Archive for the ‘Bonifasius Bulu’ Category

Lelaki Tua dan Kudanya
June 19, 2016


Cerpen Bonifasius Bulu (Jawa Pos, 19 Juni 2016)

Lelaki Tua dan Kudanya ilustrasi Bagus

Lelaki Tua dan Kudanya ilustrasi Bagus

DARI balik dinding bambu, melalui celah sebesar bola mata, di bawah remang rembulan, Malo Lede dapat melihat begitu jelas bayang-bayang berkelebat dekat kangali [1]. Ia tak tahu berapa jumlah pasti mereka, yang jelas lebih dari satu, dan tak kan pergi sebelum mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Perlahan ia melepas kain yang membungkus tubuhnya. Rasa nyeri yang amat sangat menyerang pinggangnya begitu ia berdiri. Dengan berjinjit, ia melangkah penuh hati-hati menuju bilik kecil di satu sudut ruangan, menghindari bambu-bambu yang dapat berderak begitu ia menjejakkan kaki, menghindari baris-baris sinar rembulan yang menerobos celah-celah dinding. Begitu tiba di bilik itu, segera ia raih sebatang tombak dan kembali ke tempat pengintaiannya. (more…)

Advertisements

Angin Rumput Sabana
April 6, 2014


Cerpen Bonifasius Bulu (Suara Merdeka, 6 April 2014)

Angin Rumput Sabana ilustrasi Hery

DI pesisir Pantai Kambera, berdiri sebuah gubuk reyot, beratap alang, berdinding anyaman bambu dan beralas pasir putih. Dari situ jalan setapak itu bermula. Panjang seperti ular membelah padang sabana, melewati jalan beraspal menuju Mondu, terus memanjang ke balik bukit kering dan berbatu cadas di sisi utara.

Setiap pagi berhalimun, kala aku melintasi jalan beraspal menuju Mondu, pada jalan setapak itu melangkah seorang perempuan tua dengan langkah cepat dan tetap. Berkerudung kain hitam, berbaju putih dibalut kain sarung cokelat kemerah-merahan melingkar di pinggulnya. Di pundaknya tergantung sebuah cukulele dan bakul dari anyaman daun tuak. Tangan kanannya menggenggam sebuah periuk hitam.  (more…)