Archive for the ‘Avianti Armand’ Category

Tiket ke Tangier
May 24, 2011


Cerpen Avianti Armand (Koran Tempo, 22 Mei 2011)

KAMU tak akan menemukannya di sana. Sembilan belas tujuh tiga bukan tahun yang baik untuk jatuh cinta. Tapi suatu hari, di tempat itu, dia mencium bibirmu. Kamu langsung yakin bahwa dia adalah cinta sejatimu. (more…)

Advertisements

Sempurna
January 31, 2011


Cerpen Avianti Armand (Koran Tempo, 30 Januari 2011)

SEPERTI seorang peneliti mengamati preparat di bawah mikroskop, aku mengamatinya baik-baik. Buatku, yang tiap keluar rumah hanya sempat cuci muka, apa yang dilakukannya dengan penampilannya membuatku terkagum-kagum. (more…)

Perempuan Tua dalam Kepala
January 23, 2011


Cerpen Avianti Armand (Kompas, 23 Januari 2011)

DI dalam kepalaku hidup seorang perempuan tua pemarah yang gemar menghentak-hentakkan kaki dan berteriak-teriak. Begitu tuanya, dia menyerupai seonggok pohon kering-keriput, bungkuk, dan bengkok di sana-sini dengan sudut-sudut yang janggal. Suaranya seperti derit roda kekurangan minyak. Jika dia berteriak, aku terpaksa menutup telinga. (more…)

Dongeng dari Gibraltar
December 6, 2010


Cerpen Avianti Armand (Koran Tempo, 5 Desember 2010)

DI ATAS Nunnuies, matahari berkedip-kedip ketika segerombolan besar camar terbang melintasinya. Mereka menjerit-jerit seperti anak lapar, sambil mengepak-ngepakkan sayap ke tubuh. Begitu riuh. Tapi penduduk kota kecil di tepian Gibraltar itu tak sempat memperhatikan camar-camar di langit. Mata mereka terpaku ke satu titik di kakinya. (more…)

Perempuan Pertama
March 28, 2010


Cerpen Avianti Armand (Koran Tempo, 28 Maret 2010)

BAIKLAH kita khayalkan bahwa perempuan itu ada dan ular itu ada dan taman di Eden itu ada.

Dan seperti Tuhan, kita mulai meletakkan segala sesuatu pada tempatnya: (1) sebutir matahari untuk menandai timur, (2) sebatang sungai bercabang empat: Pison, Gihon, Tigris, dan Efrat, (3) beberapa pepohonan yang baik untuk dimakan buahnya, (4) beberapa ekor burung, sepasang rusa, sepasang babi, seekor ular, (5) seorang perempuan, (6) sepokok pohon kehidupan, (7) sepokok pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. (more…)

Tentang Tak Ada
January 28, 2010


Cerpen Avianti Armand (Koran Tempo, 24 Januari 2010)


MENUNGGU

Tak ada yang berubah di kafe ini. Gebyok kayu yang jadi aling-aling, tetap berada di situ. Seperti cadar pengantin yang malu-malu, lubang-lubang ukirannya mengijinkan mata mencuri intip ke ruang di baliknya. Cahaya merembes lewat celah di antara genteng tanah liat, menggambar lingkaran-lingkaran acak di lantai terakota. Angin mengisik. Bau debu mengambang samar di udara, bercampur dupa yang sengaja dibakar untuk menyamarkannya. Tak ada musik. Hanya lonceng angin yang sekali-sekali mendenting. (more…)