk di atas ubin geripis dan membuat kaget satu-satunya pengunjung yang saat itu sedang Donna poles mukanya. Melihatnya Donna pun menjerit bahagia, dan ia dan gadis itu segera berpelukan, sepasang sahabat dekat dalam waktu yang terlampau singkat. (more…)

Julliet de Julie
July 16, 2012


Cerpen Dias Novita Wuri (Koran Tempo, 1 Juli 2012)

YANG satu ini cukup tampan juga, pikir Julie seraya menyingkirkan sejumput rambut dari dahinya. Sangat muda, dan sangat kaya. Ia mengulurkan tangan untuk menyentuh pipi pria itu—anak laki-laki itu—yang meneteskan keringat dan terengah-engah di atasnya nyaris tanpa suara. Pipinya halus sekali, tanpa jerawat yang biasanya dimiliki anak-anak laki-laki sebayanya. Hembusan napasnya begitu lembut, begitu tanpa jejak, tapi terasa deras dan panas di kulit wajah Julie. Siapa tadi namanya? Oh ya, Etienne. Berapa umurnya? Apa yang dipikirkannya sekarang? Dalam beberapa tarikan napas lagi, ia roboh di tubuh Julie. Ia mendesah lalu diam. (more…)

“Com a Luz de Dia”
March 13, 2012


Cerpen Dias Novita Wuri (Koran Tempo, 11 Maret 2012)

“RUPANYA kau sudah pulang.”

“Ya, dari tadi.”

“Mau makan? Masih ada sup kentang sisa tadi pagi. Ada di lemari es, tinggal dihangatkan saja.”

“Terima kasih. Aku sudah makan. Kau bagaimana?” (more…)