Archive for the ‘Beni Setia’ Category

Paruntungan
May 22, 2012


Cerpen Beni Setia (Suara Merdeka, 13 Mei 2012)

PARUNTUNGAN pasti terlahir di bulan Mei. Tidak jelas tanggal berapa karena kami tidak mengetahui siapa orang tuanya dan kapan proses persalinannya. Mungkin ketika demostrasi anti-pemerintahan Orba dari mahasiswa dan semua orang memuncak di Jakarta, dan berserentakan—dengan intensitas yang sama—diikuti oleh demonstrasi di daerah. Kemudian ada penembakan mahasiswa oleh sniper tak pernah teridentifikasi, dan puncaknya—pada momentum terjadi kekerasan terhadap orang dan aset China di Jakarta oleh si pihak tak pernah teridentifikasi—: Paruntungan digeletakkan di muka gerbang panti asuhan. Di hari ketika semua orang disihir siaran langsung kekerasan itu. (more…)

Advertisements

Lagu Tanglung Ungu
February 16, 2012


Cerpen Beni Setia (Jawa Pos, 12 Februari 2012)

GAMBIR tinggi di awang-awang. Orang datang dan pergi di antara jalur rel-rel yang bersirentang mendatangkan serta mesilalukan derap, yang sesaat berhenti untuk memuntahkan yang bersigegas turun atau menyedot orang-orang yang menekah naik. Dan di pagi itu: Aku menggeliat dari pegal, memilih kursi serta merokok—tidak peduli akan ancaman si perda anti- merokok sembarangan DKI Jakarta, karena inti perda itu bukan cuma melarang orang merokok , tapi memfasilitasi si orang yang sangat ingin merokok karena terbiasa merokok. Karenanya, orang bisa aman merokok dan bukan si paranoid takut didenda karena merokok. Menjadi sesuatu yang sangat bersiterang dan dilindungi, tak slinthutan seperti laku korupsi—dan selingkuh—, misalnya. (more…)

Fantasia
April 24, 2011


Cerpen Beni Setia (Jawa Pos, 17 April 2011)

0

KAMI dari Planet Muibi. Salah satu dari komunitas makhluk cerdas yang dikirim Dewan Pengetahuan Planet Muibi ke Planet X—yang diandaikan Planet Noyda. Planet yang terkubur dan ditinggal leluhur kabilah Ben Aineista, sama seperti ketika mereka meninggalkan Planet Tagja dan mengungsi ke Planet Muibi. Kronologi data dan fakta yang telah kami rekonstruksi, tapi belum jadi kesempurnaan karena Planet Noyda itu belum diketemukan, karena jejak peradaban awal belum diketemukan, serta sekaligus Peta Semesta—yang akan membawa kami ke Planet Azias—belum diketemukan. Kalau Planet Noyda benar-benar diketemukan, dan penggalian berhasil mernemukan artefak purbani itu, maka kami akan diserap emanasi balik atau terbang ke Planet Azias, tidak hanya pergi ke sembarang titik di luas semesta dalam hitungan detik dengan pesawat semesta dan teknologi warisan Ben Aineista. (more…)

Debu
March 28, 2010


Cerpen Beni Setia (Suara Merdeka, 28 Maret 2010)

WA ITAM seperti berusia empat puluh dua tahun. Saya katakan: seperti —karena saat ditelusuri ke Pesantren Bayabah, Garut, kiai di sana mengerutkan kening. “Kiai Dullah itu buyut saya,” katanya.

Saya mengusap wajah,—istighfar. Kiai yang ditemui di pesantren narik kolot itu masih muda, mungkin berusia 39 tahun, dan sangat gampang ditemui karena pesantren itu sangat sunyi —meskipun kiai itu sempat bercerita tentang masa kejayaan pesantren itu, 75 tahun yang lalu. Dan penelusuran ke Kampung Ciranggaek, ke salah satu santri seangkatan Wa Itam, malah mempertemukan saya dengan Buldanurzaman —cucu Ki Oyek Fathoni, teman Wa Itam yang telah 50 tahun meninggal. (more…)