Archive for the ‘Darman Moenir’ Category

Sawah Subarang
July 10, 2016


Cerpen Darman Moenir (Kompas, 10 Juli 2016)

Sawah Subarang ilustrasi Gusmen Heriadi

Sawah Subarang ilustrasi Gusmen Heriadi

Bertumpak-tumpak sawah di negari itu bernama Sawah Subarang. Subarang berarti seberang. Sawah-sawah itu berada di seberang. Pembatas adalah jurang yang tidak dalam. Di dasar jurang itu ada sungai kecil. Di hulu sungai, di ketinggian, kaki gunung, ada mata air yang tidak pernah berhenti membersitkan air. Air itu mengairi sawah-sawah yang terhampar. Timbal balik tebing jurang rimbun oleh pepohonan.

Sana-sini ada jalan setapak, termasuk jalan ke sawah. Dan sesungguhnya terdapat banyak kelompok pesawahan lain. Masing-masing punya nama. Ada Sawah Lakuak, Sawah Burai, Sawah Baliak, Sawah Sikaladi. Ada pula Sawah Simanganak, Sawah Pamantangan, Sawah Banda Baru, Sawah Banda Tunggang. Masing-masing punya makna tersendiri. Tumpak-tumpak sawah itu berdendang banyak dan panjang, melagukan kehidupan beberapa ratus anak manusia. Dendang itu kadang-kadang terbantun dalam bentuk gumam, siul, bisik, atau tarikan napas yang panjang dan dalam. (more…)

Advertisements