Archive for the ‘Bamby Cahyadi’ Category

Mimpi Stefani
February 3, 2013


Cerpen Bamby Cahyadi (Media Indonesia, 3 Februari 2013)

Mimpi Stefani ilustrasi Pata Arendi

SELEPAS mimpi buruk, ia bagai terdampar di pulau paling sunyi. Beberapa serpihan adegan mimpi masih tersisa di pelupuk matanya. Stefani kedinginan. Tentu saja, karena ia tidur tanpa busana. Tubuhnya hanya ditutupi selimut tebal. Selimut hangat yang tiba-tiba jatuh ke lantai membuat ia terbangun. Masih terperangkap dalam ingatannya, suara-suara pedang beradu, bunyi sepatu berderap di lorong-lorong, tawa yang menyerupai lolongan iblis kejam dan bunyi kepala terpenggal, lalu menggelinding di lantai. (more…)

Advertisements

Malaikat Mungil dan Perempuan Lolipop
August 13, 2012


Cerpen Bamby Cahyadi (Jawa Pos, 12 Agustus 2012)

TAK ada cara terbaik menikmati perjalanan selain membiarkan dirimu tersesat. Ketika berhadapan dengan jalan yang tampak tak berujung dan jembatan serupa yang membingungkan. Terus saja berjalan. Setiap belokan setiap sudut, menghadirkan misteri tersendiri. Tersesat adalah anugerah, karena dirimu tak tahu apa yang menanti di balik tiap kelokan. Bukankah begitu dengan kehidupan, bahkan kematian sekalipun? (more…)

Pak Sobirin, Guru Mengaji
February 7, 2010


Cerpen Bamby Cahyadi (Republika, 7 Februari 2010)

Pak Sobirin, Guru Mengaji ilustrasi Rendra

SETELAH tabrakan hebat tadi siang, kurasa aku telah mati. Apa yang bisa kau lakukan saat berada di alam kematianmu? Tentu, jawabannya tak ada yang tahu. Begitupun aku. Aku tak tahu apakah sekarang telah berada di alam kematian itu atau sekadar pingsan. Hanya gelap yang bisa kusaksikan. Ingin sekali ada malaikat yang datang padaku. Tak peduli ia malaikat pencabut nyawa, malaikat penjaga pintu surga atau neraka, yang penting ia malaikat. Setidaknya, tubuh malaikat yang bersayap dan terang benderang segera memadamkan kegelapan yang tak berujung ini. Bukankah malaikat diciptakan Tuhan dari cahaya? (more…)