Archive for the ‘Clara Ng’ Category

Anak Babi yang Masih Menyusu kepada Ibunya
November 23, 2014


Cerpen Clara Ng (Koran Tempo, 23 November 2014)

Anak Babi yang masih Menyusu kepada Ibunya ilustrasi Munzir Fadli

RATUSAN tahun lalu di daratan Cina, anak babi kecil yang masih menyusu kepada ibunya dianggap sebagai lambang kesucian. Lambang kesucian bagi seorang pengantin perempuan yang belum pernah bersentuhan dengan lelaki mana pun. Pada malam pernikahan, ia, yang masih polos dan murni, akan menjadi milik sang suami.

Ting An tahu kisah ini dari kakak Papa nomor satu yang selalu bercerita tanpa diminta di setiap pesta pernikahan keluarga. (more…)

Advertisements

Semua Perempuan Berselingkuh
December 2, 2012


Cerpen Clara Ng (Koran Tempo, 2 Desember 2012)

Semua Perempuan Berselingkuh ilustrasi Yuyun Nurrachman2

SEMINGGU sebelum Pia menikah, Mama mengumpulkan sembilan anak perempuannya untuk makan malam ciaciu di restoran Fajar Baru. Pernikahan selalu membuat keluarga yang tercerai-berai kembali berkumpul. (more…)

Kemukus
January 24, 2012


Cerpen Clara Ng (Koran Tempo, 22 Januari 2012)

ADA mata besar di setiap kegelapan ini. Kegelapan yang seakan tak berujung. Setiap mata itu membuka, maka kegelapan semakin sirna.

Jam sebelas malam di jarak 25,3 tahun cahaya. Koordinat 57 lintang selatan konstelasi Taurus. Tiansun berdiri menopang dagu ke arah bintang El Nath yang sangat besar. Tangannya menggerak-gerakkan sapu, mengumpulkan debu-debu yang bertebaran di sekitarnya. Debu ini sangat halus, sisa-sisa yang tak terambil oleh mesin. Pekerjaannya sebagai tukang sapu debu mikro memberinya kemapanan di usianya yang kedua ratus tiga puluh enam tahun. (more…)

You Xi Sudah Menunggu
April 4, 2011


Cerpen Clara Ng (Koran Tempo, 3 April 2011)

BERTAHUN-TAHUN lamanya aku begitu percaya pada Cai Shen, Dewa Pemberi Rezeki, yang mendengarkan permohonan manusia. Di antara asap hio yang melenggang tipis-tipis selayaknya tirai halus, aku berdoa dengan tulus di hadapannya. Tidak ada lagi yang kuinginkan selain mendengarnya berbisik “ya” di tiap mimpi-mimpiku. Aku meronce benang-benang puja-puji surgawi agar naga merah bersisik logam yang jahat bergemerincing tak bisa muncul dan menyemburkan api di altar persembahan ini. (more…)

Risalah Lidah
June 20, 2010


Cerpen Clara Ng (Koran Tempo, 20 Juni 2010)

IA menemukan kota kecil di dalam mulutnya. Sebulan lalu, waktu Ibu selesai mengepang rambutnya panjang di kiri dan kanan, Asna mendengar suara tangisan bayi. Suara itu berasal dari dalam tubuhnya—betapa anehnya ungkapan itu, tapi rasanya benar. Setelah kebingungan beberapa saat, akhirnya Asna membuka mulut di depan cermin,memandang kegelapan di tenggorokannya sambil menunggu kesunyian lewat. Telah hilang semenit, suara tangis itu terdengar lagi. (more…)

Penjual Dongeng
March 7, 2010


Cerpen Clara Ng (Koran Tempo, 7 Maret 2010)

“ABIL melihat seekor burung pemakan bangkai di kebun belakang waktu dia menerobos keluar jendela dari rumah yang barusan dirampoknya ….”

Hujan celaka mengguyur deras di luar, memukul-mukul atap rumah dengan ribut dan membuat sebagian tembok lembab oleh rembesan air. Setiap musim panas Husin selalu menambalkan banyak semen agar rembesan tidak terlalu mengganggu, tapi setiap musim penghujan datang, Husin harus menyaksikan hujan mengejeknya bulat-bulat. Kalah telak, lagi-lagi dia. Husin menatap kosong ke arah butiran air yang perlahan muncul dari celah tembok seperti aturan sihir, lalu turun perlahan seperti gerombolan rayap beringsut menuju lantai. (more…)