Archive for the ‘Arlin Widya Safitri’ Category

Yang Tergusur
January 12, 2012


Cerpen Arlin Widya Safitri (Republika, 8 Januari 2012)

ANGIN semilir selalu menyejukkanku pada saat berdiri di bawah terik sinar matahari. Kicauan burung-burung kecil selalu menghiburku di tengah ingar-bingar manusia yang sibuk membangun istana. Dari pagi hingga sore, manusia hilir mudik tanpa lelah. Asap knalpot telah menjadi candu. Anak-anak jalanan belari-lari kecil menjadi pemandanganku sehari-hari. Terasa penat memang. Maka, biarkanlah aku menjadi pemandangan hijau, menetralisasi kepulan asap knalpot, dan mengisi perut-perut yang kosong. (more…)

Advertisements